Strategi Pembelajaran Motorik bagi Siswa SD di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Kustinah, S.Pd., SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran yang saat ini dilaksanakan, tidak lagi berpusat pada pembelajaran kognitif saja, tetapi justru lebih ditekankan pada pembelajaran motorik. Pembelajaran motorik ini bertujuan untuk melatih keterampilan siswa dalam menggunakan bagian-bagian tubuhnya untuk menjawab tantangan ataupun pemecahkan masalah.

Menurut Richard Decaprio (2013), pembelajaran motorik adalah serangkaian proses yang berkaitan dengan latihan yang menghasilkan perubahan pada masing-masing individu.

Pembelajaran motorik yang dilakukan di sekolah memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap beberapa aspek kehidupan para siswa, antara lain: 1) siswa terhindar dari kondisi stres ataupun tertekan yang dapat mengganggu kondisi psikologisnya karena mereka menemukan suatu bentuk hiburan yang nyata, 2) pembelajaran motorik akan melatih sistem gerak para siswa sehingga menjadi lebih kuat secara fisik, 3) pembelajaran motorik melatih siswa lebih mandiri dan mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya.

Berangkat dari hal-hal tersebut, guru membuat desain pembelajaran motorik untuk siswa kelas 1 SD Negeri Dukuh 03. Pada pembelajaran motorik ini, guru melakukannya dengan variasi daring luring, sehingga peran serta orang tua siswa sangat dibutuhkan disini. Hal-hal yang akan dilakukan pada pembelajaran motorik antara lain: 1) bermain menangkap dan melempar bola, 2) menggunting kertas, 3) melipat kertas. Guru membuat video pendek untuk memberi contoh tentang ketiga kegiatan tersebut. Video dikirimkan ke grup WA orang tua siswa.

Baca juga:   Asyik Belajar Rukun Iman dengan Games

Guru memberikan penjelasan supaya orang tua mendampingi pada saat siswa melakukan kegiatan tersebut. Hasil kegiatan itu dibuat video dan dikirimkan kepada guru. Guru memberikan waktu satu minggu untuk berlatih di rumah. Setelahnya, guru melakukan penilaian langsung dengan cara mengundang siswa-siswa ke sekolah untuk melakukannya di sekolah, tentunya dengan tetap menjaga prokes sesuai standar kesehatan yang sudah ditetapkan.

Guru membuat jadwal, dalam satu hari ada tiga kelompok yang diminta datang ke sekolah, dengan masing-masing kelompok tiga siswa. Pembagian kelompok ini berdasarkan jumlah siswa kelas 1 adalah 27, sehingga jika sehari ada sembilan siswa, maka dibutuhkan waktu tiga hari.

Setiap kelompok diberikan waktu 30 menit untuk mengulang kembali tugasnya di sekolah. Siswa datang ke sekolah dengan diantar orang tua atau wali masing-masing. Pada saat melakukan penilaian melempar dan menangkap bola, siswa akan bermain dengan guru.

Guru bisa melakukan penilaian keterampilan ini secara langsung, misalnya seberapa kuat kemampuan tangan siswa dalam melempar bola dan bagaimana naluri siswa dalam merespon bola yang datang. Dalam permainan melempar dan menangkap bola ini, sepertinya merupakan kegiatan yang sepele dan bisa dilakukan dengan mudah oleh semua siswa, tetapi pada kenyataannya, dari 27 siswa, yang bisa melempar dan menangkap dengan baik baru 9 siswa (33,3%). Sementara 18 siswa lainnya sudah bisa melempar tetapi belum mampu mengarahkan bola, dan belum semua bola yang dilempar guru dapat ditangkap.

Baca juga:   Serunya Belajar Pemeliharaan Diri dengan Metode Reciprocal Teaching

Siswa yang sudah melakukan gerakan ini dengan baik, diminta masuk kelas dengan orang tua untuk melipat dan menggunting kertas. Sementara siswa yang belum terampil, diminta berlatih kembali dengan orang tua masing-masing di halaman sekolah, dan nanti setelah siap, akan diulang lagi oleh guru. Siswa melakukan kegiatan menggunting dan melipat kertas dengan gunting yang dibawa sendiri dari rumah, kertas lipat disediakan sekolah. Pada kegiatan ini, dari 27 siswa, baru ada 4 siswa (14,81%) yang melakukannya dengan baik. Jika masih ada sisa waktu, guru meminta orang tua untuk membantu putra-putriny dalam melipt dan menggunting kertasnya.

Hasil penilaian pembelajaran motorik tahap 1 ini, dari 27 siswa, baru 17 siswa (62,96%) yang dapat melakukan ketiga kegiatan tersebut dengan baik sesuai kriteria penilaian yang sudah ditetapkan guru. Siswa sejumlah 10 yang belum memenuhi kriteria, diminta berlatih kembali di rumah dengan orang tua, setelah siap akan diminta datang lagi di sekolah. (dd2/ton)

Guru Kelas I SD Negeri Dukuh 03 Salatiga

Author

Populer

Lainnya