Cepat Lancar Baca dengan Media Kreatif SAS bagi Siswa Kelas Rendah

Oleh : Roipah S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KEBERHASILAN dalam pembelajaran ditentukan oleh beberapa faktor. Yaitu guru, siswa, bahan, media, metode, dan evaluasi. Proses pembelajaran akan tercapai jika terjadi saling keterkaitan antara komponen-komponen tersebut secara baik.

Begitu pula dengan pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pembelajaran membaca kritis. Saat pembelajaran di kelas yang memegang peranan penting adalah pendidik/guru.

Pendidik harus merencanakan tujuan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Dari pengalaman penulis sebelum masa pandemi, sering sekali beberapa siswa kelas II SDN 01 Sidosari masih kesulitan membaca. Hal ini menjadi pemikiran penulis bagaimana langkah untuk mempercepat bacaannya.

Maka penulis menggunakan metode Sturuktur Analisis Sintesis (SAS). Ini merupakan metode yang dikembangkan oleh PKMM (Pembaharuan Kurikulum dan Metode Mengajar) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) RI yang diprogramkan tahun 1974.

Metode ini terutama dikembangkan dalam pengajaran membaca dan menulis di SD, meskipun dikembangkan pula di tingkat sesudahnya dan dalam mata pembelajaran lainnya.

Menurut Alfin (2008), langkah-langkah pembelajaran membaca permulaan menggunakan metode SAS adalah membaca permulaan tanpa buku. Langkah-langkah dalam pembelajaran membaca permulaan tanpa buku sebagai berikut, pertama, merekam bahasa siswa.

Baca juga:   Pemanfaat Aplikasi Wordwall untuk Membuat Game Edukasi dalam PJJ

Pada awal masuk pembelajaran, guru menulis kata-kata siswa sebagai bahan pelajaran dalam pembelajaran membaca permulaan agar siswa tidak mengalami kesulitan. Kedua, menampilkan gambar sambil bercerita. Di dalam kelas biasanya terdapat gambar-gambar yang dipasang di dinding kelas.

Guru dapat menampilkan gambar tersebut sebagai bahan cerita yang dimulai melalui pertanyaan-pertanyaan pancingan dari guru yang kemudian siswa mengemukakan kalimat sehubungan dengan gambar. Guru menunjukkan sebuah gambar kepada siswanya sambil mengucapkan kalimat, misalnya gambar pahlawan. Ketiga, membaca gambar dengan kartu kalimat.

Pada tahap ini, guru menempelkan kartu kalimat di bawah gambar. Siswa dapat melihat gambar dan tulisan secara keseluruhan yang ditempel oleh guru bahwa tulisan tersebut berbeda-beda untuk setiap gambar. Sedangkan pada pembelajaran dengan menggunakan buku ini, guru menciptakan suasana pembelajaran yang menarik minat dan perhatian siswa agar mereka tertarik dengan buku (bacaan) dan mau belajar dengan keinginannya sendiri.

Langkah-langkah pembelajaran membaca permulaan dengan menggunakan buku adalah sebagai berikut, siswa diberi buku paket yang sama dan diberi kesempatan untuk melihat isi buku tersebut, siswa diberi penjelasan mengenai buku tersebut, siswa diberi penjelasan mengenai fungsi dan kegunaan angka-angka yang menunjukkan halaman-halaman buku, siswa diajak untuk memusatkan perhatian pada salah satu teks/bacaan yang terdapat pada halaman tertentu.

Baca juga:   Orang Tua Harus Berikan Pendampingan dan Tauladan selama PJJ

Jika bacaan itu disertai gambar, sebaiknya guru terlebih daulu bercerita tentang gambar yang dimaksud. Guru dapat mengawali pembelajaran dengan memberikan contoh membaca pola kalimat dengan lafal dan intonasi yang benar.

Dengan metode dan media kreatif SAS, siswa diharapkan menguasai dasar kemampuan membaca yang diperlukan untuk dapat melakukan kegiatan membaca lanjut. Terpenuhinya tuntutan jiwa peserta didik yang memiliki sifat melik (ingin tahu) terhadap sesuatu dan segala sesuatu yang ada di luar dirinya. Dapat menyajikan bahan pelajaran yang sesuai dengan perkembangan dan pengalaman bahasa peserta didik yang selaras dengan situasi lingkungannya. (ct2/ida)

Guru SDN 01 Sidosari, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya