Era Pandemi Menumbuhkan Semangat Berkarya Siswa

Oleh : Trining Puspitaningsih Jatmiko, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kegiatan ekstrakurikuler KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) adalah kegiatan siswa untuk menghasilkan produk ilmiah. Produk yang dihasilkan siswa dapat berupa barang atau software serta karya tulis. Pada masa pandemi ini semangat berkarya siswa SMAN 2 Wonosobo berkembang pesat. Karena beban fisik yang tidak terlalu berat saat mereka sekolah daring di rumah. Siswa yang terbiasa berfikir dan berinovasi bermunculan saat pandemi.

Menjadi pembimbing ekstrakurikuler KIR sejak tahun pelajaran 2018/2019 tanpa bekal apapun perlu strategi agar mampu menyemangati siswa untuk berkarya. Salah satu cara agar siswa tertarik mengikuti kegiatan ini dengan mendatangkan para pakar yang berkecimpung di bidang ini.

Dengan mendatangkan beberapa anggota dewan riset daerah ke sekolah untuk mendongkrak semangat siswa berkarya. Mendatangkan guru pembimbing ekstra KIR dari sekolah yang berhasil membawa murid-muridnya juara ternyata mempu menumbuhkan motivasi berkarya siswa.

Adanya kompetisi tingkat daerah atau nasional memacu semangat berkarya siswa. Untuk itu perlu diadakan pertemuan KIR meski kondisi pandemi. Pertermuan KIR diadakan rutin untuk menyemangati siswa agar terus mencoba menyampaikan ide-ide kreatif yang mereka miliki. Menyampaikan ide berasal dari pengalaman yang dialami sendiri, orang lain serta dari lingkungan sekitar.

Baca juga:   Green Small Scala Chemistry sebagai Solusi Pembelajaran Kimia

Dengan melihat di tempat kejadian yang mereka lalui atau lewat internet munculah ide yang bisa diarahkan untuk menciptakan produk. Ide yang mereka sampaikan belum pernah ada. Istilah ATM (amati, tiru dan modifikasi) adalah bekal utama siswa untuk berkreasi.

Ide siswa bisa berupa kriya, desain grafis, boga, fashion, desain interaktif-video, budidaya, pangan dan perikanan, pertanian dan lingkungan hidup, rekayasa dan manufaktur, kesehatan atau obat-obatan/kosmetika, pendidikan energi dan sosial. Semua ide siswa ditampung dan dianalisis. Kemudian ditindaklanjuti dengan uji coba dan berkreasi di rumah. Setelah berhasil membuat produk, dilanjutkan analisis kandungan zat pada laboratorium analisis untuk produk tema boga dan kosmetik yang berhasil di produksi siswa.

Dari hasil analisis tersebut bisa diketahui keunggulan karya siswa. Manfaat dari produk penelitian siswa selalu dalam kerangka nilai berdaya guna dan berhasil guna di masyarakat.

Dilanjutkan dengan menuangkan produk mereka pada karya tulis. Produk yang berhasil dibuat siswa ekstra KIR SMADA antara lain dalam kompetesi KRENOVA 2020 adalah cubeba tea, mie duri crispy, chilili/choklate chili dan gelang handsanitizer portable. Pada Creative Cullinary Competition 2020 siswa membuat resep makanan dengan judul GummyBi, Passion Gummy dan Nougat Bittan. Pada kompetisi FIKSI 2021 siswa berhasil membuat produk yoca (boga), saklar pintar (tema rekayasa), dimsum leker, dodol BK, veramas (boga), hobunca (fasion), solanun caffe, dan hylobalm (kosmetik).

Baca juga:   Amcerda Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa

Kebebasan memilih tema dimanfaat siswa untuk leluasa berkreasi. Banyak media baru di sekitar kita dapat dijadikan inovasi penelitian. Kejelian para pembimbing untuk mengamati dan mendorong siswa untuk menemukan penelitian yang baru, inspiratif dan menarik. Hingga menyemangati siswa untuk meng-eksekusi ide/gagasan mereka menjadi produk yang berkualitas dan inovatif.

Dukungan yang besar dari sekolah pada ekstra KIR SMAN 2 Wonosobo diharapkan dapat mencetak generasi yang inovatif, mandiri dan percaya diri. Sentuhan religius harus terus diasah pada siswa peserta ekstra KIR agar tidak mudah menyerah bila produk belum berhasil dibuat. Tidak putus asa jika belum berhasil meraih juara, serta tidak besar kepala ketika juri memilih produk mereka untuk pantas sebagai juara. (pm2/lis)

Guru Kimia SMAN 2 Wonosobo
Pembimbing Ekstrakurikuler KIR SMAN 2 Wonosobo

Author

Populer

Lainnya