Memilih Metode Pembelajaran pada Masa Pandemi

Oleh : Ilham Subur Jatmiko, S.Pd. M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Setelah munculnya wabah Covid-19 di belahan bumi, sistem pendidikan pun mulai mencari suatu inovasi untuk proses kegiatan belajar mengajar. Pada masa pandemi ini banyak guru yang kesulitan menentukan metode pebelajaran yang sesuai dengan keadaan lingkungan di sekolah dan di rumah pesertaa didik. Demikian juga yang di alami guru- guru di lingkungan SMPN 41 Semarang. Di sini kami akan memberikan beberapa alternatif metode pembelajaran yang di rasa sesuai dengan masa pandemic.

1) Project Based Learning. Adalah satu model pembelajaran yang dapat dikembangkan adalah Project Base Learning (PJBL) yang disesuaikan dengan kondisi pandemi, dimana peserta didik belajar dari rumah. Menurut Hasibuan dan Medjiono, 2006, pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri bagi siswa melalui berbagai aktivitas belajar. Maka dengan model Project Based Learning diharapkan peserta didik akan berperan aktif dalam pembelajaran meskipun dalam kondisi Pandemi Covid–19.

2) Daring Method. Dilansir dari Kumparan, Kemendikbud mengungkapkan bahwa metode daring bisa mengantasi permasalahan yang terjadi selama pandemi ini berlangsung. Metode ini rupanya bisa membuat para siswa untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di rumah dengan baik. Seperti halnya membuat konten dengan memanfaatkan barang-barang di sekitar rumah maupun mengerjakan seluruh kegiatan belajar melalui sistem online.

Baca juga:   Meningkatkan Minat Siswa Bercerita melalui Teknik Copy The Master

3) Luring Method. Luring yang dimaksud pada model pembelajaran yang dilakukan di luar jaringan. Dalam artian, pembelajaran yang satu ini dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan zonasi dan protokol kesehatan yang berlaku. Dalam metode yang satu ini, siswa akan diajar secara bergiliran (shift model) agar menghindari kerumunan. Dikutip dari Kumparan, model pembelajaran Luring ini disarankan oleh Mendikbud untuk memenuhi penyederhanaan kurikulum selama masa darurat pendemi ini. Metode ini dirancang untuk menyiasati penyampaian kurikulum agar tidak berbelit saat disampaikan kepada siswa.

4) Home Visit Method. Seperti halnya metode yang lain, home visit merupakan salah satu opsi pada metode pembelajaran saat pandemi ini. Metode ini mirip seperti kegiatan belajar mengajar yang disampaikan saat home schooling. Jadi, pengajar mengadakan home visit di rumah pelajar dalam waktu tertentu. Dilansir dari Kumparan, metode ini disarankan oleh Kepala Bidang Kemitraan Fullday Daarul Qur’an, Dr. Mahfud Fauzi, M.Pd yang mana sangat pas untuk pelajar yang kurang memiliki kesempatan untuk mendapatkan seperangkat teknologi yang mewadahi.

5) Integrated Curriculum. Metode pembelajaran ini disampaikan oleh anggota Komisi X DPR RI Prof. Zainuddin Maliki. Dikutip dari JPNN.com, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya ini menyampaikan bahwa pembelajaran akan lebih efektif bila merujuk pada project base. Yang mana, setiap kelas akan diberikan projek yang relevan dengan mata pelajaran terkait. Metode pembelajaran yang satu ini tidak hanya melibatkan satu mata pelajaran saja, namun juga mengaitkan metode pembelajaran lainnya. Dengan menerapkan metode ini, selain pelajar yang melakukan kerjasama dalam mengerjakan projek, dosen lain juga diberi kesempatan untuk mengadakan team teaching dengan dosen pada mata kuliah lainnya.

Baca juga:   Pemanfaatan Media Gambar dalam Peningkatan Hasil Belajar IPA

6) Blended Learning. Metode blended learning adalah metode yang menggunakan dua pendekatan sekaligus. Dalam artian, metode ini menggunakan sistem daring sekaligus tatap muka melalui video conference. Dikutip dari sibatik.kemendikbud.go.id, Yane Henadrita mengungkapkan bahwa metode blended learning adalah salah satu metode yang dinilai efektif untuk meningkatkan kemampuan kognitif para pelajar.

Dari beberapa metode di atas SMPN 41 Semarang memilih PJBL sebagai sarana Pembelajaran karena menggunakan platform google classroom, peserta didik belajar dengan model PJBL dengan sintaks–sintaksnya, antara lain: penentuan pertanyaan mendasar (Start With the Essential Question); penyusunan rancangan proyek (Design a Plan for the Project); penyusunan jadwal kegiatan (Create a schedule); memonitor jalannya proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project); penilaian terhadap proyek yang dilakukan (Assess the Outcome); dan evaluasi (Evaluate the Experience). (rs2/ton)

Guru IPA SMPN 41 Semarang

Author

Populer

Lainnya