Metode Berbasis Masalah Tingkatkan Pembelajaran Sistem Persamaan Linier Dua Variabel

Oleh : Umi Jamilah, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran matematika berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Sehingga perlu pemilihan model, metote dan pendekatan yang tepat sesuai kondisi siswa dan bahan ajar yang hendak diberikan kepada siswa.

Secara umum berdasarkan pendekatan yang digunakan terbagi menjadi dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre ariented) dan yang berpusat pada peserta didik (student centre ariented).

Namun proses pembelajaran yang dilakukan oleh sebagian besar guru di SMP Negeri 1 Kranggan hannya berpusat pada guru sehingga siswa hanya menjadi obyek pembelajaran tanpa dilibatkan sebagai subjek.

Merefleksi/mereview kegiatan belajar mengajar yang dilakukan antara guru dengan siswa sesuai hasil belajar siswa yang diperoleh dari data penilaian harian kelas VIII F ternyata nilai tertinggi 85, nilai terndah 50, serta nilai rata-ratanya 63,5 dengan KKM 75. Hal ini terjadi karena guru belum tepat memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran dan karakteristik siswa.

Metode berbasis masalah (problem based learning) merupakan metode pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode masalah (problem based learning) memiliki beberapa manfaat (Amir, 2009:27). Pembelajaran berbasis masalah merupakan metode yang efektif untuk mengajarkan proses berpikir tingkat tinggi.

Baca juga:   Jurus Jitu Tetap Gerak dengan Peluru Kertas

Menurut Mulyasa keterampilan bertanya yang dimiliki oleh guru meliputi keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjutan. Keterampilan bertanya dasar mencakup pertanyaan yang jelas dan singkat, pemberi acuan pemusatan perhatian, pemindahan giliran, penyebaran pertanyaan ke seluruh kelas, ke peserta didik tertentu, dan ke peserta didik yang lain untuk menanggapi jawaban (2005:71).

Kebiasaan untuk mengerjakan latihan soal tentang sistem persamaan linier dua variabel siswa di sekolah ini memang kurang tinggi. Terbukti anak itu masih bermalas-malasan dalam mengerjakan latihan soal. Bahkan ada yang mengerjakan latihan soal sistem persamaan linier dua variabel kalau ada tugas dari guru saja.

Dalam kegiatan ini guru melakukan eksplorasi dengan memfasilitasi peserta didik, untuk latihan mengerjakan soal-soal sistem persamaan linier dua variabel dalam buku paket. Guru kembali menjelaskan cara menyelesaikan sistem persamaan linier dua variabel dengan tiga cara. Yaitu dengan metode grafik, dengan metode substitusi (mengganti salah satu variabelnya), dan dengan metode eliminasi (menghilangkan salah satu variabelnya).

Guru memberikan pertanyaan kepada siswa secara acak. Materi yang dijelaskan siswa yang merasa mampu menjawab mengacungkan tangan. Misalnya guru menanyakan dengan pertanyaan sebagai berikut: sistem persamaan linier dua variabel dapat diselesaikan dengan menggunakan berapa cara? Sebutkan! Anak dapat menjawabnya bahwa sistem persamaan linier dua variabel dapat diselesaikan dengan menggunakan tiga cara. Yaitu dengan cara metode grafik, metode substitusi dan dengan metode eliminasi.

Baca juga:   Pembahasan Tugas melalui Vidio Converens Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Dalam kondisi ini terjadi interaksi antara guru dengan siswa agak dominan, tetapi antara siswa dengan siswa sangat minim. Mengenai pembelajaran sistem persamaan linier dua variabel di kelas VIII F hasil dan pemahaman siswa dapat dikatakan baik.
Pelaksanan pembelajaran sistem persamaan linier dua variabel dengan metode berbasis masalah (problem based learning) dapat berlangsung dengan baik. Ada interaksi antara guru dengan siswa, dan antara siswa dengan siswa walaupun belum maksimal. Dan hasil rata-ratanya menjadi meningkat yaitu 7,7. Ketika pembentukan kelompok sebaiknya acak. Jangan dikelompokkan sesuai posisi duduk, agar siswa yang pandai tidak terkonsetrasi.

Pembentukan kelompok yang acak dapat menciptakan variasi baru yang membuat siswa tidak bosan. Siswa akan antusias belajar, tekun dan penuh partisipasi. Agar dapat memfasilitasi siswa saat pembelajaran, guru harus mengusai keterampilan bertanya, mengadakan variasi dari berbagai unsur pembelajaran agar dapat tercapai tujuan dan kompetensi dasar yang disampaikan. (ss1/lis)

Guru Matematika SMPN 1 Kranggan,Temanggung

Author

Populer

Lainnya