Aplikasi Google Meet untuk Pembelajaran Daring di SD Islam Raden Fatah

Oleh: Tri Agus Susanti, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran jarak jauh (PJJ) telah berlangsung cukup lama dalam dunia pendidikan di Indonesia. Aktivitas tersebut dirasa menjadi salah satu alternatif yang solutif untuk menghindari dan menekan penyebaran Covid-19.

Hal ini karena PJJ dapat menghindari kerumunan, manjaga jarak fisik (physical distancing) yang menjadi salah beberapa penyebab Covid-19 menular dan menyebar.

Sistem pembelajaran ini tentu masih terasa baru di Indonesia sehingga para pengguna seperti peserta didik, pendidik, orangtua, dan stake holder yang lain memerlukan adaptasi.

Adaptasi dengan sistem pembelajaran jarak jauh dilakukan dalam berbagai aspek. Meski kesukaran kerap ditemukan baik dari pendidik maupun peserta didik namun pada akhirnya pembelajaran mulai dapat berjalan sebagaimana mestinya. Keadaan saling berkolaborasi dan bekerja sama menjadi kunci utama keberhasilan PJJ daripada saling menyalahkan satu sama lain.

Salah satu adaptasi dalam pembelajaran jarak jauh adalah penggunaan teknologi. Penggunaan teknologi menjadi ranah yang penting untuk dikuasai baik oleh pendidik maupun peserta didik.

Pendidik memerlukan penggunaan teknologi untuk menyampaikan materi pembelajaran dan instruksi belajar. Sejalan dengan hal tersebut peserta didik memerlukan penguasaan penggunaan teknologi untuk menerima materi pembelajaran dan melaksanakan instruksi belajar.

Penggunaan teknologi dalam berbagai jenjang pendidikan tentu memiliki kendala atau kesukaran yang berbeda-beda. Salah satunya di jenjang pendidikan sekolah dasar (SD).

Baca juga:   Orang Tua Berperan Penting dalam Keberhasilan Pendidikan Anak

Termasuk di SD Islam Raden Fatah, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap. Peserta didik yang masih berada di usia anak-anak tentu masih awam dalam memanfaatkan ragam teknologi dalam pembelajaran. Peran orangtua sangat penting untuk menyukseskan kegiatan pembelajaran jarak jauh.

Salah satu teknologi dalam pembelajaran jarak jauh yaitu teknologi yang dapat melangsungkan tatap muka secara virtual. Tatap muka secara virtual dapat mendata peserta didik secara langsung.

Google meet menjadi salah satu pilihan dalam melangsungkan kegiatan tatap muka virtual. Di jenjang sekolah dasar (SD) penggunaan google meet dianggap mudah untuk digunakan. Peserta didik maupun pendidik apabila menggunakan gawai harus mengunduh aplikasi google meet melalui playstore atau app store terlebih dahulu.

Kemudian, pendidik akan memberikan tautan pertemuan yang dapat diakses oleh peserta didik. Keduanya dapat melangsungkan kegiatan tatap muka virtual apabila telah berada dalam ruang maya yang sama.

Berikut beberapa fitur yang perlu diketahui oleh peserta didik dalam melangsungkan tatap muka virtual melalui google meet. Pertama, menyalakan dan mematikan mikrofon dengan mengeklik ikon berbentuk “microfon”.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Snowball Throwing pada Materi Daur Hidup Hewan

Menyalakan mikrofon untuk berbicara dalam ruang maya seperti menanyakan materi, menjawab pertanyaan yang diajukan pendidik, unjuk pendapat dan lain sebagainya. Apabila tidak berbicara maka mikrofon dimatikan agar PJJ menjadi lebih kondusif. Kedua, menyalakan kamera dengan mengeklik ikon berbentuk “video”.

Menyalakan kamera dapat digunakan sebagai bentuk kehadiran peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar secara virtual. Ketiga, mempresentasikan fail dengan mengeklik “present”.

Apabila telah mengeklik ikon tersebut kemudian membuka fail yang akan digunakan untuk presentasi. Penggunaan google meet untuk jenjang sekolah dasar (SD) fitur-fitur tersebut yang wajib diketahui dalam proses pembelajaran.

Setelah mengetahui fitur-fitur dalam google meet, kemudian peran orangtua tidak kalah penting dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). Orangtua hendaknya melakukan 3M yaitu mengarahkan, mengawasi, dan mengapresiasi. Mengarahkan untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam PPJ.

Mengawasi untuk mengontrol penggunaan teknologi saat belajar agar tidak disalahgunakan. Kemudian, mengapresiasi dengan memberi dukungan dan penghargaan karena anak mampu melangsungkan kegiatan PJJ. Cara mengapresiasi masing-masing orangtua tentu berbeda, dapat disesuaikan dengan karakter dari anak mereka. (*/lis)

Guru SD Islam Raden Fatah, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap

Author

Populer

Lainnya