Model Sole untuk Melatih Kemandirian Siswa dalam Belajar Redoks dan Elektrokimia

Oleh : Ninik Sariniyati, S.Pd, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID,Pembelajaran jarak jauh (PJJ) jika tidak disiasati dengan kreatif dan inovatif oleh guru, akan terasa membosankan. Kemudahan dalam mengakses dan membuat informasi menjadi salah satu faktor yang seharusnya memberikan keuntungan dalam proses pembelajaran.

Dua proses ini yang dipertemukan dan dioptimalisasi oleh model pembelajaran SOLE (Self Organized Learning Environments).

Model pembelajaran ini menitikberatkan proses pembelajaran mandiri yang dilakukan oleh siapapun yang berkeinginan untuk belajar dengan memanfaatkan internet dan perangkat pintar yang dimilikinya.

Melalui flatform resmi SMA Negeri 6 Semarang Smansix Learning System penulis menggunakan model SOLE ini untuk pembelajaran di kelas 12 Mipa 1 sampai 3 sesuai kelas yang penulis ampu.

Model pembelajaran SOLE memiliki tujuan membentuk kompetensi (keahlian) yang dimiliki oleh siswa.

Kompetensi yang diharapkan akan terbentuk dalam diri siswa melalu model pembelajaran SOLE ini antara lain: berfikir kreatif (creative thinking) model pembelajaran SOLE merangsang setiap siswa untuk melatih rasa ingin tahu yang dimilikinya dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan.

Kemudian kemampuan memecahkan masalah (problem soving capability). Setiap pertanyaan membutuhkan jawaban. Bagaimana cara mencari jawaban dengan menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, membuat siswa dirangsang untuk memecahkan masalah.

Baca juga:   Audio Visual Mudahkan Siswa Analisa Fenomena Litosfer

Disamping itu, pertanyaan yang diberikan membawa siswa mendapatkan pengetahuan dan pertanyaan baru. Pertanyaan baru yang muncul tentu membutuhkan jawaban kembali.

Proses yang berputar ini, yang diharapkan menghasilkan kemampuan memecahkan masalah pada diri siswa. Selain itu kemampuan berkomunikasi (communicate capability). Setiap jawaban yang didapat tentunya perlu didistribusikan ke siswa yang lain.

Dengan melatih tata cara penyampaian jawaban diharapkan memunculkan dan melatih kemampuan berkomunikasi pada siswa.

Langkah-langkah kegiatan model pembelajaran SOLE terdiri atas tiga tahap aktifitas yang harus dilakukan siswa. Guru hanya bertugas memberikan pemicu dalam bentuk pertanyaan terkait materi yang akan dibahas.

Dalam hal ini guru telah memberikan informasi tentang sumber belajar yang bisa digunakan oleh siswa baik berupa PPT, atau video pembelajaran yang terkait dan selanjutnya memberi pertanyaan-pertanyaan yang mejadi stimulus untuk siswa mendalami materi.

Aktifitas selanjutnya tergantung kreatifitas siswa dalam menjawab pertanyaan tersebut. Lebih terperinci tiga tahapan aktifitas yang dilaksanakan adalah sebagai berikut: pertama pertanyaan (question) memberikan pertanyaan yang dapat menimbulkan rasa ingin tahu siswa terhadap materi yang diajarkan.

Pertanyaan tersebut diharapkan juga dapat menurunkan pertanyaan-pertanyaan yang lebih banyak lagi terhadap materi yang diajarkan. Kedua, investigasi (investigate).

Baca juga:   Tingkatkan Kebugaran Jasmani dengan Google Form

Siswa membentuk kelompok-kelompok kecil. Siswa dalam kelompok berkolaborasi satu dengan yang lainnya dan menggunakan satu perangkat internet untuk mencari jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan sebelumanya atau siswa juga bisa secara individu/mandiri.

Ketiga mengulas (review). Masing-masing kelompok atau menunjuk siswa secara acak untuk mempresentasikan hasil penemuan mereka terhadap pertanyaan yang diberikan.

Penulis menerapkan metode SOLE untuk pembelajaran di kelas 12 pada bab Redoks dan sel Elektrokimia. Materi tentang redoks sebelumnya sudah dibahas di kelas 10 di kelas 12 dilanjutkan menyetarakan persamaan reaksi Redoks .Persamaan inilah yang selanjutnya diaplikasikan dalam penulisan reaksi pada peristiwa elektrokimia dan sel elektrolisis.

Dengan melihat video pembelajaran yang telah disajikan guru, siswa mencoba mengerjakan soal-soal. Kemudian guru mengoreksi dan memberikan reward bagi siswa yang sudah dapat menyelesaikan soal dengan benar dan memberikan penjelasan/bimbingan bagi siswa yang belum paham.

Siswa diarahkan belajar mandiri melalui media pembelajaran yang sudah diberikan sebelumnya. Guru mengarahkan siswa untuk berpikir kreatif menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan. Selanjutnya guru mereview jawaban yang disampaikan siswa. (ips2/lis)

Guru Kimia SMA Negeri 6 Semarang

Author

Populer

Lainnya