Pembelajaran Lingkaran dengan Model Cooperative Script

Oleh : Tri Rejeki S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SEBAGIAN siswa SMPN 3 Kaliwungu, Kendal, cenderung pasif dan merasa bosan mengikuti pembelajaran matematika pada kompetensi dasar lingkaran. Sebagian siswa mengalami kesulitan mempelajari materi yang mengandung cara berpikir abstrak.

Akibatnya siswa memperoleh nilai rendah pada kompetensi dasar lingkaran. Siswa merasa kesulitan dalam pemahaman materi lingkaran.

Faktor yang mempengarui rendahnya hasil belajar matematika antara lain, 1) pembelajaran masih berpusat guru. 2) Guru cenderung menguasai kelas. 3) Siswa takut bertanya kepada guru. 4) Siswa malas menghadapi soal berpikir rumit.

Pembelajaran matematika harus bisa mempertimbangkan dan memilih model pembelajaran yang tepat. Guru perlu kreatif menerapkan berbagai model pembelajaran yang bervariasi sehingga dapat berpengaruh pada hasil belajar siswa.

Konsep matematika akan mudah dipahami dan diingat siswa, apabila disajikan melalui prosedur dan langkah-langkah yang tepat, jelas, dan menarik.

Apabila tidak, akan berdampak pada aktivitas dan hasil belajar siswa yang tidak maksimal. Perlu adanya solusi penyelesaian guna meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Pemilihan model belajar yang sesuai dan tepat akan dapat mengatasi permasalahan dan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam mengatasi masalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar matematika pada kompetensi lingkaran antara lain menggunakan model cooperative script.

Baca juga:   Pemanfaatan Lagu sebagai Media Pembelajaran Meningkatkan Pemahaman Simple Past Tense

Model cooperative script merupakan model belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari (Aqib, 2013:19).

Model cooperative script berguna meningkatkan pemahaman sekaligus peningkatan aktivitas positif belajar siswa. Siswa secara berpasangan mempelajari dan memahami kompetensi dasar lingkaran dan bagian-bagiannya guna meningkatkan pemahaman dengan saling mengingatkan satu sama lain.

Peningkatan pemahaman siswa pada lingkaran dan bagian-bagiannya dibarengi kesadaran beraktivitas positif, kerja sama, dan berdisiplin dalam mengikuti pembelajaran.

Peningkatan pemahaman lingkaran dan bagian-bagiannya disebabkan siswa termotivasi dalam mengikuti pembelajaran menggunakan model cooperative script. Hasilnya terjadi peningkatan pemahaman siswa terkait lingkaran dan bagian-bagiannya. Sekaligus peningkatan aktivitas positif siswa dalam bekerja sama dan berdisiplin sehingga pembelajaran berlangsung kondusif.

Adapun langkah pembelajaran lingkaran menggunakan model cooperative script, meliputi 1) guru bertanya jawab tentang lingkaran dan bagian-bagiannya. 2) Guru membentuk kelompok belajar secara berpasangan satu bangku. 3) Guru membagi materi setiap siswa untuk dibaca dan dibuat cara pengerjaan. 4) Guru dan siswa menetapkan pemeran pertama sebagai penjelas dan pemeran kedua sebagai pendengar.

Baca juga:   Bimbingan Klasikal Mengatasi Stres pada Siswa

5) Penjelas membacakan ringkasannya selengkap mungkin dengan memberi cara-cara mengerjakan soal-soal dan pembahasannya. 6) Pendengar menyimak dan mengoreksi serta menunjukkan materi lingkaran dan bagian-bagiannya yang kurang lengkap. 7) Pendengar membantu mengingat dan menjelaskan materi lingkaran dan bagian-bagiannya dengan menghubungkan materi sebelumnya dan materi lain. 8) Bertukar peran, semula sebagai penjelas menjadi pendengar dan sebaliknya.

9) Salah satu siswa melaporkan pemahaman materi lingkaran dan bagian-bagiannya dan teman lain menanggapinya. 10) Siswa mengerjakan tugas dari guru sebagai bentuk evaluasi praktik untuk mengetahui tingkat pemahaman belajar.

Pembelajaran lingkaran menggunakan model cooperative script menjadikan siswa SMPN 3 Kaliwungu, Kabupaten Kendal, mengalami peningkatan aktivitas dan hasil belajar pada kompetensi dasar lingkaran. (ra1/ida)

Guru Matematika SMPN 3 Kaliwungu, Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya