Meningkatkan Literasi Digital Siswa di Era Digitalisasi

Oleh: Theresia Danik Kristanti, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Mengapa kita perlu belajar Literasi Digital? Pada dasarnya kita semua adalah pemakai digital. Kita setiap hari harus bersinggungan dengan dunia digital, terlebih lagi waktu PJJ saat ini. Kita menggunakan teknologi, HP, laptop. kita menggunakan sofwarenya gmeet, zoom dsb itu berarti kita termasuk dalam pengguna digital.

Semua orang bisa disebut sebagai pengguna digital tetapi tidak semua orang bisa disebut orang literat digital. Dikatakan sebagai literat digital apabila bisa menggunakan berbagai hal dalam dunia digital dengan bijak, dengan cerdas, dengan patuh terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.

Untuk meningkatkan Literasi Digital pemerintah telah mengupayakan pembangunan konektivitas digital dan talent digital melalui berbagai program. Salah satu programnya adalah Gerakan Nasional Literasi Digital yang serempak dilaksanakan di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota di Indonesia.

Kegiatan ini dimulai pada tanggal 20 Mei 2021 bertepatan dengan peringatan Hari kebangkitan Nasional dengan tema Indonesia Makin Cakap Digital. Warga SMP Negeri 6 Semarang ikut berperan serta dalam kegiatan ini dengan mengikuti webinar Makin Cakap Digital – Semarang Semakin Hebat pada bulan Agustus 2021.

Literasi Digital adalah Pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Empat pilar Literasi Digital yang perlu dipahami oleh siswa yaitu Digital Skill (Kecakapan Digital), Digital Ethics (Etika Digital), Digital Cultur (Budaya Digital), dan Digital Safety (Keamanan Digital). (www.kominfo.go.id).

Baca juga:   Cara Efektif Balajar Biologi dengan Metode Hypnoteaching

Digital Skill (Kecakapan Digital), kemampuan siswa dalam memproses berbagai informasi, memahami pesan, dan berkomunikasi efektif dengan orang lain dalam berbagai bentuk. Kecakapan digital yang perlu dimiliki di masa Pandemi Covid 19 ini meliputi kecakapan dalam menggunakan aplikasi yang mendukung pembelajaran, kecakapan menggunakan aplikasi digital marketing, dan kecakapan menggunakan aplikasi untuk membuat konten-konten kreatif. Digital Ethics (Etika Digital), sekumpulan azaz atau nilai yang berkenaan dengan akhlak, tata cara, (adat, sopan santun) nilai mengenai benar dan salah, hak dan kewajiban tentang pemanfaatan TIK melalui media online dan digital. Digital Culture (Budaya Digital), sudah menjadi tatanan kehidupan baru masyarakat.

Sebagai gagasan yang bersumber pada penggunaan teknologi dan internet. Hal itu membentuk cara masyarakat berinteraksi, berperilaku, berpikir, dan berkomunikasi sebagai manusia dalam lingkungan masyarakat (Mochamad Azis Nasution dalam Kompas.com). Digital Safety (Keamanan Digital), konsep penggunaan internet secara bijak dan sesuai dengan etika atau norma yang berlaku, tanpa membahayakan keamanan diri sendiri ataupun orang lain.

Baca juga:   Pentingnya Unggah-Ungguh dalam Penguatan Karakter Siswa

Peningkatan Literasi Digital di Lingkungan Sekolah dapat dilakukan dengan cara penambahan bahan bacaan literasi digital di perpustakaan, penggunaan aplikasi-aplikasi edukatif sebagai sumber belajar warga sekolah, penyediaan situs-situs edukatif sebagai sumber belajar warga sekolah, dan pembuatan mading sekolah dan mading kelas. Kita terus meningkatkan literasi digital untuk menyiapkan masyarakat terutama para siswa agar menggunakan internet dengan baik, aman, bertanggung jawab, bebas dari misinformasi dan disinformasi, memerangi hoaks berita bohong.

Literasi Digital yang baik akan mendorong pemantapan teknologi digital ke arah yang positif, meningkatnya produktivitas, pembelajaran jarak jauh, mendorong kegiatan sosial, filantropi, penggalangan donasi untuk kemanusiaan, meningkatkan gerakan kepedulian, solidaritas dan gotong royong. Dahulu, memiliki kemampuan dasar bisa membaca dan menulis mungkin sudah cukup, sekarang, setiap orang yang terkoneksi ke internet, juga dituntut untuk memiliki kecakapan digital. (ips2/ton)

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 6 Semarang

Author

Populer

Lainnya