Pendekatan Induktif dapat Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Oleh : Tri Wardoyo, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dalam kegiatan belajar mengajar sangat diperlukannya interaksi antara guru dan murid yang memiliki tujuan. Agar tujuan ini dapat tercapai sesuai dengan target dari guru itu sendiri, maka sangatlah perlu terjadi interaksi positif yang terjadi antara guru dan murid. Dalam interaksi ini, sangat perlu bagi guru untuk membuat interaksi antara kedua belah pihak berjalan dengan menyenangkan dan tidak membosankan.

Hal ini selain agar mencapai target dari guru itu sendiri, siswa juga menjadi menyenangkan dalam kegiatan belajar mengajar, serta lebih merasa bersahabat dengan guru yang mengajar.

Sehingga dalam mengajar diperlukan pendekatan dalam pembelajaran, pendidik harus pandai menggunakan pendekatan secara arif dan bijaksana. Pandangan guru terhadap anak didik akan menentukan sikap dan perbuatan. Dalam sebuah pembelajaran yang baik guru berperan sebagai pembimbing dan fasilitator.

Dalam peranannya sebagai pembimbing, guru berusaha menghidupkan dan memberikan motivasi agar terjadi proses interaksi yang kondusif. Guru sebagai fasilitator, guru berusaha memberikan fasilitas yang baik melalui pendekatan-pendekatan yang dilakukan. Penulis menerapkan salah satu pendekatan induktif di SDN 01 Api-Api kelas 6, bertujuan untuk menghidupkan dan memberikan motivasi kepada siswa agar terjadi proses interaksi yang kondusif dalam pembelajaran.

Baca juga:   Dengan VN Belajar Nembang Jadi Gampang

Pembelajaran induktif adalah sebuah penalaran yang bermula dari khusus (pengamatan, ukuran, data) ke umum (aturan, hukum, teori-teori). Model berpikir induktif dirancang untuk melatih siswa dalam membentuk konsep dan sekaligus menggeneralisasikan konsep-konsep. Model ini juga membentuk perhatian siswa untuk fokus pada logika, bahasa dan arti kata-kata dan sifat pengetahuan (Joyce, 2009).

Karakteristik atau ciri dari pendekatan ini meliputi: Satu, dimulai dengan melakukan pengamatan terhadap hal-hal yang bersifat khusus, kemudian siswa dibimbing guru untuk dapat menyimpulkan generalisasinya (prinsip, hukum yang mengatur hal-hal khusus tersebut). Kedua, kegiatan utama siswa adalah: mengamati, menyelidiki, memeriksa, memikirkan, dan menganalisis berdasarkan kemampuan masing-masing hal-hal yang bersifat khusus dan membangun konsep atau generalisasi atau sifat-sifat umum berdasar hal-hal khusus tersebut.

Ketiga, siswa memiliki kesempatan ikut aktif di dalam menemukan suatu rumus atau formula umum yang diperoleh dari penyelidikan contoh-contoh khususnya. Keempat, memiliki semangat untuk menemukan, adanya kesadaran akan hakikat pengetahuan, dan mampu berpikir logis. Kelima, menemukan dan memahami rumus atau teorema tersebut membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Baca juga:   Inovasi Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Sedangkan langkah-langkah yang dapat digunakan dalam pendekatan induktif adalah menurut Mudjiono, 2006 antara lain : Satu, memilih konsep, prinsip, aturan yang akan disajikan dengan pendekatan induktif. Kedua, menyajikan contoh-contoh khusus konsep, prinsip atau aturan itu yang memungkinkan siswa memperkirakan (hipotesis) sifat umum yang terkandung dalam contoh-contoh itu. Ketiga, disajikan bukti-bukti yang berupa contoh tambahan untuk menunjang atau menyangkal perkiraan itu. Keempat, disusun pertanyaan mengenai sifat umum yang telah terbukti berdasarkan langkah-langkah terdahulu.

Dari usaha penulis menerapkan pendekatan induktif di kelas 6 SDN 01 Api-Api akhirnya tercapai. Semakin hari peserta didik semangat belajar meningkat, hal ini berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. (ct3/ton)

Guru Kelas VI SDN 01 Api-Api Kec. Wonokerto Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya