Role Playing dengan Media Video Menumbuhkan Karakter Semangat Kebangsaan

Oleh : Ida Elfia, S.E

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sebagai seorang pendidik atau guru dalam mendidik anak bangsa, kita selalu berharap mampu mewujudkan siswa yang berkarakter sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, seperti yang dijelaskan pada UU No.20 Tahun 2003 pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Meskipun begitu dalam proses pembelajaran tidak semua guru, dapat menerapkan pendidikan karakter pada siswanya. Hal ini terjadi karena masih banyak kekurangan dalam mengaplikasikan atau menerapan metode pembelajarannya.

Dari sekian banyak metode dan media pembelajaran dalam mengajar, ada salah satu metode dan media yang bisa dikolaborasikan sehingga dapat membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik serta dapat membentuk karakter semangat kebangsaan siswa terutama dalam mata pelajaran IPS yaitu metode role playing dan media video.

Wicaksono (2016) menyatakan bahwa metode role playing memiliki dua macam pengertian. Pertama, bermain peran merupakan kegiatan bersifat sandiwara, dengan tujuan untuk memberikan hiburan. Kedua, metode bermain peran merupakan suatu kegiatan yang bersifat sosiologis, dimana pola-pola dalam berperilaku yang ditunjukkan oleh seseorang, ditentukan oleh norma-norma social yang hidup di masyarakat.

Sedangkan Cheppy Riana (2007) menyatakan bahwa melalui media video, seseorang mampu memahami pesan pembelajaran secara lebih bermakna sehingga informasi yang disampaikan melalui media tersebut dipahami secara utuh, sehingga dengan sendirinya informasi akan tersimpan dalam memori jangka panjang. Penggabungan metode role playing dengan media video ini, dapat membuat siswa dapat merasa seolah-olah mereka berada dan turut serta dalam suasan yang diperankan atau yang menirukan lewat video, juga membuat siswa lebih konsentrasi dalam pembelajaran karena mereka akan larut dalam bermain drama sesuai dengan peran- peran di dalamnya, maka akan muncul karakter-karakter dari tokoh yang diperankanya sehingga langsung atau tidak langsung siswa akan sedikit demi sedikit memiliki karaker kebangsaan.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar Asmaul Husna melalui Snowball Throwing

Semangat kebangsaan adalah salah satu materi IPS kelas 8 semester 2 di SMP Negeri 7 Pemalang. Materi ini membahas tentang Latar Belakang Munculnya Nasionalisme Indonesia, Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia, Pergerakan pada Masa Pendudukan Jepang dan Perubahan Masyarakat Indonesia pada Masa Penjajahan.

Dibandingkan dengan metode yang lain seperti ceramah yang tanpa media, penggabungan metode role playing dengan media penanyangan video pada materi ini akan lebih menarik siswa dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Dengan metode ceramah tanpa media akan membuat siswa menjadi cepat bosan dan kurang termotifasi, sehingga guru dapat memilih metode role playing dan media video sebagai pembelajaran.

Penggabungan metode role playing dengan media video pada materi ini dapat berupa contoh penayangan video insiden hotel Yamato pada tanggal 19 September 1945 kemudian yang didahului oleh gagalnya perundingan antara Soedirman dan W.V.C Ploegman untuk menurunkan Bendera Belanda, yang kemudian dipraktikkan dalam bentuk mini drama melalui metode role playing untuk penilaiannya.

Pemilihan penggabungan metode role playing dan media video dalam pembelajaran merupakan hal yang penting yang harus diperhatikan oleh seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran, agar dapat menciptakan minat dan rasa tertarik siswa untuk melakukan proses belajar. Dan penggabungan metode role playing dengan media video adalah salah satu media yang dapat dipilih untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai. (unw1/ton)

Baca juga:   Pembelajaran Audio-Lingual untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris

Guru IPS SMP Negeri 7 Pemalang

Author

Populer

Lainnya