Sifat Bayangan pada Cermin Cekung dengan Bunka

Oleh: Ribut Budiyanto

spot_img

RADARSEMARANG.ID,SEBAGAIAN besar peserta didik hasil penilaian rendah pada mata pelajaran IPA materi alat optik diantaranya cermin cekung. Kesulitan pada menyebutkan sifat bayangan pada cermin cekung, ini dialami peserta didik SMP 3 Kendal.

Dalam mengatasi ini pendidik menggunakan metode menyebutkan sifat bayangan benda pada cermin cekung dengan menghubungkan angka (bungka).

Bunka kependekan dari menghubungkan angka, maksudnya menyebutkan sifat bayangan benda pada cermin cekung dengan berpedoman ruang pada cermin cekung yang dinotasikan dengan angka, bila ruang bayangan angkanya lebih besar dari ruang benda berarti bayangan diperbesar dijumlahkan ruang benda dan ruang bayangan menghasilkan nilai lima.

Contoh bila benda diletakkan di ruang dua maka bayangan ada di ruang tiga, dua ditambah tiga hasilnya lima. Dari ruang dua ke ruang tiga Sifat bayangan diperbesar, diikuti nyata, terbalik.

Susanto (2011:47) kognitif adalah suatu proses berpikir, yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa.

Dalam kurikulum 13 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya materi pada Kompetensi Dasar Menganalisis sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia, mata serangga, dan prinsip kerja alat optic.

Baca juga:   Belajar Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial dengan Media Gambar

Menyebutkan sifat bayangan pada cermin cekung dengan menghubungkan angka ( bunka ) bisa meningkatkan hasil prestasi peserta didik.

Dalam melakukan kegiatan ini menggunakan langkah-langkah sebagai berikut, pertama peserta didik diberi informasi oleh pendidik istilah ruang pada cermin cekung.

Ruang cermin cekung terdiri dari ruang satu , ruang dua, ruang tiga, ruang empat, ruang titik fokus F dan ruang titik pusat kelengkungan cermin cekung . Kedua mengimformasikan bahwa letak benda bisa di salah satu ruang kecuali pada ruang empat ketiga memberi contoh melukis bayangan benda yang terletak di ruang dua dan hasil lukisan terbentuklah bayangan dengan sifat bayangan sebagai berikut di ruang tiga, nyata, terbalik, diperbesar.

Keempat, Menyimpulkan kalau benda di ruang dua maka bayangan jatuh di ruang tiga, Dari ruang dua ke ruang tiga, angka naik berarti sifat bayangan diperbesar, diikuti nyata, terbalik. Dan jumlah dari ruang benda dan ruang bayangan lima yaitu dua ditambah tiga hasilnya lima.

Bila benda di ruang tiga maka bayangan ada di ruang dua, Dari ruangtiga ke dua diperkecil diikuti nyata , terbalik. Dan jumlah ruang benda dan ruang bayangan ada lima yaitu tiga ditambah dua hasilnya lima. Bila benda di titik pusat kelengkungan cermin cekung maka bayangan ada di titik pusat kelengkungan cermin cekung juga. Karena letak benda dan letak bayangan sama sehingga dianggap tidak ada kenaikan maupun penurunan maka sifat bayangannya sama besar diikuti nyata terbalik.

Baca juga:   Warming Up Lebih Menarik dengan Latihan Fartlek

Ada dua kekhususan yaitu benda diruang satu dan benda di ruang dua. Untuk benda di ruang satu letak bayangan ada di ruang empat, dari ruang satu ke empat diperbesar, karena dari satu melompat ke empat maka sifat bayangan yang mengikuti tidak nyata, terbalik tapi maya, tegak. Untuk benda di titik fokus tidak terbentuk bayangan. Diharapkan dengan logika angka letak benda di titik P dan titik F bisa dihafal.

Ternyata setelah menyebutkan sifat bayangan pada cermin cekung dengan menghubungkan angka ( bungka ) pada materi cermin cekung minat peserta didik dan hasil belajar meningkat. Ini terjadi pada peserta didik kelas 8A SMP 3 Kendal. (ips2/zal)

Guru IPA SMPN 3 Kendal

Author

Populer

Lainnya