Pentingnya Kemandirian dalam PJJ

Oleh : Erma Rahmawati Ulfa, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kemandirian merupakan salah satu tujuan yang hendak dicapai dalam setiap proses pembelajaran. Meski manusia terlahir membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya, seiring dengan berjalannya waktu dan tugas perkembangan, seorang siswa akan perlahan melepaskan diri dari beberapa ketergantungan, seperti orangtua dengan belajar untuk mandiri.

Steinberg dalam buku Adolescene (2002) menyebutkan pengertian kemandirian adalah kemampuan anak dalam berpikir, merasakan dan membuat keputusan secara pribadi berdasarkan diri sendiri dibandingkan mengikuti apa yang orang lain percayai.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kemandirian diartikan dengan hal atau keadaan seseorang dapat berdiri sendiri atau tidak bergantung kepada orang lain. Artinya kemandirian adalah kesiapan dan kemampuan individu untuk berdiri sendiri yang ditandai dengan mengambil inisiatif.

Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, telah mengubah sistem kehidupan manusia di segala bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Salah satunya adalah adanya kebijakan untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada setiap satuan pendidikan. Kondisi demikian menuntut satuan pendidikan untuk melakukan inovasi dalam proses pembelajaran.

Dengan belajar di rumah melalui aplikasi tertentu merupakan contoh pelayanan bidang pendidikan yang mempercepat penerapan pendidikan era Revolusi Industri 4.0.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan pendidiknya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya.

Baca juga:   Google Classroom Tingkatkan Efektivitas dan Efisiensi Pembelajaran Jarak Jauh

Pembelajaran elektronik (e-learning) atau pembelajaran daring (online) merupakan bagian dari pendidikan jarak jauh yang secara khusus menggabungkan teknologi elektronika/gawai dan teknologi berbasis jaringan internet.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi pilihan utama dalam menyampaikan materi pada masa pandemi. Pendidik bisa menggunakan metode daring, luring dan blended dalam melaksanakan proses PJJ.

Jika menggunakan metode daring, pendidik akan mengirim berbagai materi baik berupa hand-out ataupun video pembelajaran kepada peserta didik melalui berbagai aplikasi yang mendukung. Setelah materi beserta tugas dikirim oleh pendidik tentunya memerlukan kerja sama dari orang tua agar siswa mau mempelajari materi dan mengerjakan tugas secara mandiri.

Di sinilah pentingnya menumbuhkan kemandirian pada siswa, tentunya dengan bantuan orang tua. Pola asuh yang diberikan orangtua kepada anak sangat memengaruhi kemandirian anak. Bila orangtua memberikan suasana keluarga yang nyaman dan aman dalam membangun komunikasi, maka perkembangan kemandirian anak akan berjalan dengan bagus.

Pada Pembelajaran Jarak Jauh orang tua dapat memberi informasi kepada anak tentang pembelajaran yang diberikan. Dan juga memberikan motivasi serta dukungan agar anak mau mengerjakan tugas secara mandiri. Begitu juga dengan anak, diharapkan bisa segera menyelesaikan pembelajaran dengan tepat waktu. Orang tua turut berperan sebagai pendamping para peserta didik saat belajar di rumah.

Baca juga:   Perangsang Siswa Aktif Belajar Globalisasi dengan Metode ST

Walaupun terdapat kendala di lapangan, misalnya kurangnya pengetahuan di bidang IT, kurangnya pemahaman tentang materi pelajaran, serta kurangnya perhatian orang tua terhadap anak karena bekerja, atau bahkan ada sebagian peserta didik yang tidak mempunyai handphone sehingga ini menjadi tantangan siswa saat melaksanakan belajar jarak jauh.

Untuk itu peran guru, orang tua/wali dan peserta didik harus bekerja sama untuk menumbuhkan semangat belajar yang tinggi serta mencari problem solving dalam mengatasi berbagai kendala yang dihadapi peserta didik dalam menyerap materi baik daring, luring atau blended.

Peserta didik harus tetap belajar di masa pandemi Covid-19 ini guna menjawab semua tantangan menuju era Revolusi Industri 4.0 dan menghasilkan output kemandirian siswa dalam belajar saat di sekolah maupun di luar sekolah. (ra1/ton)

Guru Kelas IV SD Negeri Cebongan 02 Salatiga

Author

Populer

Lainnya