Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerpen dengan Media Film Animasi

Oleh : Sudiyati, M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Ada empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis (Tarigan, 1998). Keempat keterampilan tersebut harus diajarkan secara seimbang dan merata. Setiap keterampilan itu erat sekali berhubungan dengan tiga keterampilan lainnya dengan cara yang beraneka ragam. Keterampilan menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikembangkan dan ditingkatkan sebagai sarana komunikasi tulis.

Salah satu materi pelajaran SMA Kelas XI yang masuk dalam kategori teks tulis adalah cerpen atau cerita pendek. Menurut Zulela (2012) cerita Pendek merupakan cerita rekaan yang ditulis tidak berdasarkan kejadian sebenarnya.

Dalam hal ini pengarang bebas dari ikatan data. Namun demikian, bukan berarti tidak menggunakan data sama sekali, hanya saja kejadian yang sebenarnya telah diubah ke dalam makna tertentu berdasarkan Pendek pengarangnya. Berdasarkan hasil observasi, kemampuan menulis siswa Kelas XI IPS 4 SMA Negeri 6 Semarang terbilang masih rendah karena kesulitan dalam mencari ide cerita atau mencari topik yang akan diuraikan.

Kesulitan itu disebabkan oleh minat siswa untuk menulis terbilang rendah dan jarangnya siswa melakukan aktivitas menulis teks. Siswa mengalami kesulitan dalam menuangkan ide cerita ke dalam bentuk tulisan. Selain itu, minimnya bahan ajar tentang cerita pendek juga menjadi faktor penyebab siswa mengalami kesulitan dalam menemukan ide cerita.

Baca juga:   Efektifkah Pembelajaran Daring Sistem Pencernaan di Masa Pandemi?

Metode yang tepat dalam pembelajaran menulis teks cerita pendek adalah menggunakan metode multiliterasi menulis imajinatif dengan media film animasi. Keterampilan menulis cerita imajinasi bukanlah sesuatu yang dapat diajarkan melalui uraian dan penjelasan semata – mata. Abidin (2014) menjelaskan bahwa menulis adalah mereaksi artinya menulis menjadi proses mengemukakan pendapat atas dasar masukan yang diperoleh penulis dari berbagai sumber ide yang tersedia.

Sumber ide bisa saja adalah segala objek yang mampu merangsang penulis untuk menulis termasuk di dalamnya tulisan lain yang telah dihasilkan orang lain. Menulis juga didefinisikan sebagai aktivitas menghasilkan pesan dalam dimensi sosial dan untuk tujuan tertentu.

Dalam keterampilan menulis cerita imajinasi siswa, dibutuhkan daya imajinasi dan kreativitas sehingga hasil tulisan mempunyai arti yang jelas atau mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam menumbuhkan daya imajinasi dalam menulis tes cerita imajinasi juga diperlukan media untuk menunjang daya imajinasi siswa. Adapun salah satu media yang digunakan adalah media film animasi.

Film animasi merupakan salah satu hiburan yang popular di kalangan anak usia sekolah. Film animasi selalu memberikan visual dan cerita yang dapat menggugah hati para penontonnya. Beberapa macam film, seperti full movie, short movie, atau film dokumenter serta film pendidikan memberikan kesenangan tersendiri dalam menonton (Ruslan, 2016). Media film animasi merupakan gambar tanpa detail dengan menggunakan symbol – symbol serta karakter yang mudah dikenal dan dimengerti dengan cepat (Sadiman dalam Rahmawati, 2015). Animasi juga sebagai visualisasi pesan yang tidak terbaca, namun bisa mengurai cerita berupa gambar dan tulisan, yaitu bentuk grafis yang memikat.

Baca juga:   Pembelajaran Berbasis Masalah pada Materi Program Linear

Berdasarkan hasil tes menulis teks cerita pendek menggunakan metode multiliterasi menulis imajinatif dengan media film animasi mengalami peningkatan. Pada siklus I nilai rata – rata siswa sebesar 70,81 sedangkan pada siklus II nilai rata – rata Siswa sebesar 80,21.

Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran menulis teks cerita pendek dengan menggunakan metode multiliterasi menulis imajinatif pada siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 6 Semarang dapat dikatakan berhasil. Perilaku sikap sosial peserta didik kelas XI IPS 4 SMA Negeri 6 Semarang selama mengikuti pembelajaran menulis Cerita Pendek menggunakan metode multiliterasi menulis imajinatif dengan media Film animasi mengalami perubahan ke arah positif. (ips1/ton)

Guru Bahasa Indonesia SMA N 6 Semarang

Author

Populer

Lainnya