Gerakan Literasi Sekolah Mesem Meningkatkan Minat Baca Siswa

Oleh : Rochimah, S.Pd. SD., M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan upaya yang berbentuk kegiatan partisipatif dengan melibatkan warga sekolah agar peserta didik terbiasa membaca. Sedangkan mesem adalah kepanjangan dari membaca sepuluh menit.

Jadi Gerakan Literasi Sekolah Mesem adalah kegiatan partisipatif yang melibatkan warga sekolah agar peseerta didik terbiasa membaca buku selama sepuluh menit sebelum jam pelajaran dimulai. Kegiatan membaca ini sangat diperlukan karena kemampuan literasi pelajar di sekolah cukup memprihatinkan. Perpustakaan yang seharusnya dijadikan tempat untuk membaca buku hanya dijadikan tempat menyimpan buku saja.

Rendahnya minat membaca siswa disebabkan oleh berbagai faktor. Yaitu (1) kurikulum pendidikan dan sistem pembelajaran yang belum mendukung. (2) banyak hiburan, permainan game, dan tayangan TV yang tidak mendidik (3) dukungan dari keluarga yang masih rendah. (4) sarana untuk memperoleh bahan bacaan masih minim. Penerapan strategi pengembangan minat baca perlu dilakukan salah satunya yaitu dengan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah.

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) terdapat dalam Peraturan Kementerian Nomor 23 tahun 2015 yang berisi tentang penumbuhan budi pekerti. Salah satu kegiatannya adalah membaca sekitar 10 menit ketika hendak memulai pembelajaran. Gerakan literasi ini sangat penting, karena dengan melaksanakan kegiatan ini, budaya membaca dan menulis akan semakin tumbuh. Selain itu, gerakan literasi sekolah ini diharapkan juga dapat memberi motivasi kepada peserta didik yang belum bisa membaca menjadi bisa membaca, dan yang sudah lancar membaca termotivasi untuk aktif membaca sehingga kegemaran dan minat bacanya meningkat.

Baca juga:   Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Recount dengan LSB

Tujuan GLS menurut Retnaningdiyah dkk. (2016:2) yaitu sebagai berikut: a) Tujuan umum: menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik yang diwujudkan dalam GLS agar menjadi pembelajar sepanjang hayat. b) Tujuan khususnya yaitu: menumbuhkembangkan budaya literasi, kapasitas warga dan lingkungan sekolah literat menjadi meningkat, agar sekolah menjadi menyenangkan dan ramah anak sehingga pengetahuan warga sekolah dapat terkelola dan keberlanjutan.

Penerapan GLS Mesem dilaksanakan di SD Negeri Bungo 1 Kecamatan Wedung Kabupaten Demak sejak lima tahun yang lalu. Kegiatan membaca sepuluh menit ini dilaksanakan secara serentak dalam waktu bersamaan mulai kelas 1 sampai dengan kelas 6 pada saat sebelum jam pelajaran pertama dimulai. Pelaksanaannya di kelas masing-masing dengan dipandu oleh guru kelas atau guru mata pelajaran yang mengajar pada saat jam pertama. Siswa bebas memilih buku bacaan yang ia sukai. Jika dalam waktu 10 menit belum selesai, maka dilanjutkan membaca buku yang sama di hari berikutnya.

Setelah selesai satu buku, siswa lapor kepada guru dan mencatat judul buku yang telah dibacanya di buku tabungan literasi. Selanjutnya siswa membaca buku yang lain di hari berikutnya. Setiap bulan guru kelas mengumumkan hasil tabungan literasi yang telah dicapai siswa. Sebagai reward kepada sang juara, sekolah memberikan piagam penghargaan setiap semester dan diserahkan pada saat upacara bendera hari Senin.

Baca juga:   Olahraga Sederhana di Rumah Selama Masa Pandemi

Untuk memenuhi kegiatan GSL Mesem ini, setiap kelas dibuatkan sudut baca dengan fasilitas buku-buku perpustakaan non pelajaran. Buku-buku yang disediakan disesuaikan dengan jenjang kelas dan usia siswa. Buku untuk kelas 1 berbeda dengan buku untuk kelas 2. Buku untuk 2 berbeda dengan buku untuk kelas 3.

Begitu seterusnya sampai buku yang disediakan di kelas 6. Untuk keamanan dan ketertiban, buku-buku di sudut baca masing-masing kelas diinventarisir oleh guru kelas sebagai penanggungjawab. Secara berkala guru kelas laporan kepada petugas perpustakaan untuk mengembalikan dan meminjam buku kembali. (ra2/ton)

Kepala Sekolah SD Negeri Bungo 1 Wedung

Author

Populer

Lainnya