Tingkatkan Kinerja Guru melalui Supervisi Akademik Berbasis Microsoft 365

Oleh: Eko Hadiwiyatno, S.P.d, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kinerja guru merupakan salah satu faktor yang menjadi tolok ukur keberhasilan sekolah. Terefleksi dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai proses pembelajaran dengan intensitas yang dilandasi oleh etos kerja, disiplin serta profesionalisme.

Kepala sekolah sebagai manager dan supervisor harus memiliki kemampuan untuk menjamin adanya proses peningkatan profesionalisme guru sekaligus melakukan penilaian kinerja. Salah satu upaya untuk dapat mengembangkan profesionalisme dan peningkatan kinerja guru di sekolah adalah supervisi.

Supervisi akademik bukan hanya dapat membantu guru dalam memahami pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuannya. Tapi juga membantu guru dalam memahami keadaan dan kebutuhan siswa, sebagai dasar analisis dalam menyusun rencana kegiatan belajar mengajar secara tepat (Arikunto, 2009:12).

Di awal masa pandemi Covid-19, SD Negeri 1 Triharjo mengalami kendala saat akan melakukan supervisi akademik terhadap para guru. Semua proses pembelajaran harus dilaksanakan daring.

Setelh mengikuti pelatihan, kepala sekolah menemukan model supervisi yang tepat di masa pandemi. Yaitu supervisi akademik berbasis microsoft 365. Mulai tahap perencanaan, sosialisasi, praobservasi, observasi dan pascaobservasi dilaksanakan dengan microsoft 365.

Pada tahap perencanaan, kepala sekolah memperkenalkan program microsoft 365 kepada para guru. Guru mulai mengenal fitur-fitur yang tersedia seperti microsoft teams, microsoft form, microsoft sway, dan one drive.

Baca juga:   Kepala Sekolah Harus Inovatif di Masa Pandemi Covid-19

Pada tahap ini pula, kepala sekolah menyiapkan kelas dalam Microsoft Teams yang nantinya akan digunakan untuk berbagi informasi dan menampung berbagai tagihan dalam kegiatan supervisi akademik.

Kepala sekolah juga menyusun instrumen supervisi akademik dengan microsoft form serta menyiapkan folder untuk administrasi guru melalui one drive sekolah. Hal ini dilakukan agar kepala sekolah dapat mengecek administrasi pembelajaran para guru secara online.

Pada tahap praobservasi, kepala sekolah mengadakan virtual teams meeting untuk menyampaikan sosialisasi supervisi akademik. Saat sosialisasi, bahan materi yang disampaikan menggunakan fitur yang terdapat di microsoft sway termasuk konfirmasi jadwal supervisi akademik yang akan dilaksanakan.

Selanjutnya, kepala sekolah mengundang para guru masuk kelas menggunakan microsoft teams. Pada tahap ini, guru mulai menyiapkan administrasi kelas yang akan diunggah di kelas teams. Selain itu guru juga menyiapkan perangkat pembelajaran, video pembelajaran serta mengisi beberapa formulir instrumen supervisi yang sudang disiapkan menggunakan fitur microsoft form.

Tahap selanjutnya observasi. Kepala sekolah melaksanakan observasi kepada para guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran secara daring melalui microsoft teams sesuai jadwal yang telah disepakati. Pembelajaran jarak jauh di SD Negeri 1 Triharjo terkendala sarana prasarana.

Baca juga:   Pembiasaan dan Pelatihan Dalam Pendidikan Karakter

Hanya 32 persen siswa yang siap mengikuti pembelajaran tepat waktu, sedangkan 68 persen siswa lain bergantung pada handphone/android milik orang tua. Siswa menunggu kepulangan orang tua dari bekerja, untuk membimbing dan mendampingi belajar. Kepala sekolah melakukan observasi menggunakan instrumen observasi pembelajaran.

Setelah pembelajaran, tahap selanjutnya adalah pascaobservasi. Kepala sekolah mengadakan virtual teams meeting melalui kelas teams, untuk wawancara pascaobservasi. Panduan wawancara menggunakan instrumen yang sudah disusun melalui microsoft form. Dari tahap ini dapat terlihat kesan serta perasaan para guru selama pelaksanaan supervisi berlangsung.

Tahap terakhir adalah evaluasi dan tindak lanjut. Pada kegiatan ini kepala sekolah menilai hasil kinerja guru sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan ke arah yang lebih baik.

Tindak lanjutnya diharapkan terjadi perubahan yang positif terhadap para guru yang sudah disupervisi dengan menjadi guru yang profesional dalam mengajar. Sehingga siswa semakin termotivasi untuk melakukan pembelajaran dan guru juga semakin kreatif dalam menyampaikan pembelajaran. (ra2/lis)

Kepala SD Negeri 1 Triharjo, Kendal

Author

Populer

Lainnya