Metode Kooperatif ST Bikin Kreatif Siswa Pelajari Matematika

Oleh: Suryani, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh seseorang dalam memahami serta menginterpretasikan suatu pembelajaran agar lebih membangun potensi serta tindak perilaku. Dalam hal ini, proses mendidik dan dididik merupakan perbuatan fundamental yang dilaksanakan oleh guru dan siswa. Pendidik (guru) berperan sebagai seseorang yang bukan hanya mentransfer atau memindahkan suatu informasi (ilmu pengetahuan).

Akan tetapi, pendidik memiliki tugas dalam mengembangkan potensi serta membentuk sikap dan perilaku peserta didik yang mencakup moral, pengetahuan, keterampilan dan lain sebagainya. Sedangkan siswa memiliki peran dalam memahami serta mengimplemantasikan apa yang diperoleh dari proses didikan tersebut ke dalam kehidupan dan lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini, pendidikan adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan suatu potensi yang dimiliki.

Pengajaran hendaknya memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan aktivitas berupa pekerjaan yang harus diselesaikan atau masalah-masalah yang harus dipecahkan atas dasar kemampuan siswa sendiri.

Agar siswa dapat melakukan aktivitas tersebut maka mereka hendaknya diberikan tugas individu maupun tugas kelompok. Namun kenyataannya di dalam pembelajaran matematika, dominasi guru masih tinggi, guru kurang memperhatikan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Padahal semua pokok bahasan dalam mata pelajaran matematika selalu memuat soal-soal yang harus diselesaikan. Sebagai guru perlu memaksimalkan potensi siswa, maka guru berusaha mencari ide agar potensi siswa dapat maksimal.

Baca juga:   Pembelajaran Matematika Aritmatika Sosial dengan Anchored Instruction

Sehingga penulis menerapkan suatu model pembelajaran yang kreatif dan asyik, yaitu menggunakan model ST (Snowball Throwing). Menurut Bayor adalah suatu metode pembelajaran yang diawali dengan pembentukan kelompok yang diwakili oleh ketua kelompok untuk mendapat tugas dari guru, kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh.

Menurut Suprijono (2010), langkah-langkah model pembelajaran snowball throwing, diantaranya yaitu: Satu, Guru menyampaikan tentang materi yang akan disajikan dalam pembelajaran yang dilakukan. Kedua, Kemudian, guru membentuk kelompok-kelompok, setelah kelompok terbentuk, guru memanggil ketua dari masing-masing kelompok untuk diberikan beberapa penjelasan tentang materi yang akan diajarkan. Ketiga, Setelah memperoleh pengarahan dari guru, masing-masing ketua kelompok kembali kedalam kelompoknya. Ketua kelompok selanjutnya menjelaskan tentang materi yang telah diperoleh dan dijelaskan dari guru pada teman-teman dalam kelompoknya.

Keempat, Selanjutnya siswa yang berada dalam kelompok, masing-masing diberikan satu lembar kertas. Kertas tersebut digunakan untuk menuliskan tentang satu pertanyaan. Pertanyaan yang dituliskan berhubungan dengan materi yang telah dijelaskan oleh masing-masing ketua kelompok. Kelima, Kertas yang dituliskan pertanyaan oleh masing-masing siswa tersebut, selanjutnya dibuat seperti bola, kertas tersebut dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain. Keenam, Siswa yang memperoleh lemparan bola selanjutnya diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang tertulis didalam kertas tersebut. Ketujuh, Guru melakukan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.

Baca juga:   Belajar IPS Kreatif dan Menyenangkan dengan Peta Minda

Metode pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing ini menggabungkan antara diskusi dan permainan, sehingga dapat memotivasi siswa untuk aktif berperan serta dalam pembelajaran dan tidak merasa jenuh dan bosan. Pembelajaran tipe ini mengharuskan siswa untuk membuat pertanyaan dan menjawab pertanyaan di depan kelas. Sehingga Mendorong siswa untuk lebih aktif dan kreatif dalam pembelajaran. Terbukti peserta didik SDN Karangjati kelas 6 hasil belajarnya meningkat dibandingkan pembelajaran matematika sebelum menggunakan metode ini. (ct3/zal)

Guru SDN Karangjati, Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya