Mudah Pahami Aritmatika dan Geometri dengan Media Pembelajaran

Oleh: Sri Lestari, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi kegenerasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Berdasarkan definisi umum tersebut, tentu dapat kita pahami bahwa pendidikan dalam prosesnya melibatkan setidaknya dua subjek. Yaitu pengajar dan peserta didik. Pendidikan dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh seorang pengajar kepada peserta didik pastilah memiliki objek sebagai bahan ajar.

Pada kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah, objek yang dijadikan bahan ajar dikenal dengan istilah mata pelajaran. Di Indonesia, jenjang pendidikan formal dibedakan menjadi 4. Yakni jenjang pendidikan dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.

Matematika merupakan salah satu objek pembelajaran yang menjadi mata pelajaran dan ada pada setiap jenjang pendidikan. Matematika merupakan ilmu yang mengedepankan pembelajaran logika berpikir secara konstruktif. Sejarah kemunculan matematika sebagai cabang ilmu yang penting, sehingga senantiasa hadir disetiap jenjang pendidikan dapat ditelaah dari buku yang berjudul A History of Mathematics yang ditulis oleh Victor Katz. Dalam buku tersebut, banyak menjelaskan perkembangan matematika yang sudah dikenal ilmunya sejak zaman orang Babilonia hingga masa kini.

Baca juga:   Meningkatkan Keterampilan Menyimak dengan Model Pembelajaran Kooperatif

Faktanya, matematika lahir dari permasalahan kehidupan sehari-hari yang dipecahkan menjadi model-model permasalahan matematis. Baik dalam bentuk angka maupun persamaan-persamaan variabel. Maka, matematika menjadi penting untuk diajarkan bahkan di setiap jenjang pendidikan sebagai perangsang pola pikir dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.

Pada jenjang SMP, matematika mulai dikenalkan dengan membaca pola permasalahan sederhana yang tercermin dalam pembelajaran matematika aritmatika dan geometri. Kemampuan membaca pola permasalahan yang diperoleh dari pembelajaran tersebut akan membangun cara berpikir peserta didik agar lebih logis, kritis, dan kreatif dalam menyikapi persoalan sehari-hari di masa mendatang.

Dalam dunia pendidikan, kurikulum memberikan pakem atau standar pendidikan sekaligus bahan ajar yang harus diberikan kepada peserta didik. Seorang pengajar dalam rangka melaksanakan proses pembelajaran, menggunakan media pembelajaran sebagai alat bantu. Agar lebih interaktif, praktis, dan mudah dipahami. Jika dalam perkembangan ilmu matematika dahulunya dimulai dari pemecahan permasalahan sehari-hari ke dalam model matematis, maka dalam rangka membangun konstruksi berpikir yang logis peserta didik dapat diarahkan untuk lebih mengeksplore sesuatu yang berada di lingkungannya dan lazim dikenali.

Matematika aritmatika dan geometri yang dianggap penting agar dipahami sebagai landasan berpikir dalam membaca pola permasalahan. Juga merupakan salah satu ilmu yang terlahir dari gejala permasalahan sehari-hari pada masa lampau. Contoh permasalahan sederhana aritmatika dan geometri adalah menghitung hasil ternak, dan menghitung keuntungan dagang. Lebih lanjut mampu mengestimasi kejadian di masa mendatang.

Baca juga:   Seni Mengajar dengan Mengenali Konteks Siswa

Dimyati & Mudjiono (2010) mengatakan komunikasi dapat diartikan sebagai menyampaikan dan memperoleh fakta, konsep, dan prinsip ilmu pengetahuan dalam bentuksuara, visual, atau suara visual. Oleh karenanya, media pembelajaran juga penting dalam menunjang pembelajaran matematika aritmatik dan geometri di jenjang pendidikan SMP dan dengan pendekatan kehidupan sehari-hari agar lebih interaktif, praktis, dan mudah dipahami.

Kesimpulan dalam kegiatan pembelajaran pada jenjang SMP, khususnya matematika aritmatika dan geometri, adalah penting dalam membangun pola pikir yang logis, kritis, sistematis, objektif, kreatif, dan rasional yang akan bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan di kehidupan sehari-hari. Selain itu, penggunaan media pembelajaran tak luput penting dalam usaha memberikan pengajaran matematika, aritmatika dan geometri yang interaktif, praktis, dan mudah dipahami. (lbs1/lis)

Guru SMP Muhammadiyah 10 Andong, Kabupaten Boyolali

Author

Populer

Lainnya