Blended Learning dengan Google Classroom pada Mapel PKKWU

Oleh: Edy Siswanto, S.Pd., M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SEKALIPUN uji coba pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT), sudah dimulai, nampaknya pembelajaran online tidak akan hilang. Bahkan menjadi kebutuhan sosial dan trend, sesuai tuntutan dan kemajuan teknologi. Guru menguasai E-Learning menjadi keharusan diera teknologi digital 4.0 dan society 5.0.

Kebijakan ini mengakibatkan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak lagi dilakukan selalu tatap muka di kelas, Namun bisa gabungan (blended learning). Hal ini memaksa guru berinovasi dan selalu upgrade kemampuan IT nya.

E-learning merupakan pemanfaatan media pembelajaran menggunakan internet, untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Setiap metode pembelajaran harus mengandung rumusan pengorganisasian bahan pelajaran, strategi penyampaian, dan pengelolaan kegiatan dengan memperhatikan faktor tujuan belajar, hambatan belajar, karakteristik peserta didik, agar dapat diperoleh efektivitas, efisiensi, dan daya tarik pembelajaran (Miarso, 2004).

Sebagai solusi KBM yang selama konvensional, ceramah maupun pemberian tugas. Dikombinasikan antara metode konvensional dengan e-learning atau sering disebut blanded learning. Disamping itu guru dapat memberikan tugas, menilai peserta didik dalam kelompok GC

Menurut Semler (2005) “Blended learning combines the best aspects of online learning, structured face-to-face activities, and real world practice. Online learning systems, classroom training, and on-the-job experience have major drawbacks by themselves. The blended learning approach uses the strengths of each to counter the others’ weaknesses.”

Salah satu solusi yang bisa dimanfaatkan guru dalam pembelajaran blended learning lebih mudah, diterima peserta didik adalah dengan kelas maya “Google Classroom” (GC). Memudahkan siswa dan guru terhubung. Sebagai platform pembelajaran campuran (blended) yang dikembangkan google, bertujuan menyederhanakan pembuatan, pendistribusian dan penetapan tugas dengan “tanpa kertas”.

Baca juga:   Pembelajaran Daring PJOK dengan Google Classroom

Sebagai salah satu produk dari google tak berbayar (gratis) lebih ringan dibanding aplikasi platform online lainnya. Peserta didik lebih mudah mengaksesnya, tak perlu band with besar. Membantu guru dan peserta didik ditengah era pandemi, mengorganisasi kelas serta berkomunikasi tanpa harus terikat dengan jadwal mata pelajaran (mapel) di kelas.

Dengan pemanfaatan GC, pembelajaran menjadi interaktif dan menyenangkan. Peserta didik lebih memahami penjelasan dari guru dan diskusi dengan temannya. Terbentuk kemandirian pada diri peserta didik karena dapat berkontribusi pembelajaran sehingga tidak menjadikan pendidik sebagai satu-satunya sumber belajar, dan siswa belajar dimana saja. Guru membuat kelas maya, mengajak siswa gabung dalam kelas, memberikan informasi terkait proses KBM.

Demikian penulis saat memberikan materi ajar Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKKWU) di Kelas XI TKRO yang ada tiga kelas, dengan blended learing pendekatan Projek Based Learning (PBL) dengan pendekatan Teaching Factory (Tefa) di SMK Negeri 4 Kendal. Materi di GC bisa dipelajari baik berupa file paparan maupun video pembelajaran, memberikan tugas, membuat jadwal pengumpulan tugas dan lain-lain.

Beberapa manfaat GC, menyiapkan peserta didik mengikuti proses pembelajaran interaktif di sekolah. Menumbuhkan karakter mandiri dan tanggung Jawab, serta cerdas dan berperilaku baik dalam menggunakan smatrhphone/android. Menjadikan generasi milenial tak hanya main game saja, namun menjadikan teknologi untuk hal yang positif.

Baca juga:   Collaborative Learning Game Education Efektif untuk Pembelajaran IPA secara Daring

Peserta didik merasa lebih nyaman dan aktif dalam mengkonstruksi pengetahuannya. Guru dapat memanfaatkan berbagai fitur yang terdapat dalam GC seperti assignments, grading, communication, time-cost, archive course, mobile application, dan privacy.

Implementasi pembelajaran dengan GC lebih memudahkan dalam mengevaluasi keterlaksanaan KBM baik di kelas maupun diluar kelas.
Media pembelajaran dapat menambah lebih menarik, tampilan materi lebih jelas dan mudah diakses sehingga motivasi dan minat peserta didik lebih meningkat. Peserta didik fokus mengikuti materi yang disajikan, sehingga diharapkan efektivitas belajar akan meningkat pula.

Bisa disimpulkan bahwa pembelajaran E-Learning dengan GC yang ada di googleworkspace for education dapat membantu peserta didik meningkatkan pemahaman materi dan memperluas sumber ajar maupun menambah aktivitas belajar, serta membantu guru dalam mengefisienkan waktu pembelajaran di dalam kelas. Selain itu dapat dimanfaatkan untuk proses pembelajaran dan meningkatkan aktivitas belajar.

GC juga dapat dimanfaatkan sebagai media promosi sekolah di publik dan juga media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas pembelajaran online Google Workspace For Education. Mempermudah peserta didik dalam pembelajaran, mengerjakan tugas-tugas, dan evaluasi pembelajaran. Kedepan setelah semua peserta didik mendapatkan akun belajar.id, akan lebih mudah lagi dalam mengakses dan terhubung dengan konten pembelajaran dari Kemendikbudristek. (rs2/zal)

Guru SMKN 4 Kendal

Author

Populer

Lainnya