Menulis Diari Sebagai Alternatif Strategi Melatih “Writing Skill” Siswa

Oleh: Sri Sarjiyati, M.Pd.B.I.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MENULIS memiliki peran sebagai medium untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan baik dalam bentuk ide gagasan, pesan, ataupun informasi lainnya. Menulis dalam bahasa Inggris, merupakan salah satu bentuk medium yang saat ini penting untuk dapat berkomunikasi dalam komunitas global. Oleh karena itu memiliki keterampilan dalam menyusun kalimat dan/ atau teks yang bermakna dalam bahasa Inggris menjadi prasyarat yang penting.

Namun, menulis dalam bahasa Inggris dipandang sebagai keterampilan yang rumit bagi siswa meski mereka telah belajar bahasa Inggris sejak duduk di bangku SMP. Penyebab terjadinya banyak kesalahan menulis dalam bahasa Inggris adalah siswa kurang menguasai struktur bahasa, kosa kata, diksi, penyusunan pola kalimat. Hal ini terjadi karena kurangnya praktik menulis secara berkelanjutan dan berkesinambungan.

Untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 1 Jetis Bantul, guru menerapkan praktik pembiasaan menulis dengan meminta siswa menulis berbagai kegiatan atau pengalaman mereka dalam diari. Menulis diari merupakan strategi tepat untuk meningkatkan kemampuan menulis karena diari dapat dijadikan media pembiasaan menuangkan ide-ide dan gagasan menulis secara berkelanjutan. Konsep teori pemerolehan bahasa mengatakan bahwa penguasaan bahasa dapat dicapai dengan proses pembiasaan.

Baca juga:   Metode Demonstrasi Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas 4 Sekolah Dasar

Untuk mampu menulis secara benar diperlukan latihan dan praktik secara berulang dan terus menerus. Dengan demikian diharapkan dengan menulis diari siswa memiliki kebiasaaan menulis dan akhirya mampu membuat sebuat produk karya tulisan dalam bahasa Inggris secara benar.

Langkah-langkah yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran menulis diari adalah pertama membekali siswa dengan berbagai latihan menulis kalimat sederhana dengan menerapkan struktur bahasa, pola kalimat, dan kosa kata dengan benar. Selanjutnya siswa diperkenalkan topik-topik menarik seperti deskripsi keluarga, pengalamaan selama liburan, pengalaman masa lalu, kegiatan yang dilakukan sehari-hari, dan topik-topik lain menarik.

Setelah kegiatan menulis selama dua hari, siswa wajib mengumpulkan produk tulisan melalui Google Classroom dan guru mengoreksi pekerjaan siswa dengan memberikan komentar-komentar positif, pembetulan kesalahan, ataupun umpan balik secara rutin. Kegiatan menulis dilakukan berturut-turut selama tiga minggu dengan topik yang berbeda dan hasil koreksi diserahkan kepada siswa kembali. Siswa wajib mempelajari letak kesalahan dan menulis ulang kembali pembetulan kalimat-kalimat dalam paragraf.

Baca juga:   Tingkatkan Keterampilan Menulis Teks Narrative Bahasa Inggris melalui Teknik Cloze Procedure

Dari kegiatan menulis diari secara rutin dan berkelanjutan, siswa diminta merespon dengan menuliskan tanggapan tentang kegiatan pembelajaran menulis diari dalam bahasa Inggris. Didapati sekitar 85 persen dari 36 siswa menyatakan bahwa mereka senang dan suka dengan menulis diari karena tertantang dengan ide-ide yang ingin dituangkan. Dengan menulis diari siswa merasa mampu meningkatkan kemampuan menulis dalam bahasa Inggris mereka. Sementara 25 persen yang lain mengatakan jenuh karena sulit memunculkan ide, tidak mampu mengembangkan ide kalimat, dan kekurangan kosa kata.

Dari proses pembelajaran menulis diari dapat disimpulkan bahwa praktik pembiasaan menulis menjadi strategi yang tepat untuk menuangkan gagasan-gagasan dan pendapat siswa. Sedangkan umpan balik guru sangatlah penting sebagai motivasi, penyemangat, dan sekaligus koreksi kesalahan yang akhirnya siswa mampu memahami bagaimana menulis dalam bahasa Inggris secara benar. Dengan demikian diharapkan menulis diari ini menjadi salah satu metode alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis bahasa Inggris siswa sekaligus menjadi media mengekspresikan ide gagasan dalam sebuah karya tulisan. (ag2/zal)

Guru SMAN 1 Jetis Bantul

Author

Populer

Lainnya