Diskusi Kelompok Mempermudah Memahami Materi Pelajaran

Oleh : Kuwatno

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Di dalam keseharian yang menjadi masalah cukup sulit yang dirasakan oleh guru adalah bagaimana materi pelajaran yang disampaikan guru dapat dikuasai oleh anak didik secara tuntas. Ada beberapa hal yang mempengaruhi siswa dalam menguasahi materi pelajaran, di antaranya faktor internal siswa sendiri dan faktor eksternal.

Secara internal kesulitan dalam menguasai pelajaran ini dikarenakan siswa bukan hanya sebagai individu dengan segala keunikannya. Tetapi mereka juga sebagai makluk sosial dengan latar belakang yang berlainan.

Sebagai individu siswa bertanggung jawab kepada dirinya sendiri dalam menguasai materi pelajaran yang telah ditempuhnya. Tetapi sebagai makluk sosial siswa juga turut bertanggung jawab dalam kelompok untuk saling membantu sesama siswa apabila ada siswa yang kesulitan dalam belajar.

Dalam kelompok terkadang siswa lebih mudah menyerap materi pelajaran apabila diterangkan oleh siswa teman sendiri dibanding jika diterangkan oleh guru.

Beberapa hal yang mempengaruinya di antaranya karena mereka sudah terjalin pertemanan cukup lama dan akrab, bahasa lisan mudah dimengerti, diskusi dapat berjalan dengan baik dan terbuka dalam kelompok-kelompok kecil.

Pelajaran bahasa Jawa merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan siswa kelas XI SMK Negeri 2 Semarang program keahlian Usaha Perjalanan Wisata. Hasil pembelajaran yang diharapkan sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh sekolah minimum haruslah 75.

Baca juga:   Cooperative Script Tingkatkan Menulis Teks Deskripsi

Untuk mencapai nilai ketuntasan pada kompetensi menulis aksara jawa yang memakai aksara rekan diperlukan suatu metode pembelajaran yang tepat dan inovatif. Yaitu metode diskusi sehingga siswa dapat mengoptimalkan semua potensi dan pengalaman yang sudah dimilikinya.

Dari hasil pengamatan guru selama kegiatan pembelajaran diperoleh informasi adalah kegiatan belajar mengajar di kelas masih konvensional, siswa pasif menunggu instruksi guru. Pelajaran dimulai oleh guru dengan memberikan review materi pelajaran sebelumnya. Dilanjutkan pelajaran materi baru.

Pada saat guru menerangkan hanya ada sebagian siswa yang aktif dan merespons dengan menanyakan materi yang kurang jelas sebagian siswa lain hanya diam mendengarkan. Guru biasanya langsung menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh siswa.

Upaya guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang masih rendah adalah guru harus bisa mengelola kelas secara baik dengan cara memilih metode pembelajaran yang tepat. Salah satu metode yang digunakan pada SMK Negeri 2 Semarang kelas XI semester gasal tahun pelajaran 2021/2022 khususnya pada kompetensi menulis aksara Jawa yang memakai aksara rekan adalan metode diskusi. Metode ini sering disebut sebagai metode pembelajaran kooperatif yang paling kompleks.

Baca juga:   Bahasa Jawa itu Keren

Hal ini disebabkan metode ini memadukan beberapa landasan pemikiran yaitu berdasaarkan pandangan konstruktivistik, demokratik. Metode ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk terlibat secara langsung dan aktif dalam proses pembelajaran.

Slavin (2015: 215) mengemukakan kelas adalah tempat kreatifitas kooperatif dimana guru dan murid membangun proses pembelajaran yang didasarkan pada perencanaan dari berbagai pengalaman, kapasitas dan kebutuhan mereka masing-masing.
Kelompok dijadikan sebagai sarana sosial dalam proses ini.

Rencana kelompok adalah satu metode untuk mendorong keterlibatan maksimal para siswa. Dengan metode ini diharapkan dapat ditumbuhkembangkan rasa sosial yang tinggi pada diri setiap anak didik.

Mereka dibina untuk mengendalikan rasa egois yang ada dalam diri mereka masing-masing, sehingga terbina sikap kesetiakawanan sosial di kelas. Mereka sadar bahwa hidup ini saling ketergantungan. Dalam pembelajaran dengan menggunakan metode ini guru memberikan bantuan atau bimbimgan kepada tiap anggota kelompok lebih intensif.

Berdasar kenyataan tersebut dipandang perlu dan suatu keharusan guru melakukan tindakan dengan menerapkan inovasi baru dalam pembelajaran bahasa Jawa agar siswa termotivasi dalam meningkatkan hasil belajarnya. (rs2/lis)

Guru Bahasa Jawa SMK Negeri 2 Semarang

Author

Populer

Lainnya