Efektifkan Pembelajaran di Masa Pandemi dengan Strategi Komunikasi

Oleh : Panca Wiji Mardiningrum, S.Pd.SD.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19) sudah menjadi pandemi dunia, hal ini memaksa hampir semua sektor merubah pola aktivitasnya. Termasuk sektor pendidikan. Selama pandemi ini belum berakhir dan situasi dinyatakan aman, pembelajaran dalam jaringan (daring)/online akan terus diberlakukan. Itu artinya mau tidak mau, suka tidak suka guru, siswa dan juga orang tua harus berkecimpung dalam dunia cyber selama waktu yang tidak bisa ditentukan. Situasi pembelajaran dengan model daring ini memberi kesempatan untuk mentransformasi pendidikan kita. Semua guru harus bisa mengajar jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi.

Permasalahan yang timbul dari sisi siswa kelas 6 SDN 01 Sijambe adalah semakin hari guru merasakan adanya penurunan motivasi belajar siswa. Akibatnya berdampak pada hasil belajar yang tidak maksimal. Sementara itu pembelajaran secara online tetap harus bisa menjaga motivasi belajar dan mendorong siswa untuk tetap kreatif mengakses sebanyak mungkin sumber pengetahuan, menghasilkan karya, mengasah wawasan dan ujungnya membentuk siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat. Pembelajaran online bukan sekadar memberikan tugas atau memindahkan materi melalui jaringan internet, kemudian selesai.

Baca juga:   Perkembangan Alat Pembayaran Nontunai

Komunikasi pembelajaran yang efektif menjadi harapan guru-guru di Indonesia, tentunya juga harus menggunakan strategi komunikasi efektif agar proses interaksi atau proses penerapan komunikasi pembelajaran tersebut berjalan dengan baik dan bekerja dengan maksimal. Terdapat empat ciri pokok dalam komunikasi melalui media, terutama bagi media massa, yaitu: bersifat tidak langsung, artinya harus melalui media teknis. Bersifat satu arah, artinya tidak ada reaksi antara para peserta komunikasi. Bersifat terbuka, artinya ditunjukkan kepada publik yang terbatas dan anonim dan mempunyai publik yang secara geografis terbesar.

Dalam melakukan pendekatan komunikasi personal menurut Djamarah (2005, 165) dalam Zain (2017) guru harus melakukan beberapa hal diantaranya adalah: mendengarkan secara simpati dan menanggapi secara positif pikiran anak didik dan membuat hubungan saling percaya, membantu anak didik dengan pendekatan verbal dan pendekatan nonverbal, membantu anak didik tanpa harus mendominasi atau mengambil alih tugas, menerima perasaan anak didik sebagaimana adanya atau menerima perbedaannya dengan penuh perhatian, menangani anak didik dengan rasa aman, penuh pengertian, dan mungkin memberikan beberapa alternatif pemecahan.

Baca juga:   Perangsang Siswa Aktif Belajar Globalisasi dengan Metode ST

Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam menyusun pesan dalam pembelajaran yaitu: Pertama, pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian sasaran. Kedua, pesan harus menggunakan tanda-tanda yang tertuju kepada pengalaman yang sama antara sumber dan sasaran, sehingga sama-sama dapat dimengerti. Ketiga, pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi pihak sasaran dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan itu. Keempat, pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh suatu kebutuhan yang layak bagi situasi kelompok dimana sasaran pada saat digerakkan untuk memberi jawaban yang dikehendaki.

Harapan penulis menggunakan strategi komunikasi dalam pembelajaran di kelas 6 SDN 01 Sijambe, akan semakin mempermudah siswa untuk melakukan komunikasi pembelajaran yang saat ini masih model daring dapat berjalan dengan baik, efektif serta tepat sasaran. (ct3/ton)

Guru Kelas 6 SDN 01 Sijambe Kec. Wonokerto Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya