Mendidik dengan Hati

Oleh: Dra. Sri Narti, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Mendidik adalah suatu pekerjaan yang sangat mebahagiakan dan dinikmati oleh pendidik yang melakukannya dengan sepenuh hati, sehingga segalanya dilakukan dengan hati.

Pendidik yang bahagia dengan profesinya selalu mendampingi dan melayani anak didik dengan mendengarkan tingkat tinggi. Memandang tingkat tinggi. Berucap tingkat tinggi. Bersenyum tingkat tinggi.

Menyentuh tingkat tinggi. Melangkah tingkat tinggi. Bergerak tingkat tinggi, mengantarkan anak agar tumbuh dan berkembang secara humanis, tidak berpikir tentang hasil, serta melakukan proses yang terbaik.

Akhirnya akan bahagia bersama anak didik, karena menyadari bersama. Mari bersama berdampingan dengan anak didik secara nyaman dengan motif altruistik yang selalu diutamakan. Mendengarkan dengan hati dan sepenuh hati. Seluruh perhatian harus tertuju kepada anak. Ini kelihatannya hal kecil dan sepele, tetapi akan menumbuhkan kesan yang sangat mendalam.

Anak akan merasa dihargai dan merasa dirinya tidak diremehkan. Penuh dengan perasaan di dalam berkomunikasi dengan anak didik. Mata, mulut, tangan, kaki semuanya hanya tertuju pada anak didik. Bebaskan diri gangguan apapun, totalitaskan konsentrasi kepada anak didik.

Jangan mendengarkan secara basa basi, karena akan dipahami oleh anak didik sebagai sesuatu yang sangat menyakitkan dan akan melukai hati anak didik yang tidak akan pernah bisa disembuhkan.

Berucaplah dengan hati. Berbicaralah dengan hati. Maka anak didik juga akan mendengarkan dengan hati. Berucaplah dengan hati agar membuat anak didik merasa nyaman dan sejuk mendengarnya. Anak didik akan selalu merindukan berkomunikasi dengan pendidik yang menyejukkan.

Baca juga:   Belajar Senam Lantai Asyik dan Menyenangkan

Ada saatnya pendidik menyampaikan pesan lewat mata. Karena mata adalah jendela hati. Pandangan seorang pendidik terhadap anak didik harus dilakukan dengan hati. Sehingga apa yang dimaksudkan oleh pendidik lewat pandangannya akan dipahami oleh anak didik.

Senyum seorang pendidik akan membuat anak didik merasa bahagia dan lebih dekat kepada pendidik. Senyum yang dilakukan dari hati, merupakan senyum yang sangat berarti bagi anak didik. Sehingga akan menyembuhkan luka hati anak didik seberat apapun.

Tugas sesulit apapun akan menjadi mudah bagi anak didik manakala disampaikan dengan senyum yang tulus dari pendidik,
Sentuhan secara psikologis dari pendidik kepada anak didik adalah suatu yang harus terjadi dalam proses pendidikan. Sentuhan harus dilakukan dengan tulus dan penuh kasih sayang serta tepat, sehingga akan mengurangi beban permasalahan atau kesulitan anak didik.

Karakter pendidik akan berkontribusi pada kepribadian anak didik. Pendidik harus melangkah dengan hati agar setiap langkah yang dilakukan selalu menolong anak didik serta mempermudah urusan anak didik.

Bergerak dengan hati adalah suatu keterampilan penting yang harus dikuasai oleh pendidik. Banyak anak didik yang menjadi salah paham akibat gerakan pendidik yang dilakukan bukan dengan hati. Pendidik harus selalu bergerak dengan hati agar membuat anak didik menjadi nyaman karena dilakukan dengan landasan kasih sayang sebagai orang tua terhadap anak.

Baca juga:   Seruya Belajar Mengenal Panca Indra melalui Permainan

Segala tindakan maupun ucapan yang baik yaitu yang dilakukan dengan hati dan sepenuh hati. Pendidik harus mendampingi perkembangan anak didik sesuai dengan karakteristik masing-masing secara humanis.

Pendidikan adalah proses, maka mendidik adalah melakukan proses pendampingan terhadap perkembangan anak didik. Proses yang dikerjakan hari ini, besok, dan hari esoknya lagi, memiliki dampak bagi anak didik untuk itu harus dilakukan dengan cara yang terbaik.

Mendidik haruslah dilakukan dengan suka rela agar muncul kesadaran untuk memberi yang terbaik, sehingga menyebabkan kebahagiaan bagi anak didik. Pendidik dan anak didik harus menyadari bersama pentingnya komunikasi yang memberdayakan. Sehingga menumbuhkan proses pendidikan yang berarti bagi anak didik.

Tujuan pendidikan adalah menuntun tumbuhnya kekuatan kodrati anak, sehingga dapat memperbaiki lakunya. Ini agar anak didik mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup dan terhindar dari jalan yang menyesatkan. Untuk itu, pendidik dan anak didik harus jalan berdampingan. (*)

Kepala SMA Negeri 8 Purworejo

Author

Populer

Lainnya