Komidi Solusi Belajar Laju Reaksi di Masa Pandemi

Oleh : Jumiyati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Mendengar kata “reaksi” yang terlintas di benak kita adalah rumus-rumus kimia yang rumit dan membosankan. Hal ini menyebabkan kurangnya minat dan motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran kimia. Pada kondisi normal saja mereka malas membaca buku pelajaran, apalagi di masa pandemi Covid-19. Untuk itu dibutuhkan media pembelajaran yang menarik sehingga siswa belajar tanpa merasa terpaksa.

Menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, 2005:68), komik merupakan suatu bentuk bacaan di mana peserta didik diharap mau membaca tanpa terpaksa/harus dibujuk. Pendapat ahli yang lain menyatakan komik sebagai media pembelajaran merupakan alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran (Waluyanto, 2005:51).

Dari pendapat beberapa ahli tersebut jelas bahwa media komik cocok untuk digunakan pada mata pelajaran yang bersifat abstrak. Karena komik merupakan media visual dengan gambar dan ilustrasi yang menarik, sederhana, dan mudah dipahami. Di beberapa negara maju, komik digunakan untuk meningkatkan minat baca anak-anak pada buku pelajaran.

Di masa pandemi Covid-19 ini, semua orang “dipaksa” melek digital. Guru dituntut lebih kreatif dalam proses pembelajaran seiring dengan kemajuan teknologi. Oleh karenanya di SMA Negeri 2 Grabag menggunakan komidi sebagai media pembelajaran kimia. Komidi merupakan singkatan dari komik kimia digital. Komik kimia digital hampir sama dengan komik pada umumnya yang menyajikan cerita bergambar.

Baca juga:   Memahami Macam-Macam Perkembangbiakan Hewan dan Tumbuhan dengan Metode Gallery Walk

Tema pokok komidi ini adalah laju reaksi khususnya faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi. Jika komik konvensional merupakan buku bergambar yang terdiri atas kumpulan lembaran kertas, maka komidi ini berupa perangkat lunak yang hanya dapat diakses melalui komputer, HP android, atau perangkat mobile lainnya.
Adapun langkah-langkah pembuatan komidi sebagai berikut : menentukan kompetensi dasar (KD), membuat script rancangan jalan cerita yang akan ditampilkan dalam komik, menentukan aplikasi yang akan digunakan, mengunggah, dan mempublikasikan.

Desain komik ini dibuat di laman canva.com. Untuk memudahkan dalam pembuatan komik ini, penulis menggunakan template yang sudah tersedia di canva, kemudian memilih karakter dan tempat yang sesuai alur cerita. Setelah komik selesai disusun, langkah berikutnya mengunduhnya dalam format PDF. Agar komik yang dibuat menyerupai komik sesungguhnya, seperti membuka lembaran buku, maka penulis mengunggahnya di fliphtml5. Setelah komik berhasil diunggah, dibagikan alamat tautannya kepada siswa agar dapat mengaksesnya melalui perangkat mobile mereka. Di samping melalui tautan di fliphtml5, penulis juga mempublikasikan komidi tersebut di perpustakaan digital SMA Negeri 2 Grabag pada laman http://perpussman2grabag.com sebagai e-book.

Baca juga:   Belajar Menyenangkan dengan Bermain Ular Tangga

Dalam komidi ini tokoh utamanya dua pelajar SMA yang bernama Sam dan Manda. Komik ini menceritakan kegiatan mereka sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Percakapan di antara mereka berkisar tugas-tugas yang diterima di sekolah dan cara penyeselesaiannya yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Komik ini terdiri atas empat bagian yaitu pengaruh suhu terhadap laju reaksi, pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi, pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi, dan katalisator (“Mak Comblang Reaksi”).

Ilustrasi gambar yang disajikan cukup menarik, dengan bahasa yang ringan, mudah dipahami, dan kekinian seperti gabut, mager, gemay, membuat siswa belajar dengan cara yang lebih menyenangkan. Untuk menguji pemahaman mereka terhadap materi, di dalam komik itu terdapat latihan soal untuk dikerjakan siswa.
Komik kimia digital memiliki beberapa kelebihan. Di antaranya mengurangi kejenuhan siswa, belajar dengan cara menyenangkan, meningkatkan minat baca, meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa, media visual untuk materi yang bersifat abstrak.

Serta menampilkan peristiwa-peristiwa yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari. Melalui komidi ini siswa-siswa SMA Negeri 2 Grabag menjadi lebih termotivasi untuk belajar kimia dan meningkatkan minat baca. (pm2/lis)

Guru Kimia SMAN 2 Grabag, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya