Model VAK Efektif dalam Pembelajaran Reproduksi Tumbuhan

Oleh : Khifdhiatul Arofah S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, WABAH Covid-19 pada tahun 2021 telah memberikan dampak yang besar pada semua aspek. Terutama di bidang pendidikan. Pembelajaran harus tetap berjalan dengan metode dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).

Pembelajaran yang efektif bagi penulis adalah pembelajaran di kelas meliputi kegiatan pengelolaan kelas, penggunaan media, dan penggunaan metode, serta strategi pembelajaran. Dalam proses pembelajaran sangat diperlukan kesesuaian antara model pembelajaran dengan cara menumbuhkan minat belajar siswa sehingga tujuan pembelajaran tercapai.

Pengalaman penulis di SMPN 1 Limpung pada pembelajaran IPA kelas IX semester satu pada materi reproduksi tumbuhan menunjukkan hasil yang kurang optimal. Maka perlu ditingkatkan kualitas pembelajaran agar hasil meningkat.

Sebelumnya, penulis menggunakan pembelajaran yang cenderung didominansi oleh pendengaran dimana penulis menggunakan metode ceramah. Siswa mengalami kesulitan dan cenderung terlihat jenuh dengan model ceramah. Langkah selanjutnya, penulis mencoba menggunakan model pembelajaran visual, audiotori, dan kinestetik (VAK) dengan harapan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

VAK adalah model pembelajaran yang menganggap bahwa pembelajaran dengan memperhatikan ketiga gaya belajar yaitu visual, audiotori, dan kinestetik. Dengan cara visual diharapkan siswa dapat melihat hal yang sedang dipelajari. Audio merupakan proses mendengarkan penjelasan hal-hal yang mereka lihat dan pelajari.

Baca juga:   Melalui Manasik Haji Pembelajaran Lebih Menyenangkan dan Bermakna

Kinestetik mengajak siswa belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya. Dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru, sebaiknya lebih banyak dititikberatkan pada peragaan atau media. Ajak siswa ke objek-objek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut atau dengan cara menunjukkan alat peraga langsung pada siswa atau menggambarkan di papan tulis.

Model VAK dirancang dengan persiapan di mana pada kegiatan pendahuluan, guru memberikan motivasi untuk membangkitkan minat siswa dalam belajar, memberikan perasaan positif mengenai pengalaman belajar yang akan datang kepada siswa, dan menerapkan mereka dalam situasi optimal untuk menjadikan siswa lebih siap dalam pembelajaran.

Kegiatan inti eksplorasi, siswa diberikan gambaran awal tentang materi yang akan dipelajari. Dalam hal ini, jenis cara perkembangbiakan pada tumbuhan. Siswa mengadakan tanya jawab dengan guru, terkait materi yang akan dipelajari.

Guru menyampaikan rambu-rambu selama proses pembelajaran. Kegiatan elaborasi, guru menayangkan video materi reproduksi tumbuhan. Selanjutnya siswa mengamati video pembelajaran dan guru harus membimbing selama penayangan video. Pada tahap akhir, guru dapat memberikan konfirmasi dan penguatan dari hasil siswa.

Baca juga:   Pembelajaran Daring Matematika di Masa Pandemi Covid-19

Pembelajaran VAK pada akhirnya dapat melatih dan mengembangkan potensi siswa yang telah dimiliki oleh pribadi masing-masing. Bahkan mampu melibatkan secara maksimal dalam menemukan dan memahami suatu konsep melalui kegiatan fisik, seperti demonstrasi, percobaan, dan diskusi aktif. Bagi penulis, pembelajaran VAK akan lebih efektif karena mengombinasikan ketiga gaya belajar. (ra1/ida)

Guru IPA SMPN 1 Limpung, Kabupaten Batang

Author

Populer

Lainnya