Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Inggris

Oleh : Roma Eka Supriyati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Bahasa Inggris merupakan salah satu Bahasa Internasional yang diajarkan dan menjadi asupan materi bagi siswa di Indonesia mulai dari pendidikan usia dini sampai pendidikan tinggi. Tentu saja dengan level materi yang berbeda bobot untuk tiap jenjang pendidikan. Namun demikian, pada kenyataanya masih banyak siswa yang belum cakap dalam berbahasa Inggris, entah itu dilihat dari sisi keterampilan berbahasanya ataupun dari hasil belajar yang dicapai.

Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah adanya rasa malu bertanya pada bapak atau ibu guru jika mereka menemukan kesulitan. Begitu pula yang terjadi pada beberapa siswa di SMK N 1 Giritontro.

Hal ini tentu menjadi pemicu semangat untuk menemukan model pembelajaran yang pas, yang dapat menfasilitasi anak yang mempunyai masalah tersebut agar tidak jauh tertinggal.

Tutor sebaya merupakan salah satu bentuk model pembelajaran kooperatif yang dapat dikembangkan untuk mengatasi masalah tersebut.

Paradigma yang melandasi berkembangnya model tutor sebaya adalah karena adanya suatu kondisi yang memperlihatkan bahwa peserta didik akan lebih cepat memahami apa yang diajarkan oleh temannya dari pada apa yang diajarkan oleh gurunya, karena belajar dengan temannya sendiri dapat mengondisikan peserta didik bebas untuk menyampaikan ide-ide maupun pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan hal-hal yang belum mereka ketahui dan belum mereka pahami (Hendriansyah, et al, 2013).

Baca juga:   Penerapan Disiplin Positif untuk Mengurangi Angka Keterlambatan pada Siswa

Pembelajaran dengan menggunakan model tutor sebaya ini mengoptimalkan kemampuan siswa yang cepat memahami materi/fast learner untuk menularkan kepada teman mereka yang mengalami kesulitan dalam memahami materi atau slow learner.

Peran guru sebagai fasilitator dan pembimbing terbatas dalam arti guru boleh memberikan campur tangan hanya ketika diperlukan oleh siswa saja sehingga guru tidak mendominasi pembelajaran. Sebagai fasilitator, guru bertugas untuk menyiapkan materi dan membagi kelompok dengan baik sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.

Adapun langkah-langkah penerapan tutor sebaya yang dilakukan antara lain : Pertama, guru memilih materi yang memungkinkan dan dapat dipelajari secara mandiri oleh siswa. Kemudian materi tersebut dipilah lagi menjadi sub-sub materi (segmen materi). Kedua, siswa dibagi kedalam kelompok-kelompok kecil sebanyak sub-sub materi yang ingin dipelajari. Kelompok tersebut harus heterogen dalam arti terdapat siswa yang berkemampuan baik, sedang dan kurang.

Siswa yang memiliki kemampuan menyerap materi lebih cepat inilah yang akan menjadi tutor sebaya bagi kelompok mereka. Karena sekarang sedang masa pandemic, maka untuk pembentukan kelompok bisa menggunakan G-meet ataupun komunikasi dengan WA group. Ketiga, guru memberi waktu persiapan bagi siswa, baik itu di dalam maupun di luar kelas. Untuk memudahkan siswa berkomunikasi satu sama lain dalam kondisi PJJ maka siswa dapat berkomunikasi menggunakan WA group ataupun VC.

Baca juga:   Manfaat Internet dalam Peningkatan Pembelajaran Listening

Siswa juga diberi kesempatan untuk mengakses informasi terkait dengan sub materi yang mereka terima dari berbagai sumber. Selanjutnya siswa melalui wakilnya akan menyampaikan sub materi sesuai dengan tugas yang telah diberikan, tentu saja dalam pembelajaran jarak jauh seperti sekarang ini, hal ini dapat dilakukan dengan daring melalui google meet atau aplikasi lain yang mendukung.

Hal ini sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri bagi siswa. Pada tahap ini guru bertindak sebagai narasumber utama. Di akhir sesi, guru dapat memberi latihan soal untuk mengecek pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan.

Penggunaan model tutor sebaya pada pelaksanaanya mampu membuat suasana belajar online menjadi menarik karena siswa tidak hanya mendengar penjelasan dari guru saja melainkan mereka dapat berdialog dan berinteraksi di kelas maya secara terbuka dan interaktif di bawah bimbingan guru. Sehingga siswa terpacu untuk menguasai materi yang disajikan, rajin mengerjakan latihan dan pada akhirnya hasil belajar akan mengalami peningkatan. (ra1/ton)

Guru Bahasa Inggris SMK Negeri 1 Giritontro, Wonogiri

Author

Populer

Lainnya