Implementasi Merdeka Belajar dengan Berkreasi Unik Mendesain Motif Batik Jumputan

Oleh : Wulan Dwi Aryani

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Kandeman khususnya di kelas IX Mapel IPS seringnya hanya berfokus pada model penyampaian teori bagi peserta didik. Model pembelajaran yang menghasilkan kemampuan praktik dari keterampilan tidak terlalu sering dilaksanakan.

Guru IPS mencoba menerapkan pembelajaran dengan praktik keterampilan yang berbeda dengan menghasilkan suatu produk yang bermanfaat, yakni membuat batik jumputan.

Batik Jumputan dipilih karena lebih mudah dilaksanakan juga memerlukan biaya yang terjangkau. Serta hasil batik jumputan memiliki nilai manfaat bagi peserta didik.Batik jumputan adalah salah satu jenis batik yang menggunakan teknik jumputan untuk membuat motifnya.

Jumputan adalah salah satu teknik yang digunakan untuk membuat motif batik dengan cara mengikat kencang beberapa bagian kain yang kemudian dicelupkan pada pewarna pakaian. Batik jumputan secara umum pembuatannya sangat sederhana dan mudah dipraktikan.

Batik jumputan dipilih dalam praktik mata pelajaran IPS, disesuaikan dengan materi yang ada pada Kurikulum 2013, masuk dalam kategori ekonomi kreatif fesyen, desain dan kerajinan.

Pemilihan praktik menggunakan batik jumputan dikarenakan adanya tuntutan kreativitas peserta didik yang harus muncul dalam membuat motif batik sehingga mampu menghasilkan hasil batik yang bagus baik dari segi pewarnaan maupun motif yang dihasilkan.

Baca juga:   Dengan TeachBack Dapat Mengukur Tingkat Pemahaman Peserta Didik

Era pandemi Covid-19, serta penerapan pembelajaran new normal tidak menyurutkan semangat peserta didik dalam membuat kreasi batik jumputan dengan motif yang beragam dan unik. Pada pelaksanaan praktik pembuatan batik jumputan, kelas dibagi menjadi enam kelompok dan terdiri atas 5-6 peserta didik.

Anggota kelompok saling berkolaborasi dalam proses pembuatan batik Jumputan mulai dari mencelupkan kain ke dalam air hangat, proses melipat kain, proses mengikat kain, proses mewarnai hingga finishing. Teknik melipat, mengikat dan mewarnai akan menjadikan tolok ukur keberhasilan mendesain batik jumputan.

Peserta didik sangat antusias selama praktik pembuatan batik jumputan. Terlihat dalam setiap kelompok berusaha berlomba membuat desain batik yang terbaik dan terunik serta pemilihan warna yang disesuaikan dengan motif jumputan yang dibuat. Dengan bimbingan guru IPS, dapat dipastikan selama pelaksanaan pembuatan batik jumputan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Langkah penting dalam pembuatan batik jumputan yakni membuat gambar desain pada kain katun/mori; mengikat kain; proses pewarnaan dan penguncian warna; tahap akhir/finishing.

Adapun proses/langkah membuat batik jumputan (tetesan) secara lengkap sebagai berikut: siapkan kain mori dengan ukuran 2 M; celupkan kain mori ke dalam air hangat, kemudian peras sampai apuh.

Baca juga:   Google Classroom Memudahkan PJJ Prakarya

Siapkan pewarna kain jenis frozen (hanya satu kali proses pewarnaan dengan air dingin); lipat kain mori membentuk motif yang diinginkan, pembentukan motif sangat menentukan hasil akhir batik; ikat kencang kain mori sesuai motif yang dibuat dengan karet gelang, ikatan ditambah dengan tali dari ban bekas supaya lebih kuat. Warnai seluruh kain mori di atas penyangga supaya warna tidak mencampur sesuai motif dan warna yang dinginkan degan tekhnis tetes. Diamkan kain sekitar 2 jam, sampai tidak menetes lagi buka ikatan garet gelang; jemur kain hingga kering.

Untuk meningkatkan kreativitas peserta didik wujud merdeka belajar, pembelajaran IPS dalam materi ekonomi kreatif dengan praktik membuat batik jumputan dan telah menghasilkan batik jumputan dengan variasi motif dan pewarnaan yang unik. Kemudian hasil batik jumputan digunakan untuk membuat gordin dan taplak meja kelas.

Keterampilan pembuatan batik jumputan dapat menjadi bekal peserta didik di kehidupan ke depan. Mereka dapat mengimplementasikan keahlian dalam membuat motif dan pewarnaan batik jumputan dalam upaya menumbuhkan jiwa entrepreneur di masyarakat. (ra2/lis)

Guru IPS SMP Negeri 1 Kandeman

Author

Populer

Lainnya