Belajar Penyetaraan Redoks dengan Setengah Reaksi

Oleh: Aliya Rahma Sahara

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN merupakan proses dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik dan belajar dilakukan oleh siswa sebagai peserta didik. Kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Pembelajaran kimia tidak lepas dari pengertian pembelajaran dan ilmu kimia itu sendiri.

Reaksi redoks adalah reaksi kimia yang melibatkan perubahan bilangan oksidasi. Reaksi ini merupakan reaksi gabungan dari setengah reaksi reduksi dan setengah reaksi oksidasi. Reaksi reduksi adalah reaksi penerimaan elektron sehingga terjadi penurunan bilangan oksidasi. Sedangkan reaksi oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron sehingga terjadi kenaikan bilangan oksidasi.

Spesi yang mengalami oksidasi disebut reduktor dan spesi yang mengalami reduksi disebut oksidator. Pada suatu reaksi kimia yang lengkap reaksi oksidasi selalu diikuti oleh reaksi reduksi sehingga reaksi disebut reaksi redoks.

Persamaan reaksi redoks dikatakan setara jika jumlah atom dan jumlah muatan di ruas kiri sama dengan jumlah atom dan jumlah muatan di ruas kanan. Pada dasarnya reaksi redoks berlangsung di dalam pelarut air sehingga penyetaraan persamaan reaksi selalu melibatkan ion OH- dan H+.

Baca juga:   Lingkar Terpilih Strategi dalam Pembelajaran Tematik

Pada kesempatan ini kita akan membahas penyetaraan reaksi redoks dengan cara setengah reaksi. Metode setengah reaksi berdasarkan prinsip bahwa jumlah elektron yang dilepaskan pada setengah reaksi oksidasi sama dengan jumlah elektron yang diserap pada setengan reaksi reduksi.

Penyetaraan persamaan reaksi redoks pada cara ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut menentukan reaksi dalam bentuk reaksi ion dan membagi reaksi menjadi 2 bagian, yaitu: a. Setengah reaksi oksidasi b. Setengah reaksi reduksi kemudian menuliskan persamaan setengah reaksinya Penyelesaian dilakukan untuk setiap bagian, dilanjutkan dengan penyetaraan jumlah elektron yang terlibat pada bagian a dan b, setelah menyetarakan unsur-unsur yang mengalami reaksi redoks Langkah berikutnya yaitu menyetarakan atom O dengan ketentuan: Pada suasana asam menambahkan H2O pada ruas yang kekurangan atom O sejumlah kekurangannya.

Pada suasana basa menambahkan H2O pada ruas yang kelebihan atom O sejumlah kelebihannya, setelah atom O sudah setara Langkah berikutnya yaitu menyetarakan atom H dengan ketentuan: Pada suasana asam menambahkan ion H+ pada ruas yang kekurangan atom H sejumlah kekurangannya, dan Pada suasana basa menambahkan ion OH- pada ruasyang kekurangan atom H sejumlah kekurangannya.

Baca juga:   Kerbau Sibandika membantu Siswa dalam Pembelajaran Akuntansi

Langkah berikutnya setelah atom H setara yaitu menyetaran muatan kedua setengah reaksi dengan menambahkan elektron untuk yang oksidasi penambahan electron di kanan tanda panah dan untuk yang reduksi penambahan electron di kiri tanda panah setelah itu menyetarakan jumlah elektron dengan cara mengkalikan dengan bilangan bulat untuk memperoleh jumlah elektron yang sama jumlahnya, pengkalian berlaku untuk semua atom yang ada di setengah reaksi tersebut dan setelah jumlah elektronnya sama Langkah berikutnya adalah menuliskan ion-ion yang tidak terlibat dalam reaksi redoks, kemudian menjumlahkannya dan menggabungkan ion-ion tersebut menjadi molekul dan reaksi sudah setara. Seperti di SMAN 1 Ulujami, Pemalang. (ra1/zal)

Guru SMAN 1 Ulujami Pemalang

Author

Populer

Lainnya