Kiat Menuju Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Oleh : Yunaeroh, S.Pd.SD.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Lebih dari 1, 5 tahun lingkungan TK, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi belajar daring di rumah karena pandemi covid. Selama pandemi siswa belajar dari rumah dengan pemberian materi melalui grup kelas.

Di sini wali murid bergabung untuk bisa memantau anaknya dan bisa melihat tugas yang diberikan wali kelas hari itu. Namun dalam pembelajaran daring tersebut banyak kekuranganya. Pemahaman materi yang disampaikan guru kurang dimengerti siswa.

Tidak semua orang tua bisa membelajari anaknya dari rumah karena berbagai kesibukan. Tugaspun tidak bisa diterima dengan tepat karena HP yang dibawa bapak ibunya bekerja. Guru juga sulit memantau perkembangan belajar anak didiknya ketika belajar. Interaksi antara guru dan siswa tidak dapat terjalin dengan baik.

Sebelum melaksanakan PTM pihak sekolah wajib membuat proposal permohonan berkas persiapan pembelajaran. Kemudian dikirim atau diajukan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Banyak persyaratan yang harus dilengkapi diantaranys; kesiapan sarana tempat cuci tangan yang harus ada didepan kelas masing masing, thermogun dan handsanitizer.

Kepala sekolah bekerjasama dengan guru untuk mendata siswa siswi yang mempunyai kelainan atau penyakit bawaan, juga melaporkan guru atau tenaga pendidik yang punya penyakit penyerta lainya. Mempunyai data siswa yang sering keluar kota karena alamat.

Baca juga:   Belajar Bilangan Pecahan pada Soal Cerita Lebih Menyenangkan dengan Model CTL

Sekolah juga membuat surat persetujuan orangtua atau wali siswa yang ditandatangani. Kemudian meminta izin ke komite sekolah dan satgas covid yang ada di desa dimana alamat sekolah itu tinggal. Tenaga pendidik dan kependidikan juga sudah melaksanakan vaksin untuk menghindari hal yang buruk.

Jika usulan tersebut mendapat persetujuan dan diverifikasi dari pejabat pendidikan yang menangani berarti kita boleh melakukan simulasi pembelajaran selama dua minggu. Setelah dua minggu berjalan mungkin ada berbagai peninjauan dari berbagai pihak apakah PTM bisa berlanjut atau tidak.

Bagi yang lolos izin melaksanakan PTM sekolah mempersiapkan berbagai hal yaitu, membuat poster sekolah yang terdiri dari 5 M. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Guru dan karyawan sekolah bekerja sama membersihkan kelas dan sanitasi lainya serta mengatur ruangan kelas sesuai ketentuan. Mengelompokkan siswa dan membagi sesuai jadwal berangkat adalah tugas guru.

Berkomunikasi dengan orang tua siswa sangatlah penting karena untuk mempersiapkan mental si anak untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Di dalam pembelajaran tatap muka terbatas harus mengikuti protokol kesehatan sekolah untuk mencegah penularan Covid-19.

Sekolah yang melaksanakan PTM tidak boleh membuka kantin sekolah, dan melarang orang luar berjualan di area sekolah. 5M ini harus dipatuhi demi lancarnya kegiatan belajar. Selama pembelajaran tatap muka berlangsung guru melaporkan kegiatan pembelajaran dan materi yang diberikan setiap harinya disertai foto kegiatan di dalam kelas sebagai bukti.

Baca juga:   Sugestopedia Tingkatkan Keterampilan Menulis Puisi

Kelas yang sudah kosong harus disemprot desinfektan untuk mensterilkan ruangan. Di saat luring kita juga tetap memberikan tugas siswa yang berada di rumah. Kita juga harus tetap mengabsen siswa memberikan materi pembelajaran, memberikan lembar kerja siwa, penilaian harian, penilaian tengah semester hingga penilaian semester. Guru juga harus membuat video pembelajaran sesuai dengan tema dan mengirimkan bahan bacaan bagi siswa.

Pembelajaran tidak lepas dari HP dan kita juga harus memantau lewat group siswa kemungkinan kesulitan yang dihadapi dan mengevaluasi. Kembali lagi dengan PTM semoga akan menghasilkan anak yang pintar dalam pelajaran, dan bisa berinteraksi dengan teman sebayanya. meskipun terbatas dapat menambah dan mengejar ketinggalanya.

Ibarat sakit sembuhnya dari sedikit dan harus bersabar sampai benar benar dalam keadaan sehat. Begitu juga dengan pembelajaran ini kita mengharapkan kondisi yang lebih baik pula untuk kedepannya. (ra2/ton)

Guru SD Negeri 3 Kutoharjo

Author

Populer

Lainnya