Manajemen Disiplin dalam Membangun Karakter Siswa

Oleh : Sita Fitriyatul Khasanah, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Secara etimologi disiplin berasal dari bahasa Latin “disibel” yang berarti pengikut. Seiring dengan perkembangan zaman, kata tersebut mengalami perubahan menjadi “disipline” yang artinya kepatuhan atau yang menyangkut tata tertib. Disiplin memerlukan integritas emosi dalam mewujudkan keadaan.

Disiplin diri berawal dari hal-hal kecil. Misalnya bagi pelajar yang mampu membagi waktu untuk belajar, bermain sehingga tidak tabrakan dengan kegiatan lain.

Disiplin dan manajemen kelas di sekolah merupakan pengalaman belajar tambahan bagi siswa. Disiplin yang baik tidak muncul dari keinginan seorang guru untuk mengendalikan seorang siswa. Seorang siswa yang berdisiplin baik secara sosial dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih sehat dan produktif, serta sanggup memperbaiki tingkah lakunya ketika menyimpang.

Siswa semacam ini dapat menyelesaikan konflik dengan cara yang sehat dan mengetahui perilaku yang produktif dalam komunitas sosial. Begitu juga dalam belajar mengajar di dalam kelas. Di sini akan ada proses untuk membimbing siswa menuju perilaku yang sehat. Maka, proses belajar-mengajar bukan hanya memaksimalkan waktu di kelas, tetapi berfungsi untuk menghilangkan situasi dimana siswa tergoda menunjukkan perilaku negatif.

Filsofi disiplin sebaiknya diwujudkan di dalam kelas, seperti halnya peraturan yang disepakati di kelas. Kelas adalah kelompok yang dianggap sebagai komunitas/ kelompok sosial yang mempunyai tujuan yang sama dalam kelas. Jadi, kedisplinan adalah prinsip-prinsip yang harus dipahami untuk kepentingan terbaik dalam kelas/ kelompok tersebut.

Baca juga:   Permasalahan Pubertas pada Siswa Dapat Teratasi dengan Model CPS

Jauhkan pemahaman bahwa disiplin adalah sesuatu yang bermanfaat bagi guru. Disiplin tidak memunculkan teguran lisan. Jika muncul perilaku negatif, sebaiknya segera ditangani dengan cepat dan efektif di tengah-tengah kelas. Jika perilaku negatif berulang, dan, keluar dari karakter seorang siswa, maka guru harus memiliki percakapan dengan siswa tersebut.

Dalam mendisiplinkan siswa, tidak perlu menggunakan kekuatan yang tidak perlu. Banyak masalah kecil, seperti percakapan mengganggu atau perilaku sedikit melenceng, dapat diselesaikan dengan cara sederhana. Tindakan disipliner seperti teguran lisan atau mengeluarkan siswa dari kelas sebaiknya ditahan dan digunakan jika diperlukan saja. Tingkat pengendalian yang tepat membangun rasa saling menghormati dalam hubungan siswa-guru.

Masalah disiplin dapat dihindari, melalui penggunaan manajemen kelas dengan cara pencegahan. Hindari waktu tunggu yang lama, siswa menganggur akan cenderung memunculkan perilaku yang menyimpang. Misalnya saat transisi kegiatan di kelas dapat menciptakan masalah perilaku. Sebagai contoh, ketika guru akan memulai kelas setiap hari, diharapkan adanya latihan penjelajahan lima menit perkenalan. Siswa mengetahui bahwa mereka diharapkan untuk menulis untuk lima menit pertama kelas setiap hari dan akan mulai mengelola sendiri dalam kurun waktu itu.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar PAIBP melalui Metode Card Sort

Latihan ini berfungsi juga sebagai pengantar pelajaran, menghubungkannya dengan pengetahuan sebelumnya dan membantu siswa untuk memprediksi ke mana kita akan pergi dengan topik hari itu. Di akhir kelas diharapkan guru menyimpulkan dengan mengizinkan siswa untuk menilai sendiri seberapa baik mereka telah belajar hari ini. Atau membuka sesi pertanyaan tentang pelajaran.

Apakah ini dilakukan secara lisan, tertulis, atau tidak. Terpenting guru dapat menggunakan beberapa menit terakhir kelas untuk membantu siswa transisi keluar dari pelajaran, dan memudahkan transisi mereka ke kelas berikutnya.

Cara paling tepat untuk mencegah masalah disiplin adalah siswa terlibat dalam apa yang mereka pelajari. Siswa yang mempunyai rasa memiliki terhadap pendidikan melalui kreativitas, pembelajaran sosial dan mempertanyakan mengapa mereka belajar, mengakui pentingnya komunitas belajar maka akan membantu kelompok/kelas itu untuk lebih produktif. Dengan manajemen disiplin yang baik maka akan membangun karakter siswa dalam kesehariannya. (ra1/lis)

Guru SDN Cebongan 02 Kota Salatiga

Author

Populer

Lainnya