Hidup Beretika di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Djajadi, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Harapannya Pandemi Covid 19 semakin menurun. Sehingga kehidupan normal bisa dirasakan. Pendidikan kembali normal walaupun pembelajaran tatap muka (PTM) hanya 30 sampai dengan 50 persen siswa yang hadir.

Etika kehidupan di masyarakat juga kembali stabil sehingga tidak ada lagi peristiwa-peristiwa yang memilukan di masyarakat kita.

Etika dimulai bila manusia mereflesikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Secara etimologis, kata etika berasal dari kata Yunani ethos.

Kata dalam bentuk tunggal ini berarti adat atau kebiasaan. Aristoteles, seorang ahli filsafat Yunani, menulis untuk anaknya Nichomachus, sebuah buku tentang kaidah-kaidah perbuatan manusia dan buku itu diberi nama Ethika Nikomacheis (Ali : 1987).

Selama pandemi, kita harus menghadapi tetangga-tetangga yang terkonformasi positif Covid-19. Harus saling menjaga, membantu, menolong, jogo tonggo dengan toleransi yang sangat tinggi.

Namun karena lamanya pandemi, rasa empati, peduli, saling bantu-membantu sedikit demi sedikit memudar. Ditambah lagi dengan kondisi ekonomi yang semakin sulit.

Membudayakan tetap saling tolong menolong, jogo tonggo, bantu membantu, toleransi merupakan sikap dan sifat yang harus tetap untuk dipertahankan.

Jangan sampai terjadi peristiwa memilukan pada bulan-bulan kemarin di saat pandemi Covid-19 tinggi-tingginya. Ketika ada yang meninggal karena isolasi mandiri sehingga ketika yang sakit meninggal tidak ada satupun yang mendekat kecuali keluarganya.

Baca juga:   Bimbingan Konseling Online Asyik dari Guru BK di Masa Pandemi

Hal ini sangat memilukan karena semua pintu rumah tetangga-tetangganya tertutup rapat tidak ada yang mau untuk bertakziyah karena takut tertular. Dan baru dibuka setelah jenazah dimakamkan.

Peristiwa itu terjadi karena kurang pahamnya masyarakat dalam menghadapi suatu musibah besar. Sehingga rasa empati pun tertutup dan pada akhirnya merugikan salah satu pihak. Penanaman etika perlu diterapkan di mana-mana. Di dunia pendidikan atau di sekolah, di kalangan masyarakat luas yang pada intinya setiap orang harus mampu. Dan bisa menerapkan suatu etika yang baik sehingga banyak manfaatnya untuk orang banyak.

Etika adalah suatu ilmu yang membicarakan masalah baik dan buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama. Sehingga suatu sikap dan sifat yang dipraktikan setiap insan manusia di khalayak umum ataupun di masyarakat pasti akan dinilai oleh masyarakat itu sendiri.

Sebagai ilmu, etika berarti suatu disiplin pengetahuan yang merefleksikan masalah-masalah moral atau kesusilaan secara kritis dan sistematis. Etika sebagai ilmu biasanya dimengerti sebagai satu cabang ilmu filsafat, dan kadang-kadang disebut sebagai filsafat moral.

Etika sebagai ilmu dapat juga tidak bersifat filosofis, tetapi teologis dan disebut teologi moral. Adapun etika sebagai pedoman baik buruknya perilaku, adalah nilai-nilai, norma-norma, dan azas-azas moral yang dipakai sebagai pegangan yang umum diterima bagi penentuan baik buruknya perilaku manusia atau benar salahnya sebagai manusia.

Baca juga:   Meningkatkan Kompetensi dan Minat Bahasa Jepang melalui Shodo

Dalam etika, umumnya dikenal sejumlah persoalan. Persoalan-persoalan yang dimaksud di antaranya, apa yang dimaksud “baik” atau “buruk” secara moral. Apa syarat-syarat sesuatu perbuatan baik secara moral, bagaimanakah hubungan antarkebebasan kehendak dengan perbuatan perbuatan susila. Apa yang dimaksud dengan kesadaran moral. Bagaimanakah pertimbangan moral berbeda dari dan bergantung pada suatu perbuatan yang bukan moral dan bagaimana peranan hati nurani.

Untuk itu peranan etika sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Sikap dan sifat yang baik dan peduli sesama harus benar-benar diperankan di masyarakat. Apalagi dikolaborasikan dengan kehidupan beragama, akan lebih bermartabat lagi dalam kehidupan yang selalu harmonis, saling tolong menolong, bantu-membantu, kerja sama secara terus-menerus. Sehingga mewujudkan suatu kehidupan yang bermartabat, kehidupan yang senantiasa dijalani dengan keharmonisan diantara sesama. Sehingga terwujud masyarakat dan bermoral dan beretika tinggi. (ms2/lis)

Guru Bimbingan Konseling SMAN 1 Kesesi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya