LKPD dengan Pendekatan Saintifik

Oleh : Nuraeni, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kesulitan belajar adalah suatu kondisi dalam pembelajaran yang ditandai dengan adanya hambatan-hambatan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Biasanya peserta didik yang mengalami kesulitan belajar akan mendapat nilai rendah.

Pelajaran kimia merupakan salah satu pelajaran di SMA yang banyak dikeluhkan sulit oleh peserta didik. Tidak terkecuali dengan peserta didik di SMA Negeri 1 Jatibarang. Banyak materi dan konsep dalam pelajaran kimia yang bersifat abstrak dan Kompleks. Selain itu penggunaan metode, media, dan bahan ajar yang kurang tepat akan mempengaruhi minat dan keberhasilan siswa dalam belajar kimia.

Salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk membuat belajar kimia itu mudah dan menyenangkan adalah dengan penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan pendekatan saintifik. Media pembelajaran ini dapat membantu pendidik memfasilitasi proses pembelajaran peserta didik, sehingga pembelajaran bisa lebih menarik dan menyenangkan.

LKPD merupakan satu sarana untuk membantu dan mempermudah dalam kegiatan belajar mengajar sehingga akan terbentuk interaksi yang efektif antara peserta didik dengan pendidik. Menurut Depdiknas (2008) LKPD adalah lembaran-lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembaran kegiatan biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. LKPD yang disusun dapat dirancang dan dikembangkan sesuai dengan kondisi dan situasi kegiatan pembelajaran yang akan dihadapi.

Baca juga:   Mendidik dengan Baik

Keuntungan penggunaan LKPD adalah memudahkan pendidik dalam melaksanakan pembelajaran. Sedangkan bagi peserta didik akan dapat belajar mandiri, belajar memahami, serta memudahkan menjalankan suatu tugas tertulis.

Dilihat dari tujuannya ada beberapa jenis LKPD. Seperti LKPD yang membantu peserta didik menemukan suatu konsep, membantu peserta didik menerapkan dan mengintegrasikan berbagai konsep yang telah ditemukan.

LKPD yang berfungsi sebagai penuntun belajar, sebagai penguatan, dan sebagai petunjuk praktikum. Jadi pendidik sebagi fasilitator haruslah dapat menentukan dan mengembangkan LKPD yang akan digunakan yang disesuaikan dengan konsep materi dan tujuan pembelajaran. LKPD yang dikembangkan haruslah sesuai dengan pendekatan saintifik (Wijayanti, 2014).

Dalam lampiran Permendikbud Nomor 81a Tahun 2013, proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik terdiri dari lima pengalaman belajar pokok. Yaitu pertama mengamati. Pengamatan dapat dilakukan dengan kegiatan melihat,menyimak,mendengar dan membaca.

Kedua menanya. Guru memberikan kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai apa yang dilihat, disimak, dibaca, dan didengar.

Ketiga mengumpulkan informasi, kegiatannya dapat berupa eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek/kejadian. Keempat, mengasosiasi/menalar, memproses informasi yang sudah dikumpulkan.

Baca juga:   Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Materi Integral dengan Zoom Meeting

Kelima, mengomunikasikan, memberi kesempatan pada peserta didik untuk mengomunikasikan apa yang telah mereka pelajari. Proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik ini akan menyentuh tiga ranah yaitu sikap, pengetahuan, dan ketrampilan.

Dengan proses yang demikian maka diharapkan melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.
Dalam pelajaran kimia sebagai salah satu mata pelajaran IPA, peserta didik dalam pembelajarannya dituntut dapat berpikir secara ilmiah, kritis. Dapat mengaitkan konsep dengan fenomena alam dan kehidupan sehari- hari.Serta dapat melakukan praktium dengan baik. Maka penggunaan LKPD dengan pendekatan saintifik sangat tepat dan membantu.

LKPD dapat digunakan oleh peserta didik sebagai media belajar mandiri. Juga dapat diterapkan sebagai media belajar dalam proses pembelajaran di kelas, di laboratorium, maupun di luar kelas. Penggunaan LKPD dengan pendekatan saintifik ini dapat mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran, meningkatkan minat peserta didik untuk belajar, dan pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajarnya. (ips2/lis)

Guru SMA Negeri 1 Jatibarang, Brebes

Author

Populer

Lainnya