Kendala Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Jumina, S. Pd. MM.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengambil sikap tegas melalui beberapa surat edaran berkaitan tentang kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19. Kebijakan pendidikan dalam masa pandemi Covid-19 berkaitan dengan kebijakan pembelajaran jarak jauh. Proses pembelajaran jarak jauh merupakan solusi yang tepat.

Pembelajaran Jarak Jauh di SMP Negeri 30 Semarang mempunyai kendala yang dihadapi. Namun ada hal yang harus diperhatikan dalam pembelajaran jarak jauh antara lain sumber daya guru harus ditingkatkan kualitasnya, baik dari segi konten maupun metodologi, juga pemanfaatan teknologi informasi. Selain itu, siswa kondisinya juga harus diperhatikan diantaranya jaringan internet yang mewadahi, kuota data, laptop dan HP.

Pelaksanaan PJJ masih banyak kendala, sekaligus menjadi tantangan bagi guru, mengingat pelaksanaan PJJ merupakan keharusan di tengah darurat pandemi Covid-19. Kendala-kendala itu diantaranya berkaitan dengan kesiapan sumber daya manusia, kurikulumnya belum tepat, dan keterbatasan sarana dan prasarana, khususnya dukungan teknologi dan jaringan internet.

Kesiapan sumber daya manusia meliputi guru, siswa, dan dukungan orang tua merupakan bagian terpenting dalam pelaksanaan PJJ (Arifa, 2020). Untuk mengatasi kendala itu, sekolah sudah mengadakan pelatihan kepada guru tentang penggunaan media pembelajaran secara online seperti penggunaan google classroom, google formulir. Selain itu sarana dan prasarana pendukung dalam proses pembelajaran seperti penguatan jaringan internet, agar proses pembelajaran jarak jauh (online) dapat terlaksana dengan maksimal.

Baca juga:   Senangnya Praktik Membuat Rangka Manusia dengan Bubur Kertas

Sikap guru terhadap siswa dalam daring di antaranya: menyikapi karakter atau watak seorang guru terhadap proses pembelajaran, menyikapi karakter atau watak seorang siswa terhadap proses pembelajaran, membantu rasa percaya diri siswa dalam proses pembelajaran, dan melakukan pembinaan kepada siswa dalam proses pembelajaran yang memiliki kendala dalam pembelajaran jarak jauh.

Prinsip-prinsip guru dalam mengajar secara professional diantaranya guru harus: Dapat membangkitkan perhatian siswa pada materi pelajaran yang diberikan serta dapat menggunakan berbagai media dan sumber belajar yang bervariasi. Dapat membangkitkan minat siswa untuk aktif dalam berpikir serta mencari dan menemukan sendiri pemecahan permasalahan yang dihadapi. Mengembangkan sikap siswa dalam membina hubungan sosial, baik itu sesama teman maupun terhadap lingkungan masyarakat. Menyelidiki dan mendalami perbedaan siswa secara individual agar dapat melayani siswa sesuai dengan kemampuannya.

Guru harus pandai mengolah kelas, agar dapat menimbulkan suasana belajar yang kondusif, memberikan motivasi kepada siswa, perhatian, bahkan harus lebih membangun komunikasi dengan orang tua siswa mengenai perkembangan siswa selama di rumah (Kemdikbud, 2013).

Mengenai proses pembimbingan siswa, guru harus siap dihubungi kapan saja dalam hal membantu siswa dalam memahami dan menyelesaikan tugas-tugasnya, memberikan teguran kepada siswa yang tidak pernah aktif di google classroom. Proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) idealnya tetap dapat mengakomodasi kebutuhan belajar siswa untuk mengembangkan bakat dan minat sesuai dengan jenjang pendidikannya. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan kesiapan guru, kurikulum, sumber belajar, serta jaringan internet sehingga komunikasi antar siswa dan guru dapat efektif.

Baca juga:   Tingkatkan Percaya Diri melalui Layanan BKp Teknik Diskusi Kelompok

Belum idealnya pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan pada kondisi darurat pembelajaran yang harus dilaksanakan. Masih terdapat berbagai kendala sehingga semua pembelajaran belum optimal. Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak terkait melakukan berbagai upaya untuk dapat mengatasi kendala yang terjadi dalam PJJ, baik dari sisi regulasi, peningkatan kesiapan pendidik, serta perluasan jaringan dan akses sumber belajar, agar dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Namun demikian, upaya tersebut perlu terus ditingkatkan agar optimalisasi PJJ tidak hanya untuk kondisi darurat seperti saat ini tetapi juga untuk dilaksanakan dalam situasi normal sesuai dengan kebutuhan belajar. Pemerintah terus berupaya mendorong sinergitas berbagai sektor terkait agar upaya peningkatan kualitas pendidikan, baik dalam masa darurat Covid-19 maupun penyelenggaraan pendidikan keberlanjutan di masa depan dapat dioptimalkan. (rs2/zal)

Guru SMPN 30 Semarang

Author

Populer

Lainnya