Mari Berkarya Selagi Ada Kesempatan di Masa Digital

Oleh : Dra. C. Agni Sulistyowati

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pada materi perencanaan usaha kecil dan menengah seringkali peserta didik mengalami kesulitan dalam menentukan ide. Dan berkarya dalam berusaha secara langsung dalam menentukan rencana usaha sangat sulit untuk dilakukan.

Peserta didik tidak hanya ditekan pada berpikir, akan tetap lebih pada kreatif dan inovatif. Suatu konsep dalam materi rencana usaha. Mudah dipahami andaikan peserta didik mampu melakukan rencana usaha (bussiness plan).

Proses menentukan, misi, visi, dan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan program, dan anggaran yang diperlukan untuk menjalankan usaha atau bisnis tertentu.

Rencana usaha dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui layak tidaknya bisnis yang akan dijalankan (Ekonomi Bisnis, Maksum). Oleh karena itu rencana usaha dalam pembelajaran ekonomi bisnis peserta didik kelas X AKL semester 2 SMK 2 Semarang tujuannya agar peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam menentukan ide dan rencana usaha dengan aplikasi digital dalam belajar ekonomi bisnis.

Berdasarkan kendala yang telah diuraikan di atas, untuk menciptakan daya cipta kreatif merupakan pekerjaan yang menuntut imajinasi dan kecerdasan. Menurut Institute for Devolopment Economy and Finance (2005) ekonomi kreatif merupakan proses peningkatan nilai tambah dari hasil eksploitasi kekayaan intelektual berupa kreativitas, keahlian dan bakat individu menjadi suatu produk yang dapat dijual.

Baca juga:   Menciptakan Emosi Positif Siswa

Hasil dari produk kreatif diharapkan dapat menghasilkan pendapatan khusus untuk siswa kelas X AKL produk kreatif di bidang DKV (Desain Komunikasi Visual) merupakan jenis industri kreatif yang terkait dalam pembuatan desain.

Salah satu contoh produk kreatif sektor DKV di antaranya desain logo unik, desain brosur digital printing.

Langkah-langkah yang harus dilakukan di saat mulai awal berkarya adalah pikirkan dengan matang dan penuh persiapan. Lakukan riset mendalam, perkembangan studio, pasar yang dituju dan idealisme.
Metode pembelajaran kreatif treffinger dengan basis kematangan dengan pengetahuan siap. Sinteksis keterbukaan urutan ide penguatan, penggunaan ide kreatif konflik internal rasa pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya, kelompok kerja sama, kebebasan terbuka, rewand dapat menjadikan peserta didik lebih semangat dalam berkaya di masa digital.

Dalam rencana usaha pikirkan dengan matang, usaha apa yang akan dijalankan misal membangun sebuah studio desain adalah hal yang harus dipikirkan matang-matang penuh dengan persiapan pikirkan berkali-kali dengan cara mengerucutkan konsep-konsep yang ada di kepala peserta didik.

Tulis semua ide dan jabarkan secara lengkap. Breakdown ulang semua berkali-kali agar paham betul dengan branding yang akan dibawa oleh video peserta didik ke depannya.

Baca juga:   Efektivitas Pembelajaran PPKn secara Daring Terhadap Partisipasi Belajar Peserta Didik

Melakukan riset mendalam sendiri. Langkah ini sangat dibutuhkan karena untuk membangun desain studio yang akan berjalan secara bisnis dan idealisme yang matang dibutuhkan banyak riset.
Perkembangan studio ini berhubungan dengan segi bisnis dan konsistensi desain. Konsistensi desain ini yang kita pegang erat-erat hanya berbasis desain. Hal ini akan menentukan tolok ukur yang akan dijunjung tinggi dengan menekankan pada portofolio desain yang terbaik.

Salah satunya dengan mempertajam visi setiap waktu agar lebih baik, sehingga akan menghasilkan desain yang terbaik. Pasar yang dituju. Menurut Niche marketing hanyalah suatu ukuran kecil. Sebuah desain studio dengan identitas yang kuat dapat mengedukasi dan mengarahkan klien-klien ke arah konsep studio yang sudah ada.

Idealisme. Hal terakhir yang paling penting menjaga jati diri dan dan idealisme anda sebagai seorang desain. Menurut Table Six sebagai desain studio adalah sebuah perkumpulan yang mempunyai hati terhadap desain seutuhnya.Dengan demikian peserta didik tidak mengalami kesulitan lagi dapat membuka usaha di masa digital. (ra2/lis)

Guru SMK Negeri 2 Semarang

Author

Populer

Lainnya