Tingkatkan Pemahaman Belajar PPKn melalui Scrapbook

Oleh : Kustiyah S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PERKEMBANGAN teknologi memberikan dampak yang sangat besar terhadap dunia pendidikan. Namun akibatnya banyak peserta didik yang lebih menyukai hal-hal yang instan. Misalnya kegiatan belajar mengajar para siswa tidak lagi mau mencatat di buku tulis, tetapi memotret langsung materi yang disampaikan guru di papan tulis atau layar LCD.

Peserta didik sering meminta kepada guru yang bersangkutan untuk mengirim langsung melalui media sosial contohnya WA (whatsapp) ataupun langsung mengopi file menggunakan flash disk. Namun, setelah memperoleh materi, ada yang tidak mau membaca. Hal ini terjadi di SMP Satu Atap Kaliombo khususnya siswa kelas VII semester 1 pada mata pelajaran PPKn. Oleh karena itu, diperlukan cara supaya para siswa mempunyai minat membaca dan memahami materi.

Salah satu cara tersebut adalah dengan membuat scrapbook. Secara bahasa, kata scrapbook terdiri atas dua kata yaitu scrap yang berarti “barang sisa” dan book berarti “buku”. Definisi dari scrapbook adalah seni menempel foto/gambar dengan kertas sebagai medianya, serta menghiasnya dengan kreasi yang menarik.

Kegemaran orang-orang membuat scrapbook sudah ada di dunia barat sejak dua dekade yang lalu. Sedangkan di Asia, kegiatan membuat scrapbook ini baru saja booming sekitar enam tahun terakhir. Kegiatan ini merupakan penuangan ekspresi si pembuatnya dengan perpaduan keterampilan menempel kertas, foto, gambar dan tulisan yang diperlukan. Dapat juga dengan seni memadukan warna, motif, dan bentuk yang diinginkan sehingga menghasilkan karya-karya seindah lukisan.

Baca juga:   Role Playing Tingkatkan Semangat Belajar Munakahat

Ada dua cara dalam membuat scrapbook, yaitu manual dan digital. Untuk membuat scrapbook secara manual harus menyiapkan kertas hias, lem, gunting, aksesories yang merupakan bahan dasar. Kedua adalah digital scrapbook, yaitu membuat desain background sesuai tema dan gambar yang dibutuhkan kemudian dicetak.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mencatat lima arti. Salah satunya adalah menuliskan apa yang sudah ditulis atau diucapkan orang lain, yang berarti menyalin. Dengan menyalin, diharapkan siswa membaca terlebih dahulu materi PPKn yang dipelajari, kemudian menuliskan ke dalam tugasnya yaitu membuat scrapbook.

Selain itu, para siswa dapat merekam inti dari informasi, membebaskan pikirannya dari keharusan untuk mengingat semua informasi. Jadi para siswa tidak akan terbebani menghapalkan materi PPKn yang sangat banyak, informasi yang didapat akan masuk ke dalam pikiran para siswa dengan cara memahaminya.

Dengan adanya tugas membuat scrapbook dengan cara manual, para siswa dituntut menuangkan ide-ide kreatifnya. Otomatis para siswa membaca materi dan mencatatnya ke dalam scrapbook. Karena selain seni menempel foto atau gambar di media kertas dan menghiasnya hingga menjadi karya kreatif, para siswa diberi tugas untuk mencatat materi yang dipelajari kemudian mempresentasikan tugasnya di depan kelas. Tugas membuat scrapbook ini diberikan kepada para siswa kelas VII semester 1 mata pelajaran PPKn di SMP Satu Atap Kaliombo.

Baca juga:   E-Learning dalam Pembelajaran Jarak Jauh IPA saat Pandemi Covid-19

Dengan demikian setelah membuat scrapbook ini, para siswa diharapkan mempresentasikannya di depan kelas dengan membaca materi yang sudah dituliskan ke dalam scrapbook. Karena melalui kegiatan membaca akan melatih siswa untuk menganalisis dan menginterpretasikan pesan yang hendak disampaikan penulis dalam media tulisan. Dengan begitu, pesan atau materi yang disampaikan yang tersurat dan yang tersirat akan mudah tertangkap atau dipahami oleh para siswa. (ips2/ida)

Guru PPKn SMP Satu Atap Kaliombo

Author

Populer

Lainnya