Guru Menjadi Pintar IT di Masa Pandemi

Oleh : Dwi Retno Widyowati, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada segala aspek kehidupan termasuk pada aspek pendidikan dan utamanya terhadap proses pembelajaran. Untuk mencegah penyebaran virus covid-19 pada anak-anak, pemerintah membuat kebijakan Belajar dari Rumah (BDR). Penerapan BDR inilah yang memaksa pula guru untuk belajar teknologi informasi dan komputer agar tetap bisa membantu peserta didik untuk belajar dari rumah.

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) oleh guru adalah sebuah keniscayaan. Menurut Abdulhak (2005:413) terdapat klasifikasi pemanfaatan TIK ke dalam tiga jenis, yaitu : pertama, TIK sebagai media (alat bantu) pendidikan yaitu hanya sebagai pelengkap untuk memperjelas uraian-uraian yang disampaikan. Kedua, TIK sebagai sumber yakni sebagai sumber informasi dan mencari informasi. Ketiga, TIK sebagai sistem pembelajaran.

Hal baru yang sebelumnya belum pernah dibayangkan oleh sebagian besar guru harus dipelajari dan langsung dipraktikkan agar proses pendidikan siswa tidak terhenti. Harus diakui, bahwa pembelajaran daring merupakan hal baru bagi sebagian besar teman-teman guru. Tuntutan di masa pandemi guru harus bisa menyiapkan materi yang pas untuk disajikan secara daring ataupun luring, dan di sisi lain guru dituntut menguasai teknologi informasi untuk melasanakannya.

Karena pembelajaran daring ataupun luring sudah menjadi tuntutan untuk semua guru, maka hal ini menjadi tantangan bagi sebagian besar guru yang umumnya mereka yang sudah berusia tidak muda lagi. Berbagai upaya ditempuh oleh guru-guru dengan support dari pemangku sekolah.

Baca juga:   Aman saat Pertemuan Online

Secara kelembagaan sekolah SMP N 11 Semarang dengan didukung Dinas Pendidikan Kota Semarang menyelenggarakan berbagai bentuk pelatihan penggunaan sarana IT untuk media pembelajaran.

Sebagian guru dengan semangat menempuh cara dengan belajar mandiri bersama putra-putrinya di rumah yang lebih menguasai IT, guru yang lain belajar bersama teman sejawat yang sudah kompeten, dan sebagian lainnya mengikuti pelatihan-pelatihan online yang diselenggarakan oleh para penggiat pendidikan.

Akhirnya setelah mereka menguasai dan mampu memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran daring, mereka baru merasakan betapa dimudahkan dalam berbagai hal yang terkait dengan pembelajaran daring.

Sebagian guru yang selama ini mengabaikan pemanfaatan teknologi informasi untuk kegiatan pembelajaran, sekarang sudah dapat merasakannya sendiri manfaatnya. Ternyata banyak manfaat dan kemudahan yang diperoleh dengan menggunakan sarana teknologi.

Komputer, laptop, tablet ataupun smartphone yang selama ini dimiliki guru ternyata tidak hanya sekedar bisa untuk mengetik soal dan tidak hanya bisa sebagai alat komunikasi, kini tugas-tugas yang berkenaaan dengan proses pembelajaran menjadi semakin mudah dijalankan dalam berbagai kondisi. Artinya, wabah pandemi Covid-19, jangan hanya dilihat dari sisi gelapnya saja. Pasti ada hikmah di balik musibah.

Baca juga:   Model Pembelajaran IDL dalam Mata Pelajaran Matematika

Terbukti, setelah adanya wabah pandemi Covid-19, yang secara tidak langsung mengubah pula cara pembelajaran di sekolah, cara pandang guru terhadap pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran pun juga bergeser.

Guru yang sebelumnya tidak begitu peduli dengan perkembangan sarana IT sekarang bisa lebih sadar dan mampu untuk memanfaatkan untuk optimalisasi proses pembelajaran. Sudah banyak guru yang sudah sangat mahir menggunakan berbagai jenis teknologi pembelajaran, misalnya membuat video pembelajaran, memiliki channel youtube, menguasai google classroom, e-Learning dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, jangan hanya dilihat dari sisi negatifnya saja.

Pasti ada hikmah di balik musibah ini. Terbukti, setelah adanya wabah pandemi Covid-19, dunia pendidikan mengalami banyak kemajuan terutama pengetahuan di bidang teknologi. Semoga meningkatnya kepintaran guru terhadap teknologi informasi ini menjadi awal kebangkitan mutu pendidikan di Negara kita, dan bukan merupakan euphoria sesaat, dimasa pandemi ini saja. (ra1/ton)

Guru B.TIK SMP Negeri 11 Semarang

Author

Populer

Lainnya