Asyiknya Praktik Salat dengan Metode Demonstrasi

Oleh : Hikmatul Millah, S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SALAT merupakan salah satu sarana yang paling utama dalam hubungan antara manusia dengan Allah SWT. Shalat juga mempunyai kedudukan yang sangat penting dan mendasar dalam Islam, yang tidak bisa disejajarkan dengan ibadah-ibadah yang lain.

Bahkan Rasulullah saw, dalam sebuah hadits menegaskan, bahwa salat menjadi pembeda atau pembatas yang tegas antara seorang muslim dengan orang kafir. Dan salat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

Salat juga merupakan amal perbuatan atau ibadah yang pertama kali akan ditanya pada hari kiamat.

Materi shalat terdapat dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) SD, yaitu di kelas IV semester 2. Materi ini sangat penting sekali bagi umat Islam, karena salat merupakan salah satu rukun Islam dan salat merupakan tiang agama, jadi sangat tepat sekali jika materi ini diberikan pada anak-anak usia SD yang notabene merupakan generasi muda Islam, sehingga ke depannya diharapkan akan tercipta generasi muda Islam yang agamis dan taat pada perintah Allah SWT.

Menurut Abu Malik Kamal bin as-sayyid Salim dalam Shahih Fikih Sunnah, penerjemah Khaerul Amru Harahap dan Faisal Saleh (Jakarta : Pustaka Azzam 2007) mengatakan : Salat mencakup berbagai macam ibadah seperti : zikir kepada Allah, tilawah Kitabullah, berdiri menghadap Allah, ruku’ , sujud, do’a, tasbih dan takbir.

Baca juga:   Cara Mudah Ujian atau Ulangan dengan WhatsApp Auto Response

Pembelajaran shalat tidak hanya mencakup materi saja, dalam arti hanya hafal bacaan dan tahu nama gerakannya, tetapi materi salat juga ditekankan pada praktiknya atau pelaksanaannya. Agar peserta didik dapat menguasai materi salat baik teori maupun praktiknya, maka pendidik dituntut untuk dapat memberikan contoh secara riel (nyata).

Pembelajaran praktik salat sangat tepat sekali jika menggunakan metode demontrasi, di mana pengertian metode demontrasi adalah penyajian pelajaran dengan memeragakan dan menunjuk kepada peserta didik tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang ahli dalam topik bahasan (Mulyani Sumantri, dalam Roetiyah 2001 : 82).

Karena itu penulis yang merupakan guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PABP) di SD Islam Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, mencoba menggunakan metode demonstrasi ini dalam menyampaikan materi praktik salat kepada peserta didik di SD Islam Kutosari.

Sebelum sampai pada praktik salat, peserta didik terlebih dahulu harus sudah hafal bacaan – bacaan dalam salat dan tahu nama-nama gerakan salat, sehingga pendidik dengan mudah memberikan contoh yang benar antara bacaan dan gerakan dalam salat.

Baca juga:   Pembelajaran Ekosistem Menyenangkan melalui Pendekatan JAS

Mula-mula pendidik memberikan contoh gerakan salat dan diikuti bacaannya, kemudian peserta didik menirukan apa yang dicontohkan oleh pendidik, jika dirasa gerakan salat masih kurang pas dan bacaan salatnya masih belum fasih, maka pendidik akan memberi masukan dengan cara membenarkan posisi gerakan yang betul dan membetulkan bacaan–bacaan yang dirasa masih kurang pas, begitu terus berulang-ulang sampai peserta didik betul-betul bisa menserasikan antara gerakan salat dan bacaan salat.

Setelah peserta didik sudah dapat menserasikan antara gerakan salat dan bacaan salat, barulah peserta didik mempraktikkan salat secara sempurna baik secara individu maupun kelompok dan akan dievaluasi oleh pendidik.

Peserta didik sangat antusias sekali ketika mereka mengikuti pembelajaran praktik salat ini, begitupun dengan orang tua peserta didik, mereka juga menyambut baik metode demonstrasi untuk pembelajaran praktik salat, karena berkat pembelajaran praktik salat dengan metode demonstrasi ini, peserta didik banyak yang sudah bisa melaksanakan salat sendiri di rumah sesuai dengan yang diajarkan oleh pendidik di sekolah. (ips2/zal)

Guru SD Islam Kutosari, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya