Media Audio-Visual (Video) Memudahkan Menulis Teks Prosedur

Oleh: Daryani, S.Pd., M.Si.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kegiatan menulis menjadikan siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran dan dapat merangsang keterampilan siswa dalam merangkai kata. Akan tetapi, dalam penerapannya banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat, terbatasnya kosakata yang dimiliki, dan kurangnya imajinasi atau kreativitas untuk berpikir saat menulis.

Ketidaksukaan siswa dalam menulis tidak lepas dari pengaruh lingkungan, keluarga, dan masyarakatnya, serta pengalaman menulis atau mengarang di sekolah yang kurang memotivasi dan merangsang minat. Oleh karena itu, untuk mencapai tingkat tulisan yang baik dan benar siswa harus melakukan latihan secara berkelanjutan dan membutuhkan waktu serta proses yang panjang.

Menurut Tarigan (2008:4) keterampilan menulis tidak datang secara otomatis, tetapi harus melalui latihan dan praktik yang banyak teratur. Dalam pengajaran menulis terdapat berbagai teks yang dipelajari oleh siswa, salah satunya adalah teks prosedur yang berisikan tentang cara atau proses dalam tujuan tertentu.

Pembelajaran menulis teks prosedur membutuhkan keaktifan dan kreativitas siswa serta pemilihan media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa. Video merupakan media audio-visual yang dapat mengungkapkan objek dan peristiwa seperti keadaan sesungguhnya dan dapat dipahami oleh siswa secara utuh.

Baca juga:   Belajar Kubus dan Balok melalui Kooperatif STAD

Menurut Sadiman (2009: 74) video sebagai media audio visual yang menampilkan gerak semakin lama semakin populer dalam masyarakat kita. Pesan yang disajikan bisa bersifat fakta (kejadian/peristiwa penting, berita) maupun fiktif (seperti misalnya kriteria), bisa bersifat informatif, edukatif maupun instruksional.

Pada kurikulum (2013) teks prosedur diajarkan di kelas VII yaitu Kompetensi Dasar 4.6 Menyajikan data rangkaian kegiatan ke dalam bentuk teks prosedur (tentang cara memainkan alat musik daerah, cara membuat cenderamata, dll) dengan memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, dan isi secara lisan dan tulis.

Berdasarkan hasil observasi di SMP N 2 Sragi, keterampilan menulis teks prosedur telah diajarkan kepada siswa, tetapi belum mendapatkan hasil yang cukup baik atau belum memuaskan. Penyebab keterampilan menulis siswa rendah karena kurangnya pemanfaatan media, metode, motivasi, dan pengaruh teman sekitar. Dalam pembelajaran tentunya dibutuhkan media pembelajaran yang dapat membantu seorang guru dalam menyampaikan pesan agar lebih jelas dan dipahami oleh siswa.

Salah satu media yang dapat dipilih dan digunakan adalah media audio visual. Media ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar yang ingin dicapai oleh siswa dan dapat membuat siswa lebih tertarik, mudah serta menguasai materi yang diajarkan.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Teorema Pythagoras dengan Pendekatan Kontekstual

Selain itu, siswa bukan hanya mendengarkan guru tetapi juga melakukan aktivitas lain seperti mengamati, melakukan demonstrasi dan kegiatan lain sehingga siswa tidak bosan. Video dapat melukiskan gambar hidup dan suara yang memberi daya tarik tersendiri yang bisa menyajikan informasi khususnya tentang teks prosedur.

Media audio visual berbentuk video ini mempunyai kelebihan karena media ini megandalkan indera penglihatan dan pendengaran yang dapat memperjelas materi yang disampaikan. Kelebihan lainnya yaitu waktu yang hanya berdurasi beberapa menit dapat memberikan keleluasan bagi guru untuk mengarahkan pembelajaran.

Dengan menonton video yang ditampilkan, dapat memperkuat pemahaman siswa terhadap materi ajar yang di dalamnya mengandung unsur warna, suara, gerak yang terkombinasi menjadi suatu objek yang dapat ditampilkan sehingga siswa antusias menulis teks prosedur. Media yang dirancang semenarik mungkin diharapkan membantu siswa dalam belajar menulis teks prosedur. (ips2/ton)

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Sragi Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya