Menjadi Guru Milenial Berkarakter

Oleh : Arif Lukmanto, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Guru adalah pilar pendidikan. Keberhasilan pendidikan di suatu negara sangat dipengaruhi peran strategis para guru. Maka dari itu, seiring berkembangnya zaman, kompetensi guru harus terus ditingkatkan karena perannya tidak bisa tergantikan teknologi secanggih apapun.

Guru memiliki beban tugas yang sangat berat, tidak hanya bertanggung jawab kepada para anak didiknya, tapi juga pada negara.

Ada beragam julukan yang diberikan kepada sosok guru. Salah satu yang terkenal adalah “pahlawan tanpa tanda jasa”, yang dalam terminologi Ngainun Naim julukan ini mengindikasikan betapa besar jasa guru hingga disebut sebagai pahlawan. Walaupun dalam realita penghargaan yang diberikan kepada guru tidak sesuai dengan besarnya jasa yang telah diberikan (Menjadi Guru Inspiratif, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009:1).

Ada juga pepatah jawa yang mengatakan Guru: digugu lan ditiru, yang mengandung makna bahwa setiap ucapan guru akan dipatuhi, perilaku dan tingkahlakunya juga akan ditiru oleh peserta didiknya, bahkan akan dikembangkan lebih jauh lagi.

Terlepas dari semua problematika yang dialami guru, terlihat jelas betapa besar tugas dan tanggung jawab yang harus diemban. Bukan hanya dari sisi akademik dan keilmuan yang harus diajarkan, tetapi yang lebih penting guru bertanggung jawab juga terhadap pembentukan karakter peserta didik.

Baca juga:   Pembuatan Video Pembelajaran Animasi dengan Animaker

Dalam UU guru disebutkan ada 4 kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu: pertama, Kompetensi Pedagogik. Kompetensi Pedagogik Guru adalah kemampuan atau keterampilan guru yang bisa mengelola suatu proses pembelajaran atau interaksi belajar mengajar dengan peserta didik; kedua, Kompetensi Kepribadian.

Kompetensi Kepribadian berkaitan dengan karakter personal. Ada indikator yang mencerminkan kepribadian positif seorang guru yaitu: supel, sabar, disiplin, jujur, rendah hati, berwibawa, santun, empati, ikhlas, berakhlak mulia, bertindak sesuai norma sosial & hukum; ketiga, Kompetensi Profesional.

Kompetensi Profesional Guru adalah kemampuan atau keterampilan yang wajib dimiliki supaya tugas-tugas keguruan bisa diselesaikan dengan baik. Keterampilannya berkaitan dengan hal-hal yang cukup teknis, dan akan berkaitan langsung dengan kinerja guru; keempat, Kompetensi Sosial.

Kompetensi Sosial berkaitan dengan keterampilan komunikasi, bersikap dan berinteraksi secara umum, baik itu dengan peserta didik, sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, hingga masyarakat secara luas (pintek.id/blog/kompetensi guru/).

Membentuk guru menjadi pribadi yang hebat harus diawali dengan beberapa pemahaman dalam diri bahwa: menjadi guru adalah panggilan nurani; mengajar adalah ibadah; membuat visi dan misi yang jelas; bergaul dengan peserta didik itu menyenangkan (https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/menjadi guru pemimpin-guru reflektif-guru inspiratif yang dirindukan peserta didik).

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Model RME

Namun demikian, sebagai manusia biasa tentunya guru juga sangat mungkin melakukan kesalahan yang terkadang tidak disadari. Menurut Wina Sanjaya (2005) sebagaimana dikutip Ngainun Naim, ada beragam bentuk kesalahan yang dilakukan guru dalam pembelajaran yaitu: pertama, guru tidak berusaha untuk mengenal kemampuan awal peserta didik; kedua, guru jarang mengajak peserta didik untuk berfikir; ketiga, guru tidak berusaha memperoleh umpan balik; keempat, guru menganggap dirinya paling mampu dan menguasai (2009: 65-67).

Masykur Arif Rahman menambahkan beberapa kesalahan fatal paling sering dilakukan guru dalam pembelajaran yaitu: Duduk di atas meja ketika mengajar, mengajar sambil merokok, mengajar sambil main HP, mengajar secara monoton, komunikasi tidak efektif, tidak memperhatikan perbedaan individual, tidak bisa mengoperasikan media pembelajaran, tidak peduli dengan presensi peserta didik dan lain-lain (Kesalahan Fatal Paling Sering dilakukan Guru dalam Pembelajaran, Yogyakarta: Diva Press, 2011). Selamat menjadi guru yang hebat berkarakter untuk saya, anda dan kita semua yang berprofesi sebagai guru. (ra2/ton)

Guru Kelas SDN 3 Cermo, Kec. Sambi, Kab. Boyolali

Author

Populer

Lainnya