Belajar Macapat dengan SAC

Oleh: Dini Eka Rahmawati, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, LAYANGMU lewat sms hpmu, Ra isa ngobati kangenku… Swaramu lewat telepon gratisan, Ra isa ngalahi yen sesandingan. Teringat syair itu kala mengingat Pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang telah berlangsung hampir dua tahun terakhir ini.

Larik tersebut merupakan kutipan syair lagu Layang Swara yang memiliki arti surat kerinduan lewat gawai (Hp) tidak bisa mengobati kerinduan. Suara lewat telepon gratisan tidak bisa mengalahkan ketika bersama. Sama halnya dengan pembelajaran jarak jauh yang tidak bisa menggantikan pembelajaran tatap muka dengan maksimal.

Mata pelajaran bahasa Jawa mau tidak mau harus tetap menggunakan pembelajaran jarak jauh sesuai aturan dari pemerintah tentang pembelajaran selama masa pandemi. Kesulitan dialami guru pada awalnya, selain mata pelajaran bahasa jawa pada jaman sekarang malah dianggap lebih sulit dari mata pelajaran bahasa asing.

Terjangkaunya sinyal untuk peserta didik kami yang ada di desa saat pembelajaran, kemampuan memiliki gawai yang memadai juga menjadi masalah awal. Walau pada akhirnya peserta didik mampu memiliki gawai, namun keterbatasan kuota juga menjadi pertimbangan saat memilih media pembelajaran yang tepat.

Mapel bahasa jawa ketika akan belajar tentang tembang macapat mengalami kendala. Selain harus mengunggah tentang materi juga harus mengunggah video atau minimal rekaman swara. Unggah swara sangat penting untuk modal peserta didik dalam belajar mandiri tentang cara membaca tembang macapat yang tepat. Pada pembelajaran tatap muka mungkin ini bisa dipandu langsung oleh guru, namun saat pembelajaran lewat gawai akan lebih sulit.

Guru sebagai fasilitator pendidikan mencoba mencari aplikasi yang sekiranya mudah hemat dan bisa membantu lancarnya pembelajaran untuk mencari dan belajar berbagai aplikasi, metode dan teknik-teknik yang sekiranya tepat guna untuk mengefektifkan pembelajaran.

Baca juga:   Bahasa Jawa Tingkatkan Budi Pekerti Luhur

Kami mencoba menawarkan penggunaan Smart Apss Creator (SAC). SAC merupakan aplikasi yang mudah dan cepat untuk digunakan, karena karakteristik SAC adalah tanpa coding, cara kerja mirip microsoft power point yang umumnya dikenal siswa ketika mengoprasikan komputer. Seperti yang diterapkan di SMAN 1 Gabus, Grobogan.

Aplikasi ini mudah dibuat, karena hampir mirip dengan power point. Guru harus aktif menyiapkan materi, video, atau mungkin rekaman swara yang akan digunakan dalam pembelajaran. Guru juga harus menyiapkan soal latihan, rangkuman yang membantu peserta didik kecukupan bahan untuk belajar secara mandiri lewat aplikasi tersebut. Tugas guru memang menjadi bertambah banyak, karena selain menyiapkan ringkasan, juga harus menyiapkan soal latihan, bahan rekaman atau mungkin juga bisa membuat video dulu.

Tembang macapat memiliki aturan guru gatra, guru wilangan dan guru lagu, serta dalam membacanya biasanya dengan cara dilagukan. Inilah yang menambah tingkat kesulitan dalam penyampaian materi tembang macapat pada peserta didik Kami di SMA Gabus. Selain bahasa ibu yang telah mengalami perubahan, sekarang lebih banyak yang menggunakan bahasa Indonesia sehingga penuturannya juga perlu perhatian khusus.

Pembelajaran tentang budaya memang perlu diberikan selain memperkuat karakter peserta didik juga sebagai salah satu perwujudan pelestarian budaya dan sastra serta bahasa jawa. Namun sekarang dianggap sulit, karena bahasa ibu yang bergeser membuat peserta didik yang merupakan asli orang jawa sudah sulit memahami bahasa krama yang kerap dipakai pada teks tembang macapat.

Baca juga:   Model Make a Match Tingkatkan Belajar Ragam Krama

Pemilihan Smart Apss Creator karena pembuatan yang mudah, juga karena aplikasi ini hemat kuota saat diunduh. Peserta didik dapat membuka berulang kali. Di dalam SAC yang di susun pada maple bahasa jawa selain materi umum tentang tembang macapat, juga ditampilkan rekanan swara yang berguna untuk ditiru dirumah oleh peserta didik. Selain itu SAC bahasa jawa tentang tembang macapat ini juga dilengkapi dengan soal latihan dan pembahasannya.

Bila guru ingin menambahkan tugas atau ringkasan materi juga lebih baik, sehingga memudahkan peserta didik untuk mencatat hal-hal penting yang telah disampaikan oleh guru. Pembelajaran dengan SAC yang memasukkan rekaman dengan pemahaman sekali unduh aplikasi bisa dibuka berulang kalua siswa ingin belajar pada bab ini akan lebih mudah. Guru lebih terbantu dalam penyampaian saat dihadapkan pada keterbatasan kouta yang peserta didik miliki.

Penggunaan SAC pada sekolah penulis ternyata menunjukkan hasil yang baik. Selain mudah diterima oleh peserta didik, juga sangat membantu speserta didik dalam belajar. Selain aplikasi yang menggunakan desain warna yang menarik, juga mungkin bisa ditambah music yang akrab dengan peserta didik saat menyusun materi tembang macapat. Sehungga peserta didik dapat menikmati belajar dengan lebih menyenangkan.

Semoga aplikasi SAC ini bisa diterapkan tidak hanya pada pembelajaran bahasa jawa, namun mungkin bisa sesuai dengan mata pelajaran lainnya. Mungkin di masa depan akan lebih banyak perkembangan, inovasi dalam pembuatan aplikasi yang menyenangkan, sehingga pembelajaran yang menyenangkan dapat dilaksanakan. (agu1/zal)

Guru SMAN 1 Gabus, Grobogan

Author

Populer

Lainnya