Tingkatkan Kemampuan Menulis dengan Berfantasi

Oleh : Deni Rumboko, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Peradaban manusia terus berkembang. Menciptakan berbagai macam cara yang semakin memudahkan manusia untuk membantu melakukan aktivitas yang dilakukan. Dengan semakin majunya perubahan beradaban manusia, maka pendidikan di lingkungan peserta didik juga perlu disesuaikan. Kurikulum juga harus disesuaikan dengan perkembangan zaman agar pendidikan tidak ketinggalan.

Agar ilmu pengetahuan dan teknologi dapat ditransfer ke masyarakat, berbagai cara dapat dilakukan, salah satunya dengan media penulisan. Melalui tulisan, ide, pemikiran, gagasan, atau suatu karya dapat disampaikan kepada pembaca. Maka agar tulisan dapat dipahami oleh pembaca dengan baik, diperlukan kemampuan dalam menulis yang baik. Untuk dapat menulis yang baik diperlukan latihan menulis dengan teknik yang tepat dan berkesinambungan.

Menurut Byrne (Haryadi dan Zamzani, 1996: 77), keterampilan menulis karangan atau mengarang adalah menuangkan buah pikiran ke dalam bahasa tulis melalui kalimat yang dirangkai secara utuh dan jelas sehingga dapat dikomunikasikan kepada pembaca dengan berhasil.

Menurut Henry Guntur Tarigan (2008: 3), menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa yang produktif dan ekspresif yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dan tidak secara tatap muka dengan pihak lain. Dari pendapat para ahli menulis memang mentransfer pengetahuan, pemikiran atau karya dengan mudah, murah,cepat, dan tepat.

Baca juga:   Metode Sosmik Perwujudan Pembelajaran KIP dalam Memahami Materi Konflik Sosial

Namun menulis oleh sebagian besar orang adalah pekerjaan yang tidak menarik, membosankan bahkan sulit dilakukan. Menulis perlu dilatih sejak dini, mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai akhir hayat. Pelajaran menulis teks imajinasi atau teks fantasi merupakan materi yang dianggap sulit oleh sebagian besar peserta didik SMP kelas tujuh, tidak terkecuali di SMP Negeri 15 Surakarta.

Sebagian besar dari peserta didik apabila diberi tugas membuat teks cerita fantasi, hasil pekerjaan kurang maksimal. Ini diakibatkan kesulitan untuk menyampaikan ide, gagasan, pemikiran, dan kreativitas. Maka diperlukan strategi yang tepat untuk dapat menumbuhkan minat, bakat dan kemampuan menulis, khususnya menulis teks cerita fantasi.

Cerita fantasi adalah cerita fiksi yang bergenre fantasi atau dunia imajinatif ciptaan penulis. Tokoh dan latar adalah ciptaan penulis dan tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dari dunia nyata.

Agar siswa tumbuh minat untuk menulis cerita fantasi, langkah-langkah yang dilakukan adalah: pertama, mengenalkan cerita fantasi. Berbagai judul cerita fantasi antara lain: Ruang Dimensi Alpha, Berlian Tiga Warna, Misteri di Balik Pohon Kenari dan lain-lain.

Kedua, karena kemampuan berbahasa yang paling awal adalah menyimak maka guru memutarkan video dan mengajak para siswa untuk bersama-sama menyimak atau menyaksikan salah satu judul cerita fantasi dan siswa diminta mencermati tokoh maupun alur cerita dari awal sampai akhir.

Baca juga:   Home Visit Alternatif Pembelajaran Saat Pandemi Covid-19

Tahap ketiga, guru menanyakan tokoh-tokoh yang terlibat serta perannya dalam cerita tersebut. Keempat, guru memberikan kerangka cerita dari cerita fantasi yang saksikan bersama. Kelima, siswa diminta menuliskan kembali cerita fantasi yang sudah disaksikan bersama-sama dalam buku tugas dengan menggunakan bahasanya sendiri.

Dengan pemutaran video visual siswa mudah untuk memahami dan mempraktikkan pelajaran menulis sehingga sangat membantu pada kegiatan pembelajaran ini. Hal ini dibuktikan dari meningkatnya hasil belajar menulis teks cerita fantasi siswa kelas VII SMP Negeri 15 Surakarta, dari semula terendah nilai 65 menjadi 75.

Jadi nilai terendah siswa sudah mencapai KKM yaitu 75. Sedangkan bagi guru manfaat dari pembelajaran ini adalah guru lebih mudah dalam melakasanakan proses pembelajaran, proses pembelajaran lebih menyenangkan, guru mendapatkan pengalaman baru dalam mengajar.

Pembelajaran menulis cerita fantasi yang menurut sebagian siswa dianggap sulit ternyata dengan pemutaran video visual menjadi lebih mudah. Terbukti motivasi belajar siswa meningkat yang berpengaruh pada hasil belajar siswa meningkat. (rs2/lis)

Guru SMP Negeri 15 Surakarta

Author

Populer

Lainnya