Pengembangan Pembelajaran Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris di SMP Negri 30 Semarang

oleh : Jumina, S.Pd. MM.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kurikulum 2013 mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu yang tercermin dalam kemampuan berkomunikasi, baik secara lisan maupun tertulis yang terimplemantasikan melalui 4 kemampuan yaitu listening, reading, speaking dan writing. Pembelajaran bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama Negeri 30 Semarang, pada keterampilan berbicara belum maksimal.

Berbagai persoalan dalam proses pembelajaran di kelas selalu menjadi ”kendala” terhadap keberhasilan pembelajaran keterampilan berbicara dalam bahasa Inggris, kurang tersedianya media yang tepat untuk pembelajaran, metode pembelajaran kurang melibatkan siswa dalam pembelajaran keterampilan berbicara yang sesungguhnya, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam menerapkan keterampilan berbicara bahasa Inggris.

Agar siswa memiliki kemampuan mengembangkan kompetensi berkomunikasi dalam bentuk lisan dan tulis untuk mencapai tingkat literasi fungsional.

Dengan kondisi pembelajaran selama ini, guru kesulitan untuk mencapai kompetensi yang tertuang dalam kurikulum. Berdasarkan hasil pengamatan di kelas 8G SMPN 30 Semarang, penulis menemukan kesulitan dalam pembelajaran berbicara, kebanyakan guru dalam pembelajaran hanya menggunakan buku teks. Guru membacakan teks percakapan, lalu siswa mengikuti apa yang dibaca guru.

Setelah itu para siswa mempraktekkan percakapan tersebut di depan kelas secara berpasangan. Ada juga guru yang memanfaatkan tape recorder. Namun caranya tetap sama dengan buku teks, yaitu setelah percakapan dibacakan dari tape recorder siswa mengikuti, kemudian diperaktekkan di depan kelas. Penggunaan tape recorder dapat membantu siswa dalam melatih pengucapan dan intonasi, namun siswa tidak memiliki sense (rasa) atas percakapan yang dia dengar.

Baca juga:   Metode Demonstrasi Efektif dalam Pembelajaran Bangun Datar Segitiga

Sehingga siswa kurang merasakan situasi yang sebenarnya dalam percakapan. Kegiatan seperti ini juga tidak memberi kesempatan bagi siswa untuk mengekspresikan idenya sendiri. Ini bermakna bahwa media yang digunakan guru kurang membantu siswa dalam mencapai kompetensi yang diharapkan.

Nugroho (2012:22) menjelaskan bahwa guru harus menciptakan lingkungan kelas berbicara dimana siswa berkomunikasi secara nyata, dengan kegiatan yang autentik dan latihan yang bermakna untuk bahasa lisan. Untuk mengatasi kendala diatas dengan cara pengembangan materi pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Inggris melalui video pembelajaran , dengan vidio mampu menciptakan pembelajaran berbicara lebih menarik dari sebelumnya.

Penyampaian materi pelajaran melalui video pembelajaran bisa membantu siswa dalam memberi contoh pengucapan, intonasi, penggunaan kalimat. Dengan media video pembelajaran diharapkan mampu memotivasi siswa dan menambah rasa percaya diri dalam percakapan bahasa Inggris. Video pembelajaran dibuat dengan tampilan menarik dan kontekstual, serta ditambah dengan penjelasan dan contoh percakapan lainnya.

Pembelajaran keterampilan berbicara dengan mengembangkan software berbentuk CD pembelajaran dapat menarik minat siswa dalam pembelajaran bahasa lisan bahasa Inggris. Pengembangan materi melalui video pembelajaran dibuat dengan tampilan menarik dan kontekstual. Video juga menggambarkan situasi sebenarnya dimana ungkapan biasa dilakukan, serta contoh percakapan lainnya dan ada latihan untuk memperaktikkan materi yang dipelajari.

Baca juga:   Solusi Mudah Selesaikan Soal HOTS Program Linear dengan Metode Polya

Dengan Penggunaan video sebagai media pembelajaran speaking bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatan kemampuan berbicara siswa dan juga sikap positip dalam pengajaran berbicara. Walaupun penggunaan video baik untuk digunakan dalam pembelajaran berbicara, guru masih berperanan penting dalam mendesain lingkungan belajar bahasa.

Dengan mendesain video pembelajaran yang baik maka media ini akan sangat bermanfaat dalam pengajaran berbicara. Dengan menggunakan video yang menampilkan film – film. Hal ini untuk memotivasi siswa agar lebih tertarik dalam berbicara bahasa Inggris. (rs1/ton)

Guru SMP Negeri 30 Semarang

Author

Populer

Lainnya