Pembelajaran Matematika Menjadi Mudah dengan Barang Bekas Sedotan

Oleh : Turyanto, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Media merupakan hal yang sering kita temui dalam setiap kegiatan pembelajaran. Apalagi pada mata pelajaran matematika. Matematika itu sebenarnya mudah dan menarik, jika kita sebagai guru dapat mengunakan media yang tepat dalam kegiatan pembelajaran.

Menurut Arsyad (2002: 4) media adalah semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan atau pendapat, sehingga ide, gagasan atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju.

Pengunaaan media barang bekas sebagai salah satu media yang di manfaatkan dalam pembelajaran di SD Negeri 1 Bengle, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali. Hal ini dilakukan di kelas VI yang terdiri dari 21 siswa, 12 siswa laki-laki dan 9 siswi perempuan.

Kegiatan pembelajaran matematika pada materi bangun ruang awalnya guru hanya menggunakan buku dan gambar sebagai media pembelajaran. Dengan media yang terbatas diatas guru mengunakannya dalam pembelajaran selama bertahun-tahun. Setelah dilakukan pembelajaran dan diakhiri dengan penilaian ternyata masih banyak siswa yang belum tuntas.

Hal ini membuat guru mengubah media pembelajaran yang di gunakan. Sehingga guru mengubah strategi pembelajaran dengan mengunakan media pembelajaran barang bekas “sedotan.”

Baca juga:   Menjadi Ahli sejak Dini dengan Jigsaw

Dalam pembelajaran matematika materi bangun ruang siswa kelas VI SD Negeri 1 Bengle mengunakan sedotan untuk membuat kerangka bangun ruang. Bahan yang dibutuhkan sangat mudah didapatkan di antaranya sedotan, lilin, korek api dan temiti.

Pada pembelajaran kali ini siswa awalnya dikenalkan dengan alat dan bahan serta fungsinya, untuk memudahkan siswa mengunakannya dalam proses pembelajaran.

Kemudian siswa dibimbing mengunakan alat dan bahan yang telah disediakan. Hal ini sangat penting sekali demi keberhasilan pembelajaran. Siswa diminta mempersiapkan alat dan bahan dengan bimbingan guru siswa memulai melakukan percobaan dengan media yang telah di siapkan.

Sedotan yang telah disiapkan kemudian digabungkan dengan cara mengelasnya dengan peniti yang dipanaskan dengan lilin sampai sedotan tersebut tergabung. Pastikan bahwa hasil pengelasan dengan peniti yang dipanaskan kuat.

Apabila belum kuat coba tusukan lagi peniti panas ke sedotan yang digabungkan. Hal tersebut diulangi sampai jaring-jaring bangun ruang terbentuk. Siswa sangat senang sekali dengan kegiatan tersebut.

Mereka memahami secara detil mulai berapa jumlah titik sudut, titik sudut dan jumlah rusuk pembentuk bangun ruang. Dengan percobaan pengunaan media sedotan diakui siswa pembelajaran matematika menjadi menyenangkan. Terutama dalam materi bangun ruang untuk siswa kelas VI.

Baca juga:   Live Video Webcasting Tingkatkan Minat Belajar Siswa di Masa Pandemi

Semua siswa mengalami sendiri dan merasakan sendiri dalam penyusunan bangun ruang. Setiap siswa diberi kesempatan mecoba merakit jaring-jaring bangun ruang.

Hal yang diharapkan adalah setiap siswa mengalami pengalaman sendiri dalam memahami setiap komponen bangun ruang diantaranya jumlah rusuk, titik sudut dan jumlah sisi setiap bangun ruang yang mereka buat.

Berdasarkan pengalaman ini bisa disimpulkan bahwa pembelajaran matematika menjadi mudah dengan media barang bekas khususnya sedotan. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan KKM siswa dari 60 menjadi 80. (dd2/lis)

Guru SDN 1 Bengle, Kec. Wonosamodro, Kabupaten Boyolali

Author

Populer

Lainnya