Pembelajaran Fluida Menarik dengan Model PjBL

Oleh : Daimah, S.Pd., M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DALAM kurikulum 2013 untuk tingkat SMA ada kelompok mata pelajaran peminatan dan lintas peminatan, baik untuk program IPA maupun IPS. Kelompok mata pelajaran peminatan MIPA baik maupun IPS sudah ditentukan, kita tinggal mengikuti. Sedangkan kebijakan penentuan kelompok mata pelajaran lintas peminatan diserahkan sekolah masing-masing.

Mata pelajaran lintas peminatan di kelas XI IPS 2 SMAN 1 Jetis adalah mata pelajaran fisika. Fisika dianggap salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit, tidak menarik, apalagi fisika sebagai mata pelajaran lintas peminatan kadangkala sering disepelekan oleh para siswa dan berakibat rendahnya hasil belajar fisika.

Sebagai guru fisika kami mencoba mencari solusi agar mata pelajaran fisika sebagai mata pelajaran lintas peminatan dapat menarik bagi para siswa dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Dalam model ini siswa dapat meningkatkan kreativitas membuat suatu proyek penerapan materi fluida dalam kehidupan sehari-hari agar mereka akhirnya tertarik untuk belajar fisika terutama fluida.

Project based Learning (PjBL) adalah model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran mulai dari merancang sampai dengan membuat proyek yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari (Datu HR, Qadar R, dan Junus M (2020).

Baca juga:   Media Poster sebagai Bentuk Cinta Tanah Air UBN pada Masa Pandemi Covid-19

Dalam model pembelajaran ini siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, satu kelompok maksimal empat siswa. Di awal pembelajaran, guru memberikan pertanyaan essensial yang bertujuan untuk memancing pengetahuan, tanggapan, ide yang akan diangkat siswa dalam pembuatan proyek. Setiap kelompok bebas dalam mengembangkan idenya. Selanjutnya siswa berdiskusi dengan kelompok masing-masing untuk merancang dan membuat jadwal proyek mereka. Waktu untuk pembuatan proyek akan disepakati bersama antara guru dan siswa.

Dalam pelaksanan pembuatan proyek ini siswa memerlukan waktu di luar jam, dikarenakan durasi waktu setiap satu jam pelajaran pada pertemuan tatap muka terbatas (ptmt) di SMA N 1 Jetis adalah 30 menit, sedangkan untuk pembelajaran fluida selama 90 menit. Setiap kelompok akan diberikan lembar pemantauan untuk mencatat semua kegiatan yang dilakukan dalam pembuatan proyek mereka yang selanjutnya dilaporkan kepada guru secara berkala agar memudahkan guru dalam melakukan monitoring. Para siswa juga berkonsultasi apabila ada kesulitan yang dihadapi dalam penyelesaian proyeknya.

Monitoring perkembangan proyek para siswa dilakukan secara daring dan luring dan tidak ada batasan waktu dalam kegiatan tersebut. Setelah hasil proyek selesai, akan dilakukan penilaian oleh guru. Penilaian dari pembelajaran ini dapat meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Baca juga:   Materi Penjumlahan Lebih Mudah dengan Abakus

Setiap kelompok akan mempresentasikan hasil proyek fluida mereka secara bergantian, mulai dari perancangan, pembuatan, sampai dengan penyusunan laporan proyek mereka dan ditanggapi oleh siswa dari kelompok lain. Para siswa mengikuti kegiatan diskusi ini denagn antusias. Kegiatan ini diakhiri dengan pengambilan kesimpulan konsep fluida dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Evaluasi pengalaman belajar para siswa merupakan langkah terakhir dalam pembelajaran PjBL ini. Para siswa bersemangat untuk menceritakan pengalaman mereka, kesulitan, dan tantangan yang mereka hadapi dalam pembuatan proyek.

Mereka merasa bahwa belajar fluida menarik, tidak sekedar hitung-menghitung, tetapi dapat berkreasi menerapkan konsep-konsep fluida. Mereka juga bangga saat hasil karya mereka dipajang di laboratorium fisika, bahkan ada siswa yang memberitahukan kepada siswa kelas lain agar teman-temannya bersedia melihat hasil proyek mereka.

Penggunaan model PjBL dalam materi fluida ternyata dapat membuat para siswa tertarik untuk mempelajari fisika, terutama fluida. Hasil prestasi belajar juga bagus dilihat dari adanya peningkatan nilai penilaian harian dibandingkan dengan materi sebelumnya termasuk meningkatnya nilai rata-rata kelas. (r2/zal)

Guru SMAN 1 Jetis, Bantul, Yogyakarta

Author

Populer

Lainnya