Independent Awareness Training Tingkatkan Kemampuan Menulis Naskah Pidato

Oleh: R. Andi Nurcahyo Hadisaputro, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19 ini belum bisa maksimal dalam meningkatkan keterampilan menulis peserta didik. Dari tugas bahasa Indonesia mengenai keterampilan menulis peserta didik kelas XI IPS1 SMA Negeri 3 Salatig pada semester pertama yang dikirim melalui Google Clasroom masih rendah.

Nilai peserta didik dalam kemampuan menulis naskah pidato pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 hanya 65,00 masih di bawah nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70,00 dari skor ideal 100. Melihat realitas itu, guru perlu model pembelajaran agar hasil belajar meningkat.

Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain (Tarigan, 2007:25). Sedangkan pidato dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak; Wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak (Tang, 2008:157).

Tri Mawarningsih (2012) mengatakan model pembelajaran pelatihan kesadaran secara mandiri (Independent Awareness Training) dikembangkan oleh Milliam Schutz. Peningkatan menulis naskah pidato melalui Independent Awareness Training secara daring Google Meet kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Salatiga langkahnya sebagai berikut:

Tahap perencanaan. Yaitu membuat skenario pembelajaran berdasarkan model pembelajaran pelatihan kesadaran mandiri (Independent Awareness Training), mempersiapkan lembar observasi untuk mencatat aktivitas dan perubahan tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung pada pelaksanaan tindakan.

Baca juga:   Guru Matematika Harus Punya Hubungan yang Harmonis dengan Siswa

Mempersiapkan angket respons peserta didik untuk mengetahui pendapat peserta didik terhadap tindakan yang dilakukan yang akan diberikan pada akhir pembelajaran. Mempersiapkan lembar kerja peserta didik (LKS) yang dikerjakan secara individu pada setiap pertemuan. Mempersiapkan alat evaluasi berupa soal tes. Mempersiapkan lembar jawaban yang akan digunakan peserta didik untuk menjawab soal tes.

Tahap Pelaksanaan Tindakan. Pelaksanaan tindakan kali ini berlangsung selama 2 kali pertemuan dengan waktu setiap pertemuan 30 menit. Pertemuan I sampai II diisi kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan model pembelajaran pelatihan kesadaran mandiri (independent awareness training) dan akhir pertemuan II diisi pemberian tes dengan pokok bahasan ”Keterampilan Menulis Naskah Pidato” dan tugas membuat naskah pidato dengan batas waktu 1 minggu.
Tahap Observasi dan Evaluasi.

Pada tahap ini tercatat aktivitas peserta didik berjumlah 34 peserta didik yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung. Peserta didik yang hadir pada saat proses pembelajaran berlangsung di pertemuan I berjumlah 20 peserta didik, pertemuan II berjumlah 30 peserta didik.

Peserta didik yang mengajukan pertanyaan kepada guru pada saat proses pembelajaran berlangsung di pertemuan I berjumlah 5 peserta didik, pertemuan II berjumlah 11 peserta didik.

Baca juga:   Efektifitas Pembelajaran di Masa Pandemi melalui Rubelin

Peserta didik yang menjawab pertanyaan, baik dari guru maupun dari peserta didik lain pada saat proses pembelajaran berlangsung di pertemuan I berjumlah 11 peserta didik. Pertemuan II berjumlah 14 peserta didik, pertemuan III berjumlah 17 peserta didik.

Peserta didik yang aktif mengerjakan LKS di pertemuan I berjumlah 18 peserta didik, pertemuan II berjumlah 21 peserta didik. Peserta didik yang tidak ikut pada saat proses pembelajaran berlangsung pada pertemuan I berjumlah 14 peserta didik, pertemuan II berjumlah 4 peserta didik.

Selanjutnya, pada akhir tahap ini dilaksanakan tes hasil belajar setelah penyajian materi selama 2 kali pertemuan dan tugas mandiri menulis naskah pidato.
Keterampilan menulis naskah pidato peserta didik XI IPS 1 SMA Negeri 3 Salatiga melalui pembelajaran Independent Awareness Training secara daring mengalami peningkatan. Terbukti, peserta didik lebih berminat dengan pembelajaran sehingga aktif berdiskusi. Peserta didik lebih percaya diri sehingga lebih berani menuangkan idenya di dalam menulis naskah pidato. Aktivitas kegiatan belajar mengajar lebih mengasyikkan. Dari hasil penilaian, menunjukkan 2 anak mendapat nilai di atas 80, sedangkan 25 anak mendapat nilai lebih besar atau sama dengan 75, dan 3 anak mendapat 70. (dd2/lis)

Guru SMA Negeri 3 Salatiga

Author

Populer

Lainnya