Pembelajaran DLE Mengasyikkan dan Efektif di Masa Pandemi melalui Podcast

Oleh : Joko Salam, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Hampir satu setengah tahun lebih, pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Semarang, dilakukan secara daring, baik itu guru maupun siswanya. Hal ini terkait dengan pandemi Covid-19, yang sudah merebak hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Hal inilah yang menyebabkan pembelajaran mata pelajaran dasar listrik dan elektronika di SMK Negeri 3 Semarang dilakukan secara daring melalui podcast.

Pada awalnya banyak guru yang merasa kebingungan bagaimana cara mengajarnya, sedangkan siswanya tidak ada. Namun permasalahan itu secara mudah dapat diatasi. Guru harus kreatif dan inovatif.

Ternyata guru di Indonesia itu hebat-hebat. Lihat saja di kanal YouTube, begitu banyaknya guru-guru mengunggah video pembelajaran. Lihatlah gawai para guru, banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk pembelajaran.

Saat ini memang sudah zamannya teknologi, sehingga apabila kita tidak bisa menggunakan teknologi itu maka kita akan ketinggalan informasi.

Sehubungan dengan hal tersebut, guru teknik audio video SMK Negeri 3 Semarang mencoba berbagi pengalaman membuat inovasi media pembelajaran yang jarang digunakan oleh guru-guru. Padahal cara menggunakannya sangat mudah, baik untuk guru maupun untuk siswa. Media pembelajaran itu adalah melalui podcast.

Menurut Phillips (2017) podcast adalah rekaman audio yang dapat didengar oleh khalayak ramai dan dapat dipublikasikan.atau disebar ke setiap orang dengan mengklik tautan (link) yang diberikan. Hampir sama dengan radio atau tape recorder, namun radio dan tape recorder tidak bisa dipublikasikan melalui tautan.

Baca juga:   Video sebagai Alternatif Pembelajaran Praktik Larutan Asam Basa

Dalam dunia pendidikan, dengan podcast pembelajaran bisa berlangsung dengan efektif. Bagi guru yang jumlah kelasnya banyak, akan sangat menguntungkan, karena dengan sekali rekaman saja, pelajaran yang disampaikan bisa sampai ke semua siswa.
Siswa dengan mudah membuka tautan yang telah disediakan.

Siswa tentunya akan merasakan bahwa ia benar-benar belajar dengan gurunya, karena suara gurunya akan mudah dikenal. Tidak seperti belajar dengan mesin yang tidak tahu siapa gurunya. Apalagi jika aplikasi podcast ini dipadukan dengan Google Classroom. Melalui Google Classroom antara guru dan siswa bisa berinteraksi.

Berikut ini adalah langkah-langkah cara membuat podcast melalui platform Anchor, dari awal hingga podcast disiarkan. Pertama download dan install aplikasi Anchor dari Google Play Store atau Apple App Store. Jalankan dan daftarkan dulu akun kita. Jika mau lebih mudah, pakai akun Google dengan pilih/ketuk ‘Continue with Google‘. Jika sudah login, kita akan diberi beberapa pilihan.

Jika kita ingin langsung merekam podcast, pilih ‘I want to make new podcast‘. Atau jika kita ingin mengunggah audio podcast yang sudah direkam sebelumnya, pilih ‘I have podcast I want to import‘, Pada kesempatan ini, kita akan bahas pilihan merekam podcast secara langsung.

Baca juga:   Pendidikan Karakter Anak Usia Dini untuk Membangun Peradaban Bangsa

Jadi kita bisa melanjutkan dengan pilih/ketuk ‘Record‘, Jika rekaman sudah selesai, ketuk ‘stop‘. Selanjutnya, akan ditampilkan preview untuk mendengarkan hasil rekaman. Di tahap ini kita bisa menambahkan musik latar (backsound) yang kira-kira cocok dengan mengetuk ‘Add background music‘. Jika semuanya sudah oke, ketuk ‘save‘ untuk menyimpannya.

Audio ini baru disimpan ke akun kita, belum disiarkan. Selanjutnya, kita akan diminta untuk memberikan judul podcast yang akan disimpan itu. Silakan beri judul episode, lalu ketuk ‘Add recording to episode‘. Jika sudah terisi semua, ketuk ‘Publish Now‘ atau ‘Change publish date‘ jika podcast kita ingin disiarkan pada hari dan jam tertentu.

Beri nama podcast dan alamat link/tautan ketuk use name & URL untuk mendapatkan alamat tautan. Tambahkan deskripsi singkat pada kolom yang tersedia atau bisa lewati. Selesai! Podcast akan disiarkan sesuai dengan opsi yang kita pilih. Podcast dapat dibagi langsung lewat pesan, Twitter, Facebook, atau media lainnya. (rs2/lis)

Guru Elektronika SMKN 3 Semarang

Author

Populer

Lainnya