Meningkatkan Kemampuan Menghitung Bilangan Pecahan melalui Make a Match

Oleh: Nurokhmah, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang menduduki peranan penting dalam Pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan pelajaran matematika yang diberikan kepada semua jenjang pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

Keberhasilan pembelajaran matematika dapat diukur dari tingkat pemahaman, penguasaan materi serta hasil belajar siswa.

Pelajaran matematika selama ini masih dianggap sebagai pelajaran yang kurang diminati siswa, mereka menganggap matematika sebagai mapel yang susah dan rumit. Berbagai upaya yang dilakukan para guru dan sekolah untuk menumbuhkan minat siswa terhadap mata pelajaran tersebut. Salah satunya dengan menggunakan metode pembelajaran yang lebih inovatif.

Dalam implementasinya di lapangan keberhasilan pembelajaran matematika masih belum optimal. Seperti yang terjadi di SDN 02 Pedawang Kabupaten Pekalongan, tingkat pemahaman, penguasaan materi serta hasil belajar siswa kelas IV masih rendah.

Kejenuhan siswa selama proses pembelajaran merupakan salah satu faktor yang menyebabkan siswa sukar memahami materi. Kejenuhan tersebut mengakibatkan siswa pasif dalam pembelajaran, sehingga kesempatan siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya dan memecahkan masalah matematika pada pokok bahasan pecahan menjadi rendah.

Pecahan adalah salah satu bilangan yang memiliki bentuk unik. Cara menulis bilangan pecahan yakni dengan membatasi kedua bilangan dengan tanda batas, satu bilangan berada di atas dan yang lainnya berada di bawah tanda batas.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Membaca dengan Buku Digital pada Pembelajaran Daring

Angka yang berada diatas tanda batas disebut pembilang, sedangkan di bagian bawahnya disebut penyebut. Cara menulis bilangan pecahan yakni dengan membatasi kedua bilangan dengan tanda batas, satu bilangan berada di atas dan yang lainnya berada di bawah tanda batas. Cara membaca bilangan dengan menyebutkan dari atas ke bawah dan di bagian tengah dibaca “per”. Macam-macam pecahan dia ntaranya pecahan biasa, pecahan campuran, pecahan desimal.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan upaya perbaikan kualitas pembelajaran, yaitu dengan menerapkan metode Make a Match yang dapat menghilangkan kejenuhan siswa. Metode Make a Match (mencari pasangan) dikembangkan oleh Lorn Curran pada tahun 1994, menyatakan bahwa metode Make a Match artinya siswa mencari pasangan, setiap siswa mendapat sebuah kartu (bisa soal atau jawaban) lalu secepatnya mencari pasangan yang sesuai dengan kartu yang ia pegang (Tarmizi dalam Novia: 2015).

Kelebihan metode Make a Match yaitu mampu menciptakan suasana aktif dan menyenangkan, materi pembelajaran yang disampaikan lebih menarik perhatian siswa, mampu meningkatkan hasil belajar siswa, suasana kegembiraan akan tumbuh dalam proses pembelajaran, kerja sama antar siswa terwujud dengan dinamis, serta munculnya dinamika gotong royong yang merata di seluruh siswa.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Media Bangun Datar

Langkah-langkah pelaksanaan metode Make a Match yaitu: Pertama, guru menyiapkan beberapa kartu, satu sisi berupa kartu soal (penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda), dan sisi sebaliknya berupa kartu jawaban. Kemudian guru membagikan soal-soal sebagai bahan pada kartu soal dan kartu jawaban. Kedua, setiap siswa mendapat satu kartu soal atau satu kartu jawaban.

Ketiga, siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal atau kartu jawaban). Setelah siswa berhasil mencari pasangannya, siswa yang memegang kartu soal harus mengerjakan kembali dipapan tulis. Keempat, siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. Kelima, setelah satu babak selesai kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya.

Setelah diterapkannya metode pembelajaran Make a Match, kemampuan siswa dalam menghitung bilangan pecahan dapat meningkat. Siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran matematika dan hasil belajar siswapun meningkat. (unw1/ton)

Guru Kelas SDN 02 Pedawang, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya