Teknik Probing-Prompting Tingkatkan Kualitas Pembelajaran IPS

Oleh : Ruminah, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID,Mata pelajaran IPS merupakan mata pelajaran yang diberikan pada siswa mulai dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar sampai dengan jenjang pendidikan Sekolah Menengah.

Berdasarkan Standar Isi, mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya; memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial; memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan; memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, maupun global (PP No 19 Tahun 2005 pasal 5).

Sebagian besar siswa masih beranggapan bahwa mata pelajaran IPS adalah mata pelajaran yang membosankan dan menjenuhkan, karena cenderung untuk mendengarkan cerita berbagai peristiwa dari guru dan berakhir untuk menghapalkan.

Dengan asumsi yang seperti itu siswa menjadi malas untuk belajar, sehingga kualitas hasil belajarnyapun menjadi kurang memuaskan. Hal inipun terjadi pada siswa kelas IV SD Negeri Ngesrep 03. Dari jumlah 32 siswa hanya 15 atau 4,8 % siswa yang mengalami ketuntasan dalam pembelajaran IPS, sedangkan 17 atau 5,2 % siswa nilainya masih berada di bawah KKM.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Aksara Jawa dengan Model Scramble

Dengan melihat data hasil belajar dan pelaksanaan mata pelajaran IPS tersebut, maka diperlukan suatu tindakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Tujuannya agar guru mampu meningkatkan kreatifitasnya sehingga siswa mampu mengikuti pembelajaran dengan baik.

Hal ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS, maka guru menggunakan Teknik Probing- Prompting yang mengharapkan dengan model pembelajaran tersebut kualitas pembelajaran meningkat menjadi lebih maksimal.

Teknik Probing-Prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan pengetahuan setiap siswa dan pengalamannya dengan pengetahuan yang baru yang sedang dipelajari. Selanjutnya siswa mengkonstruksikan konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru, dengan demikian penetahuan baru tidak diberitahukan.

Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap sswa mau tidak mau Harus berpartisipasi aktif, siswa tidak bisa menghindar dari proses pembelajaran, setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab.

Baca juga:   Belajar IPA Berakhir Menjadi Hobi

Kemungkinan dari proses pembelajaran ini akan terjadi suasana yang menegangkan, namun demikian bisa dibiasakan. Untuk mengurangi kondisi tersebut, guru hendaknya seraya bertanya disertai dengan wajah yang ramah, suara menyejukkan, nada lembut dan disertai dengan canda, senyum, tawa sehingga suasan menjadi menyenangkan dan penuh dengan keceriaan. Jangan lupa, bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar, iapun telah ikut berpartisipasi.

Pembelajaran dengan teknik Probing-Prompting ternyata berpengaruh terhadap kualitas hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Ngesrep 03. Hasil belajar menjadi lebih baik setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan Teknik Probing-Prompting. Kualitas hasil belajar IPS kelas IV SDN Ngesrep 03 meningkat dari 32 siswa yang tuntas belajar sesuai KKM ada 25 siswa atau meningkat menjadi 78,125% dari yang semula hanya 15 atau 4,8%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa dapat dipengaruhi dengan kualitas pembelajaran yang lebih baik. (ips2/ton)

Guru SDN Ngesrep 03 Kec. Banyumanik, Semarang

Author

Populer

Lainnya