Optimalisasi Penerapan Protokol Kesehatan dalam PTMT

Oleh : Puji Nurhayati

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 sampai sekarang belum berakhir walaupun sudah berlangsung hampir 2 tahun. Pandemi menyebabkan krisis kesehatan bagi umat manusia. Begitu juga dengan dunia pendidikan, berdampak pada sekolah tutup dan pembelajaran dilakukan daring atau online di rumah.

Dengan terlalu lamanya anak-anak tidak ke sekolah membuat mereka jenuh di rumah. Nilai sosial antarsesama manusia menjadi berkurang karena jarangnya interaksi secara langsung di antara mereka.

Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah menerangkan bahwa pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas akan dilakukan serentak pada bulan Juli.

Pada tanggal 6 September 2021 sekolah di Salatiga melaksanakan uji coba PTM. Uji coba ini diselenggarakan seiring penetapan Salatiga masuk level 3 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sehingga SD Cebongan 01 Salatiga menyambut gembira dengan akan dimulainya PTM walaupun dengan PTMT yaitu pembelajaran tatap muka terbatas.

SD Cebongan 01 melaksanakan PTMT ini harus menerapkan protokol kesehatan dan aturan mengadakan PTMT yang sudah ditetapkan secara optimal antara lain : kapasitas anak dalam ruangan maksimal 18 anak, jarak tempat duduk harus diatur sesuai protokol, durasi pembelajaran hanya 3 jam per hari, per minggu hanya dua hari yang sif dan diatur dari sekolah.

Baca juga:   Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran dengan Supervisi Klinis

Kemudian sekolah dibagi sesuai kuota per kecamatan, pembelajaran tatap muka harus persetujuan orang tua, siswa, komite dan protokol kesehatan harus disiplin dilaksanakan (cek suhu sebelum masuk kelas cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir, wajib memakai masker).

Untuk itu SD Cebongan 01 dalam pelaksanaan PTMT sebelumnya membuat surat edaran ke wali murid untuk persetujuan mengizinkan atau tidak orang tua/wali siswa. Dari sejumlah siswa 125 wali murid semua mengizinkan bahkan sudah lama mereka menunggu informasi kapan putra-putrinya pembelajaran lagi di sekolah.

Hari pertama masuk anak-anak terlihat antusias gembira walaupun harus protokol ketat dilaksanakan. Guru harus lebih ekstra dalam mengawasi anak-anak terlebih anak kelas 1, 2, 3. Mereka yang masih sering mengabaikan protokol kesehatan.
Pembelajaran yang sif pertama masuk kelas pukul 07.30 pulang pukul 09.00 tanpa istirahat ke luar kelas. Jadi anak harus sudah membawa minum dan kudapan atau jajanan dari rumah.

Sif kedua masuk pukul 09.30 pulang pukul 11.00. Jadi siswa di sekolah mengikuti pembelajaran hanya berlangsung satu setengah jam. Dari aturan itulah siswa merasa masih kurang berada di sekolah.
Satu minggu berjalan PTMT minggu berikutnya hari efektif setiap minggu ditambah satu hari jadi sekarang seminggu siswa masuk 3 hari.

Baca juga:   Ajaran ‘Suradira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti’ Tangkal Kekerasan

Diharapkan PTMT berjalan lancar tidak mengalami kendala apapun yang akhirnya akan berlanjut menjadi PTM betul-betul kembali semula seperti sebelum adanya Covid-19.

Semua warga sekolah tetap harus waspada dan optimal melaksanakan protokol kesehatan sesuai anjuran dari pemerintah, supaya PTMT berjalan lancar tidak terputus lagi yang akhirnya sekolah ditutup kembali dalam arti pembelajaran mulai daring lagi.
Karena kalau PTM berlangsung kemudian ditemukan kasus Covid-19 di sekolah maka sekolah harus menghentikan PTM terbatas dan harus ditutup sementara jika sudah memungkinkan baru boleh membuka kembali. (dd2/lis)

Kepala SDN Cebongan 01 Salatiga

Author

Populer

Lainnya