Menarik, Belajar Tema Amati secara Langsung dengan Metode Demonstrasi

Oleh: Indah Hesti, S.Pd.SD

spot_img

Kondisi pembelajaran yang terus menerus seperti itu membuat siswa tidak mampu mencapai kompetensi yang seharusnya dicapai. Siswa akan cenderung bosan dan jenuh dengan rutinitas yang itu-itu saja, tidak ada sesuatu yang bisa membuat mereka antusias terhadap pelajaran.

Hal ini jelas dapat menghambat siswa dalam mengeksplorasi dirinya, menghambat mereka dalam menuangkan kreatifitasnya, dan masih banyak kerugian-kerugian yang lain yang dapat menghambat pertumbuhan kognitif, psikomotorik, dan afektif siswa

Demikian juga dengan para guru yang tidak dibekali dengan metodologi yang variatif dalam melaksanakan proses pembelajaran sehingga dalam penyampaian materi cenderung membosankan.

Pikiran para guru hanya dipenuhi dengan bagaimana mengajarkan materi tersebut sehingga sesuai dengan kurikulum dan sedapat mungkin mengejar target sehingga materi-materi tersebut dapat selesai sebelum UAS, bahkan terkadang ada pula beberapa guru yang kurang menguasai materi.

Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, guru dalam mengajar tentunya mempergunakan metode yang bervariasi sesuai dengan materi yang diajarkan. Sebagai contoh dalam pembelajaran salat lebih tepat menggunakan metode demonstrasi. Sebab dengan guru memperagakan atau mempraktikkan salat kemudian peserta didik kelas 4 SDN 02 Menjangan Kecamatan Bojong, menirukan hasilnya akan lebih efektif dan mudah dipahami oleh peserta didik.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Teks Nonfiksi dengan Metode Talking Stick

Metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang sangat efektif, karena dapat membantu peserta didik untuk melihat secara langsung proses terjadinya. Pius A. Partanto menjelaskan, demonstrasi berarti unjuk rasa, tindakan bersama-sama untuk menyatakan proses pertunjukan mengenai cara penggunaan suatu hal.

Langkah-langkah menggunakan metode demonstrasi : Pertama, tahap persiapan. Ada beberapa hal yang harus dilakukan: rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses demonstrasi berakhir, persiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan, lakukan uji coba demonstrasi. Kedua, tahap pelaksanaan.

Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya: aturlah tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan, kemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa, kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi. Ketiga, langkah pelaksanaan demonstrasi.

Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui pertanyaan-pertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga mendorong siswa untuk tertarik memperhatikan demonstrasi. Ciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan. Yakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memerhatikan reaksi seluruh siswa.

Baca juga:   Metode Talking Stick Tingkatkan Belajar Bahaya Narkoba

Berikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu. Keempat, apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran.

Proses pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tak hanya mendengar, tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi. Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan. Dengan demikian siswa akan lebih meyakini kebenaran materi pembelajaran.

Guru Kelas IV SDN 02 Menjangan Kec. Bojong Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya